Mas Harsa

Mas Harsa
Gaun pengantin


__ADS_3

"Yuk, ke ruang ganti! Kita cobain baju pengantinnya." ajak Nana.


"Tapi, mbak! Calon suami saya boleh ikut masuk kedalam 'kan ya?" tanya Seolla.


"Boleh dong! Boleh banget malahan." jawab Nana.


"Adek nih gak pengertian ya! Ntar kalo mas ikut masuk kedalam terus mimisan gimana? Mas masih gak bisa dek lihat yang begituan." ucap Harsa.


"Kamu hadap belakang 'kan bisa, mas. Lagian bentar lagi kita mau nikah loh, ntar malam pertamanyaㅡ"


"Cukup, dek!" sela Harsa cepet-cepet. "Jangan diterusin, aku gak sanggup bayanginnya!"


Nana sama Seolla jadi ketawa geli lihat ekspresi Harsa.


"Mesum aja kamu tuh orangnya!" ejek Seolla.


"Kamu tuh yang mulai duluan." bales Harsa.


Omong-omong Harsa sekarang udah ada kemajuan mulai dari duduk dekatan sama Seolla, peluk Seolla, pegang tangan Seolla dan cium pipi dan bibir Seolla tanpa mimisan. Semoga aja kedepannya akan banyak hal lain yang bisa Harsa lakuin tanpa mimisan lagi.


"Ya udah, kalo gitu kamu tunggu disini. Jangan kemana-mana." ucap Seolla pada akhirnya gak mau paksa Harsa lagi.


"Iya, sayangku.." bales Harsa. "Mas janji gak bakalan kemana-mana kok, bakalan nungguin kamu sampe selesai."


Seolla angguk percaya.


"Yuk, mbak Nana.. Kita cobain baju pengantinnya."


Sepanjang Nana bantuin Seolla coba pake baju pengantinnya, dia gak bisa berhenti buat puji-puji Seolla mulu.


Bilang Seolla sekarang kelihatan lebih cantik, auranya lebih terpancar, badannya juga jadi lebih bagus. Karena menurut Nana dulu Seolla terlalu kurus, sekarang agak gemukan dikit dan kelihatan lebih manis.


Seolla yang dapet pujian bertubi-tubi cuma bisa kasih reaksi berupa senyum malu aja.


"Mbak Nana.." panggil Seolla.


"Ya?" bales Nana.


"Kok tadi pas aku baru masuk ke butik Mbak Nana kayak yang kaget gitu lihatnya?" tanya Seolla penasaran.


Nana langsung ketawa. "Bukan kayak sih.. Tapi emang kaget."


"Kenapa kaget, mbak?"


"Banyak alasan sih.. Yang pertama, aku kaget lihat kedatangan mbak Seolla kesini. Yang kedua, aku kaget lihat calon suami mbak Seolla. Dan yang ketiga, aku gak nyangka kalo kalian mau nikah."


"Emang mbak Nana udah pernah ketemu sama mas Harsa sebelumnya?"

__ADS_1


"Udah sih.."


Seolla langsung kaget denger jawaban Nana.


"Hari itu ya.. Saat mbak Seolla kabur sambil bawa gaun pengantinnya, besoknya ada seseorang yang mampir kesini yaitu calon suami mbak Seolla ini, si mas Harsa."


"Hah?! Jadi mas Harsa pernah dateng kesini?" tanya Seolla pengen denger cerita ini lebih banyak.


"Dia berniat balikin gaun pengantin yang kamu bawa kabur setelah lihat labelnya punya butik ini. Tapi hari itu kami tolak karena emang bajunya udah dalam kondisi yang gak layak pake lagi." jawab Nana.


Emang sih! Seolla ingat, dia pake itu baju buat lari ditengah hujan deras, pastinya bagian bawah itu gaun udah gak berbentuk lagi gara-gara kegesek sama jalanan beraspal juga kotornya kebangetan akibat kena tanah becek.


"Gak disangkanya dia malah ganti'in harga gaun yang lumayan mahal, sekalian pesan sama kita kalo masalah gaun jangan dibahas lagi ke mbak Seolla. Dia bilang mbak Seolla lagi sedih dan terpuruk, dia gak mau kalo mbak Seolla jadi makin kepikiran ama masalah ganti rugi gaun."


Denger omongan Nana kedua mata Seolla jadi berkaca-kaca.


"Aku gak nyangka, mbak.. Ternyata mas Harsa udah sejauh itu. Padahal hari itu kita baru aja ketemu tapi dia udah mikirin aku sampe segitunya." ucap Seolla terharu.


"Makanya aku kaget banget waktu tau mbak Seolla mau nikah sama dia, tapi setelah itu jadi ikutan ngerasa seneng karena tau kalo mbak Seolla udah dapet lelaki yang tepat sebagai ganti yang kemarin." balas Nana sambil senyum tulus.


"Denger cerita mbak Nana aku jadi pengen peluk mas Harsa sekarang. Ini selesainya masih lama gak, mbak?"


"Udah selesai kok. Mau keluar sekarang? Ayo, aku bantuin." ajak Nana.


"T-tapi, mbakㅡ" Seolla kelihatan ragu-ragu mau ngomong.


"Aku kok agak takut ya? Sekalipun aku gak ada rasa ragu ke mas Harsa tapi aku takut aja, tiba-tiba keinget sama yang dulu." jawab Seolla.


Nana cuma bisa senyum maklum. "Ya udah deh kalo gitu.. Gimana kalo aku aja yang jemput mas Harsa-nya buat nyamperin mbak Seolla kesini?"


"Boleh ya, mbak?"


"Boleh banget dong."


Seolla cepet-cepet angguk. "Maaf ngerepotin ya, mbak."


"Gapapa, santai aja.. Bentar ya, mbak Seolla tungguin aja disini."


"Iya, mbak."


Gak pake lama setelah Nana pergi, pintu ruang ganti kembali terbuka. Nana udah balik lagi, tapi kali ini barengan sama Harsa yang langsung ternganga lihat Seolla disana.



"Wow.. cantik banget kamu, dek!" seru Harsa takjub.


Seolla jadi gak bisa tahan ketawa setelah lihat reaksi Harsa.

__ADS_1


"Terpesona gak sih lihat calon istri?" goda Nana.


"Banget." balas Harsa singkat dan jelas.


"Awas, mimisan ntar!" kali ini Seolla yang godain.


"Enggak lah, kecuali kalo kamu bersedia mas ajak nikah sekarang."


Seolla langsung pasang ekspresi wajah datar.


"Udah gak sabar pake banget ini kelihatannya." ucap Nana sambil ketawain reaksi Harsa.


"Jangan dengerin, mbak Nana. Emang mas Harsa ini suka bercanda aja orangnya!" sangkal Seolla.


"Mau cobain gaun yang lain gak kamu, dek?" Harsa tawarin.


"Mau coba yang lain? Ada kok, masih banyak tuh koleksinya, tinggal disesuaikan aja maunya yang kayak gimana." tanggap Nana.


"Yang ekornya panjang ada gak, mbak?" tanya Harsa.


Seolla cuma bisa elus dada denger pertanyaan calon suaminya itu.


"Ada dong! Mau yang seberapa panjang?"


"Lima meter ada?"


Nana cuma bisa ketawa aja denger omongan Harsa.


"Mas, aneh-aneh aja kamu tuh! Udah, mbak Nana.. Jangan didengerin!"


"Kan bagus, dek.. Yang berekor yang jadiin kamu kelihatan selayaknya tuan putri." bales Harsa.


"Tapi 'kan makin aneh modelnya, makin panjang ekornya, makin berat dipakenya. Mas mau lihat aku pingsan di altar gara-gara kecapekan?" tanya Seolla pake muka sebel.


"Jangan dong!" jawab Harsa cepet. Amit-amit kalo sampe si adek pingsan, bakalan nangis banget itu si Harsa.


"Aku suka yang ini, mbak.. Simpel, nyaman juga dipakenya." ucap Seolla ke Nana.


"Ya udah, mbak Nana.. Kita ambil yang ini aja, sesuai sama permintaan calon istri aku." bales Harsa.


"Jadi yang ini ya? Ya udah, yuk sisanya diselesaikan didepan aja. Mbak Seolla nanti dibantuin asisten aku ya buat lepas gaunnya." ucap Nana.


"Iya, mbak Nana."


Gak ada sepuluh menit berlalu Seolla udah selesai, dia jalan kedepan buat samperin Harsa disana. Seolla heran lihat Harsa lagi ngobrol sama seseorang yang gak Seolla kenal, mana cewek pula!


***

__ADS_1


__ADS_2