Memperbaiki Traumamu Season 2

Memperbaiki Traumamu Season 2
Bab 27 : Orang Jahat


__ADS_3

Bel sekolah berbunyi, hati Qenzo menjadi tenang saat mendengar itu. Tepat saat Bu Guru keluar kelas Qenzo segera berlari ke arah Nesya.


"Nes kamu tidak apa-apa?" tanya Qenzo khawatir.


"Wah mungkin dia sepanjang pelajaran tidak bisa fokus karena memikirkan mu" ujar Lydia menyindir Qenzo.


"Siapa yang melakukan ini padamu? kamu lihat siapa yang terakhir bersamamu di toilet?" tanya Jack pada Nesya.


Nesya hanya menggeleng tidak menjawab pertanyaan teman-temannya. Dia tidak bisa memikirkan siapa yang begitu tega menguncinya. Selama ini dia merasa tidak punya musuh di sekolah. Dia sedih ternyata ada yang menaruh benci yang sangat besar padanya hingga tega menguncinya.


"Siapa ya" guman Nesya.


"Sudah lah ayo kita pulang Zo" ujar Nesya tidak bisa menebak siapa yang melakukan itu padanya.


Di luar ruangan Lyli menguping dan tersenyum mendengar pembicaraan itu. Dia senang mereka tidak tahu bahwa dia yang melakukan itu. Lyli merasa puas karena Nesya terlihat sangat ketakutan.


"Tunggu saja kejadian berikutnya Nesya" ujar Lyli jahat.


Nesya dan Qenzo pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk. Mereka sama-sama berpikir tanpa menguntarakan satu sama lain.


Sesampainya di rumah Nesya, gadis itu langsung ke kamar tanpa mengajak Qenzo bercerita. Dia ingin istirahat dan melupakan masalah hari ini. Qenzo tidak menahan ataupun minta penjelasan. Dia tahu Nesya sedang tidak ingin di ganggu sama sekali.


"Nesya kenapa Qenzo?" tanya Tante Isabel.


"Tadi ada sedikit masalah Tante di sekolah" jawab Qenzo.


"Masalah apa Zo?" tanya Isabel lagi.


"Kalian berkelahi?" tanya Mama Helma dari belakang.


"Ayo loh pasti mereka bertengkar" ledek Om Ednan juga.


"Bukan Ma, tadi Nesya terkunci di kamar mandi" balas Qenzo.


"Ha terkunci gimana?" tanya Tante Isabel.


"Iya ada yang sengaja mengunci Nesya di kamar mandi Tante, untung nya Lydia mencari Nesya di kamar mandi dan membuka kunci dari luar" ujar Qenzo.

__ADS_1


"Astaga siapa pelaku nya? jahat sekali" ujar Isabel khawatir akan puterinya.


"Pelakunya belum diketahui Tante, tapi Qenzo akan mencari tahu" jawab Qenzo.


"Astaga aku jadi khawatir, gimana kalau ada yang menaruh dendam oada Nesya" ujar Isabel lagi.


"Udah lah Bel jangan berpikir kejauhan, mungkin ada temannya yang lagi iseng" ujar Helma mencoba menenangkan Isabel.


"Nggak Hel, ini tidak bisa dibiarkan bisa jadi permasalahannya menjadi melebar" jawab Isabel.


"Tante tenang saja saya akan selalu menjaga Nesya di sekolah" ujar Qenzo.


"Makasih ya Zo, tolong kamu benar-benar awasi Nesya di sekolah" pinta Isabel.


"Iya Tante" jawab Qenzo.


Setelah Isabel masuk ke dalam, Helma mengajak Qenzo untuk berbicara. Mereka akan membahas sampai kapan mereka akan tinggal di rumah Nesya.


"Menurut kamu kita disini sampai kapan?" tanya Mama Qenzo.


"Kalau Qenzo betah aja disini Ma, lebih ramai, kalau di rumah hanya ada kita berdua" ujar Qenzo.


"Boleh saja Ma, apalagi Nesya sedang ada masalah" jawab Qenzo.


"Ya sudah kalau begitu, kamu makan dulu ya baru istirahat" ujar Helma.


"Baik Ma" jawab Qenzo.


Isabel menemui puterinya di kamar Nesya. Dia mengetuk pintu itu tapi tidak ada suara. Isabel akhirnya masuk karena pintu itu tidak dikunci.


"Mama boleh masuk kan sayang" ujar Isabel seraya masuk ke dalam.


"Masuk aja Ma" balas Nesya pelan.


"Kamu ada masalah ya" ujar Isabel mengusap kepala puterinya dengan lembut.


"Kenapa sih Ma orang-orang pada jahat?" tanya Nesya.

__ADS_1


"Nesya dengan Mama, walaupun kamu sudah berbuat sebaik apapun pasti akan tetap ada orang yang tidak suka pada diri kita" ujar Isabel.


"Kenapa begitu Ma, kita kan tidak jahat pada mereka" ujar Nesya.


"Ya begitulah hidup Nak, kadang yang kita anggap biasa saja bisa mengganggu di mata orang lain, tidak semua orang bisa menerima kebaikan kita, bahkan sebagian orang salah paham dan malah beranggapan lain" ujar Isabel yang sangat berpengalaman menjumpai orang seperti itu.


"Pasti Mama juga merasakan seperti ini waktu dulu kan?" tanya Nesya.


"Iya sayang, yang bisa kita lakukan tetap melakukan yang terbaik yang kita bisa, terus melangkah maju karena perjalanan kamu masih panjang" ujar Mama memberi semangat.


"Terimakasih ya Ma sudah membuat Nesya lebih tenang" ujar Nesya.


"Sama-sama sayang, apa pun akan Mama lakukan demi kebahagiaan kamu Nak" ujar Isabel seraya memeluk Nesya.


Ednan yang mendengar dari luar kamar Nesya menjadi tersenyum. Dia pergi ke ruang makan untuk menemui Qenzo.


"Semuanya sudah aman" ujar Om Ednan agar Qenzo tidak lagi gelisah.


"Maksudnya Om?" tanya Qenzo tidak mengerti.


"Nesya sudah tenang, dia diberi semangat oleh Ibunya" ujar Om Ednan.


"Syukurlah kalau begitu, aku tidak begitu berguna Om" ujar Qenzo.


"Kenapa kamu bilang seperti itu, ini bukan salah kamu" ujar Om Ednan.


"Aku masih belum bisa sepenuhnya menjaga Nesya, gara-gara kelalaian ku semua ini bisa terjadi" ujar Qenzo.


"Itu sudah takdir Zo, kamu juga tidak ingin ini semua menimpa Nesya, yang terpenting kamu jangan pernah meninggalkan Nesya" ujar Om Ednan.


"Om mu benar, kamu tetap berada di sisinya saja sudah sebuah bantuan Nak" ujar Helma.


"Iya Ma, makasih ya Om" ujar Qenzo.


"Wah Qenzo kita sudah benar-benar menjadi lelaki dewasa" puji Ednan.


"Iya waktu tidak terasa, dulu aku masih menimang-nimangnya bersama Chiko" ujar Helma.

__ADS_1


"Chiko pasti sangat bangga padamu telah berhasil membesarkan Qenzo sehebat ini" ujar Ednan.


Helma tersenyum dan menatap lembut puteranya. Qenzo benar-benar tumbuh menjadi pria tampan dan pemberani.


__ADS_2