
Setiap harinya Adelio dan Elena selalu romantis, bahagia dan penuh kehangatan meskipun mereka hidup berdua dalam keadaan yang sangat sederhana.
Saat pulang kerja Adelio berencana singgah ke sebuah toko untuk membeli hadiah pernikahan mereka yang ke 1 tahun, namun uang Adelio tidak cukup banyak ia hanya mampu membelikan sebuah baju tidur untuk Elena.
"Mbak saya mau baju tidur yang ini saja warna cream ya," Deon memilih baju warna cream karena menurutnya Elena sangat cantik memakai baju tidur warna cream ini.
"Baik pak, harganya 200.000 silahkan dibayar pak," ucap pelayan toko sembari membungkus baju tidur yang sudah dipilih oleh Adelio.
Adelio pun mengambil dompetnya ia segera mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah dan memberikan kepada kasir, dengan senyum yang sumringah Adelio pun keluar dari toko ia tidak sabar pulang kerumah untuk segera bertemu dengan istrinya yang tercinta.
Sesampai di rumah ia melihat Elena sedang menunggunya di depan teras rumah mereka.
"Mau makan apa ngopi dulu ni Mas?" tanya Elena sembari tersenyum menyambut Adelio yang baru saja pulang kerja.
"Makan dulu sayang," Deon melepaskan dasinya kemudian dibantu Elena melepaskan bajunya.
Setelah itu Elena pergi ke dapur dan mengambilkan makanan untuk Adelio.
"Mas makanan sudah siap nih ayo kita makan," teriak Elena.
Adelio yang saat itu masih di kamar, langsung bergegas menuju meja makan dimana Elena yang sudah menunggunya dari tadi.
Saat melangkah ke dapur betapa kagetnya Adelio ketika melihat begitu banyak makanan yang tersedia, karena biasanya Elena memasak 1 macam lauk saja bahkan kadang hanya sayur dan telur saja untuk mereka makan.
"Dari mana kau dapatkan uang sampai bisa memasak sebanyak ini Elena?" tanya Adelio ia merasa hari itu sangat tidak biasanya.
__ADS_1
"Mas ini aku persembahkan untukmu Tara," Elena mendekati Adelio yang masih saja berdiri di depan meja.
"Tolong jawab pertanyaanku Elena?" tanya Adelio lagi merasa sangat penasaran.
"Mas aku menabung dari sisa uang belanjaku yang kau berikan untukku tiap hari, inilah hasil tabunganku selama 1 bulan kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita, tidak ada hadiah yang suprise yang bisa kuberikan untukmu, karena bagiku mengutamakan perutmu adalah hal yang paling penting dan melihatmu sehat adalah doaku setiap harinya," mata Elena mulai berkaca-kaca hingga bulir bening tumpah membasahi pipinya.
Adelio menangis mendengar perkataan Elena lalu ia memeluk Elena dengan erat. "Terimakasih telah menemaniku sampai saat ini kau rela hidup bersamaku padahal kau berasal dari keluarga kaya, aku sangat bersyukur mendapatkan wanita sepertimu Elena, maafkan aku Elena aku kira kau mendapatkan uang dari pria lain," Adelio merasa sangat bersalah kepada Elena ia sudah salah sangka ia mengira Elena mendapatkan uang dari pria lain.
"Mas kita pacaran 8 tahun, aku tahu bagaimana kehidupanmu dan aku memutuskan menikah denganmu berarti aku sudah siap menjalani kehidupan bersamamu dalam kondisi bagaimanpun itu mas, sekarang pernikahan kita sudah 1 tahun happy anniversary semoga kehidupan kita menjadi lebih baik Mas," Elena mengusap kepala suaminya dengan lembut.
Adelio melepaskan pelukannya, Lalau ia menghapus air mata Elena.
"Kamu tunggu disini aku ada sesuatu untukmu sayang," Adelio berlari menuju kamarnya ia mengambilkan hadiah yang ia belikan di toko saat ia pulang kerja tadi.
"Ini untukmu sayang, maaf aku belum bisa membahagiakanmu hanya ini yang mampu keberikan untukmu sayang," Adelio memberikan bungkusan plastik kepada Elena.
Elena sangat penasaran dengan bungkusan yang diberikan oleh Adelio. "Mas aku buka ya," Elena begitu semangat membuka bungkusan plastikyang diberikan Adelio.
"Iya sayang ayo buka cepat," kata Adelio.
Setelah dibuka Elena merasa sangat senang dengan baju tidur yang dibelikan oleh Adelio untuknya.
"Mas bajunya bagus, aku coba ya," Elena pun memakai baju tidur barunya.
"Elena kamu cantik sekali memakai baju tidur itu pas sekali ukurannya, maaf ya aku cuma bisa membelikan 1 pasang saja, aku janji lain kali kalau aku sudah gajian akan aku belikan lagi untukmu?" Adelio bahagia melihat baju yang ia belikan ternyata pas dan juga Elena sangat menyukainya.
__ADS_1
"Sungguh baju ini paling cantik diantara baju yang aku punya mas," Elena melihat dirinya di depan kaca yang ada di ruangan dapurnya.
"Aku membelikan baju tidur ini karena aku melihat dastermu sudah robek dan tidak layak untuk dipakai lagi, aku harap dengan ku belikan baju ini, kau tidak lagi memakai daster robekmu itu sayang," Adelio menyusul Elena yang berdiri di depan kaca.
"Tapi mas yang robek itulah yang Yaman dipake, aku akan tetap memakainya itu kan juga baju pemberianmu waktu pertama kita menikah," Elena sangat sayang dengan baju dasternya yang robek
"Enggak boleh dipake lagi pokoknya, itu sudah tidak layak, bagaimana jika suatu saat kau lagi memakai baju robek itu, orang tua mu datang berkunjung untuk melihatmu, pasti nanti aku akan di ejek mereka karena tidak bisa memberikan pakaian yang layak untukmu, aku tidak mau seperti itu, mana baju daster yang robek itu biar aku buang saja," Adelio meminta baju daster Elena yang robek untuk dibuangnya.
"Ehh iya aku janji enggak pake daster robek itu lagi kok," Elena terkekeh karena merasa sangat lucu dengan tingkah Adelio yang akan membuang baju robeknya.
Mereka berdua akhirnya makan bersama, Elena dan Adelio makan saling bersuapan.
"Mana mulutnya buka yang lebar dong a..aaa...," Adelio menyuapkan makanan ke dalam mulut Elena, begitupun juga sebaliknya dengan Elena.
"Mas kejadian ini sama seperti saat kita menikah, aku berharap kita selamanya akan seperti ini terus," Ucap Elena seraya mengunyah makanan yang disiapkan Adelio kepadanya.
"Aamiin aku juga berharap seperti itu sayang, makanan yang kamu masak semuanya lezat sayang, itu sebabnya selama aku menikah denganmu aku tidak pernah makan diluar, kecuali saat kita berdua keluar," Adelio memuji masakan istrinya.
"Bisa aja kamu, padahal dulunya aku nggak tau masak Mas, ini juga berkat kamu yang ngajarin aku masak, aku juga sangat bersyukur punya suami yang pandai mengajariku masak, bukan malah mengejekku tidak pandai masak kamu memang suami paling the best mas kamu bisa menerima kekurangan aku," kata Elena.
"Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan intinya kita saling melengkapi sayang," Adelio tersenyum menatap Elena.
Keduanya terus saja ngobrol berdua, malam harinya Adelio mengajak Elena keluar untuk mengunjungi orang tua Elena kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah orang tua Adelio yang kampungnya tidak jauh dari tempat mereka tinggal.
Bersambung.
__ADS_1