
Ednan segera bergegas dan melihat rekaman cctv pemilik toko. Setelah lama melihat akhirnya dia menumakan rekaman yang lebih jelas dibandingkan di rumah Isabel.
Terlihat pria dengan topi hitam itu tengah membuka sedikit maskernya. Dia terlihat mirip dengan foto terkini Yudha yang pernah di kirim oleh teman Ednan. Akan tetapi itu belum pasti karena foto itu masih agak buram.
"Aku harus memastikan apakah Yudha masih ada di luar negeri, kalo dia tidak ada disana berarti sudah pasti dia yang melakukan ini" ujar Ednan.
Ednan segera menemui Isabel dan Helma yang sedang menunggu di rumah. Dia memperlihatkan hasil screenshoot wajah pelaku yang bagian maskernya sedikit dibuka.
"Dia memang terlihat seperti Yudha" ujar Helma sangat mengenal pria jahat itu.
"Aku akan memastikan apakah Yudha masih luar negeri atau tidak, sebentar lagi temanku akan memberitahu aku" ujar Ednan.
"Iya aku harap bukan dia, kita tunggu saja hasilnya" ujar Helma.
Mereka berdua melihat ke arah Isabel yang tidak berani melihat wajah itu. Mereka tahu keresahan yang dirasakan oleh Isabel saat ini. Rasa takut pasti menyelimuti diri Isabel saat mengingat pria itu.
"Bel aku berjanji akan selalu menjaga kamu" ujar Ednan.
"Aku juga begitu Bel, aku gak akan biarin kamu kesepian" lanjut Helma.
"Bagaimana kalau kita tinggal disini untuk sementara, kamu ajak saja Qenzo, dia dan Nesya juga bisa belajar bersama di sini" ujar Ednan.
"Menurut kamu gimana Bel?" tanya Helma.
__ADS_1
"Kalau kalian mau aku akan senang, disini banyak kamar yang bisa dipakai" ujar Isabel.
"Kalau begitu aku akan mengabari Qenzo untuk mengemas barang, kamu tunggu sebentar ya" ujar Helma.
"Tunggu dulu, kita harus buat alasan yang masuk akal, jangan sampai mereka curiga karena kita menginap bersama disini" ujar Isabel.
"Oh iya aku hampir lupa, alasan apa yang cocok kita berikan?" tanya Helma.
"Bagaimana kalau kita bilang ini acara sebelum mereka benar-benar kuliah di luar negeri, seperti acara perpisahan?" tanya Ednan.
"Masuk akal, mereka akan setuju" jawab Helma.
"Ya sudah itu saja, tapi kita jangan memperlihatkan kecemasan pada mereka" ujar Isabel mengingatkan.
"Baiklah kalau begitu" jawab Ednan.
"Halo Ma" ujar Qenzo.
"Kamu sudah pulang sekolah?" tanya Mama.
"Sudah Ma, ini sedang makan siang dengan Nesya" jawab Qenzo.
"Bagus sekali kebetulan kalian sedang bersama, nanti sebelum kesini kamu jemput dulu barang-barang kita bersama Nesya, kita akan menginap di rumah Nesya" ujar Mama.
__ADS_1
"Ha kenapa begitu Ma?" tanya Qenzo.
"Nanti Mama beritahu kalau kalian sudah sampai sini, Mama list barang-barang yang mau kamu bawa dari pesan ya" ujar Mama.
"Baik Ma" jawab Qenzo.
"Hati-hati ya sayang" ujar Mama.
"Iya Mama" jawab Qenzo.
Melihat telepon sudah dimatikan Nesya segera bertanya kepada Qenzo. Dia melihat wajah Qenzo sempat kebingungan karena percakapan dengan Tante Helma.
"Ada apa Zo?" tanya Nesya.
"Kata Mama kami akan menginap di rumah kamu" jawab Qenzo.
"Ada acara apa?" tanya Nesya tidak mengerti.
"Aku juga tidak tahu, kata Mama akan dijelaskan ketika kita sampai ke rumah" jawab Qenzo.
"Berarti kita langsung pulang ini?" tanya Nesya lagi.
"Kamu temani aku dulu ke rumah untuk mengemas barang-barang yang akan dibawa" pinta Qenzo.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menemani kamu ke rumah mu" ujar Nesya setuju.
Mereka segera menghabiskan makan siang mereka dengan cepat. Mereka tidak sabar ingin tahu apa yang terjadi sehingga Qenzo akan menginap di rumah Nesya.