Menanti Pelangi Diujung Senja

Menanti Pelangi Diujung Senja
Hanya sebatas menikahi saja


__ADS_3

Saat pagi Adelio merasa ada yang aneh, ia merasa ada sesuatu yang berada ditubuhnya, ia pun membuka matanya secara perlahan betapa kagetnya ia ketika melihat Shela yang tidur diatas dirinya.


"Akhhh bangun ngapain kamu disini berat tau," Adelio mendorong tubuh Shela secara sembarangan hingga Shela terjatuh


"Awww sakit Mas, tega kamu ya sama istri sendiri," Shela menggosok pinggangnya yang terasa sakit karena jatuh di dorong oleh Adelio.


"Istri dari Hongkong, istri yang tidak aku akui," gumam Adelio secara pelan namun tidak di dengar oleh shela


Shela tetap berusaha agar Adelio terbiasa dengannya, kemanapun Adelio pergi ia selalu mengikutinya.


"Apaan sih pergi jauh dariku, jangan ikut aku!" Adelio merasa risih dengan Shela yang selalu ingin dekat dengannya.


"Mas kamu itu suami aku lo, wajar kan kalau aku pengen dekat sama kamu, aku juga sebagai istri ingin diperhatikan," Shela terus mendekat dimanapun Adelio duduk.


"Dengar ya Shela aku menikahi kamu karena aku menghargai Papa mu bukan karena mencintaimu, aku hanya mencintai istriku yang disana, jadi kau jangan berharap minta dilayani lebih kita hanya menikah diatas kertas saja ingat itu!" Adelio pergi dari hadapan Shela.


"Awas ya mas kita lihat saja nanti aku pastikan kau akan mencintaiku," Shela mulai memikirkan rencana jahatnya karna Adelio susah diajak secara baik-baik olehnya.


Adelio keluar dari kamar mandi, ia mengambil baju kerjanya dan bersiap akan pergi kerja.


"Mas untuk apa pergi kerja, kita kan masih cuti, sebaiknya kita pergi honeymoon saja," ujar Shela yang berusaha mencairkan suasana.

__ADS_1


"Kamu tu nggak ngerti dibilangin ya, aku tuh nggak suka sama kamu, biarin aku akan tetap pergi kerja," Adelio tetap memakai baju kerja dan setelah itu ia bergegas pergi dari kamar Shela.


Baru saja melangkahkan kaki dari kamar Shela, Pak Steven memanggilnya.


"Del ... Adelio," kata pak Steven sembari melambaikan tangannya kepada Adelio yang terlihat agak jauh dari pandangan matanya.


Adelio terpaksa membalikkan badannya ketika mertua sekaligus pimpinannya itu memanggilnya.


"Kamu jangan kerja dulu, happy-happy dulu dong dengan Shela, oh ya saya sudah siapkan tiket untuk kalian honeymoon, nih ambil semoga menyenangkan," Kata Pak Steven sembari memberikan sebuah amplop yang berisikan dua buah tiket untuk mereka honeymoon.


Adelio tidak bisa menolak jika sudah berhadapan dengan Pak Steven, ia menerima pemberian dari pak Steven kemudian kembali ke kamar Shela.


"Cepat ganti bajumu sekarang," titah Adelio.


"Dasar wanita bodoh! aku bukan menyuruhmu membuka baju untuk melayaniku, cepat ganti baju mandi kita pergi honeymoon sekarang juga!" titah Adelio dengan suaranya yang menggelegar.


Shela pun beranjak menuju kamar mandi seraya menggerutu,"Kasar sekali jadi laki, kupastikan kau akan bertekuk lutut kepadaku nanti, kita lihat saja nanti mas, aku yakin sebentar lagi kau tidak akan mau jauh dariku."


Shela mengguyurkan tubuhnya menggunakan air shower, ia sengaja mandi berlama-lama karena ia ingin mencari perhatian dari Adelio.


"Lama betul mandinya, entah apa yang digosok sampai lama kayak begini," Adelio gelisah mondar mandir di dalam kamarnya, tak sabar menunggu akhirnya ia pun menggedor kamarandinya.

__ADS_1


"Shela! cepat keluar lama kali mandinya!"


"Bentar belum siap ini Mas, atau mas pingin mandi sama aku sini masuk aja," sahut Shela dengan suara yang menggoda Adelio.


"Ih amit-amit aku sedikitpun tidak tergoda dengan kau Shela, istriku lebih cantik darimu," gumam Adelio dari depan pintu kamar mandi.


Tak lama kemudian Shela keluar dari kamar mandi dan mengambil alat make up nya, ia mengaplikasikan ke wajahnya hingga terlihat wajahnya menjadi semakin terlihat cantik.l dengan make up flawles yang ia inginkan.


Seraya menunggu Shela sedang berdandan Adelio mengambil ponselnya ia mencari kontak istrinya Elena, ia pun mengirim pesan melalui WhatsApp.


"Sayang, I love You tetaplah setia kepadaku sampai kapanpun."


Pesan singkat dari Adelio pun langsung dibalas oleh Elena dengan cepat.


"I love you too Mas, Jaga dirimu selalu aku disini selalu menjaga diriku untukmu mas," Elena membalas pesan dari suaminya.


Membaca pesan singkat dari Elena, Adelio merasa sangat bersalah karena telah menikahi Shela tanpa sepengetahuan Elena, tapi ia berniat hanya sebatas menikahi Shela saja tidak bermaksud menganggap sebagai istri sungguhannya karena walaupun demikian ia tetap menyayangi istrinya Elena.


***


Dikala senja mulai terbenam Elena selalu menghabiskan waktunya di pantai untuk sekedar bersantai menikmati indahnya sore hari ia memandang kaki langit yang berwarna jingga yang tampak sangat indah sore itu.

__ADS_1


"Mas Adelio aku menanti kau kembali, aku rindu Mas dengan candamu yang selalu menghiasi hariku Mas pulanglah walau sebentar saja," Elena terus bergumam dalam hatinya sembari duduk di bibir pantai yang diterpa oleh ombak.


Bersambung.


__ADS_2