Menanti Pelangi Diujung Senja

Menanti Pelangi Diujung Senja
Kedatangan Joko


__ADS_3

Elena saat itu memang hanya mengurus rumah tangga, ia tidak dibenarkan oleh Adelio bekerja di luar rumah, karena Adelio tidak mau dianggap remeh oleh orang tua Elena, terlebih lagi Elena anak bungsu yang paling mereka sayang.


Setiap hari Adelio menghubungi Elena melalui video call, membuat Elena terhibur dan sedikit terobati rasa rindunya kepada sang suami.


Meskipun tinggal sendirian di rumah Elena selalu mandi terlebih dahulu sebelum sebuah, sehingga membuat kulitnya lembab dan menjadi terlihat awet muda. Pagi itu setelah selesai sholat subuh ia pergi ke pasar untuk membeli sayur dan lauk untuk masak.


"Eh mbak Elena makin hari makin cantik aja, pake skincare apa? bagi dong resepnya kulit juga kenceng begini," kata Bu Endah seraya menghampirinya.


Mendengar suara Bu Endah yang melengking, Bu Indah yang sedang menjemur pakaian juga ikut nimbrung, karena rumah mereka sangat berdekatan.


"Iya nih Mbak Elena aku mau tau juga dong, lihat kulitku kusam, aku takut suamimu berpindah hati," kata Bu Indah.


"Aduh Ibu berdua bisa aja, saya enggak pake skincare buk beli skin care mahal nggak mampu, uang cuma cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja," kata Elena tertunduk malu.


"Aduh Mbak kalau itu mah kita juga sama ya kan buk Endah, pasti ada tips lain nih aku yakin banget deh, aku setiap kali lihat wajahmu adem gitu," kata Buk Indah menyolek Bu Endah ia sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Elena sehingga nampak awet muda dan berseri.


Karena melihat Bu Indah yang sangat ingin tahu Elena pun mengatakan sebenarnya apa yang ia pakai. "Ibu berdua jangan kaget ya saya cuman pake yang murah aja buk fair n lovely tapi hasilnya bagus banget, selain itu sebelum subuh saya sudah mandi, terus setiap abis sholat saya mengamalkan surah Yusuf ayat 4 dan juga surah al-waqiah ayat 35-38 begitu buk, cukup simpel kan buk," kata Elena yang saat itu berdiri di antara Ibu Endah dan juga Indah.


"Waduh gampang sekali ternyata, kalau begitu aku juga mau mengamalkannya Buk," kata Buk Endah.


"Iya ternyata resepnya gampang banget, aku pamit dulu kalau gitu Buk Elena, buk Endah saya lanjut mau masak," kata Bu indah ia kembali pulang kerumahnya.


Sementara itu Bu Endah dan Elena lanjut pergi ke pasar membeli kebutuhan yang akan dimasak hari ini.


***


"Pak berhentilah menjodohkan Elena dengan Joko, Elena itu istrinya Adelio untuk apa mereka juga hidup sudah bahagia," Ibu Tuti mencegah pak Ujang menghubungi Joko.


"Ibuk lepasin tanganku, biarkan saja Elena itu tertekan sekarang dia tidak cocok dengan Adelio, sebentar lagi Joko akan datang," Kata Pak Ujang seraya menepis tangan Bu Tuti yang hendak merebut handphone dari tangannya.


Pak Ujang pergi meninggalkan Ibu Tuti sendirian, namun Bu Tuti berusaha mengejarnya.

__ADS_1


"Pak ... pak ...bapakkkkkkkkk," teriak Bu Tuti.


Namun Pak Ujang tidak memperdulikan Bu Tuti, ia terus pergi ke rumah Elena untuk memastikan Elena ada di rumahnya.


Namun, belum sampai ke rumah Elena, Pak Ujang bertemu dengan Joko di tengah jalan menggunakan mobil mewahnya.


"Pak Ujang mau kemana!" teriak Joko yang saat itu berhenti di jalan karena melihat pak Ujang.


Pak Ujang mencari arah suara yang memanggilnya,"Siapa yang memanggilku tadi."


Ia pun menoleh kesamping, dan melihat Joko yang berada di dalam mobil menggunakan kacamata hitam.


"Eh Joko kamu sudah datang," pak Ujang turun dan menghampiri Joko.


"Sini masuk Pak sama aku aja," Joko membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Pak Ujang masuk.


"Ayok kita langsung saja ke rumah Elena," Pak Ujang menunjuk ke depan arah rumah Elena tinggal.


Joko menjalankan mobilnya dan pergi ke rumah Elena, selang beberapa menit mereka pun sampai di depan rumah Elena.


"Aku yakin kau akan terpesona dengan ketampanan ku ini," gumam Joko seraya meniup kacamata lalu memakainya.


"Elena buka pintunya, ini bapak!" teriak pak Ujang ia sudah tidak sabar untuk mempertemukan Joko dengan Elena.


"Ngapain lagi sih bapak, gangguin orang lagi mau masak aja," Elena saat itu yang masih di dapur langsung bergegas menuju pintu dan membukanya.


Tanpa Elena menyuruh masuk Pak Ujang langsung masuk ke rumah Elena.


"Bapak mau ngapain kesini?!" tanya Elena heran karena tidak biasanya Pak Ujang datang ke rumah pagi-pagi biasanya pak Ujang ke sawah dan melihat anak buahnya bekerja.


"Ada seseorang ingin sekali bertemu denganmu Elena, Joko kemarilah!" teriak pak Ujang yang masih melihat Joko berada di samping mobilnya.

__ADS_1


Joko menuju Pak Ujang dan Elena.


"Perkenalkan saya Joko," ucap Joko sembari mengulurkan tangannya kepada Elena.


Namun Elena hanya diam saja, dia hanya menyebutkan nama nya saja secara ketus di hadapan Joko.


"Elena, Joko ini akan melamarmu untuk dijadikan istrinya, dia ini pria yang sangat kaya raya hidupmu akan terjamin kalau bersamanya," pak Ujang memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan Joko datang menemuinya.


"Apa bapak sudah gila ya, aku ini masih saja istri Mas Adelio, kenapa masih nekat menjodohkan Elena dengan lelaki hitam ini," Elena tidak mau dijodohkan dengan Joko karena ia istri sah Adelio dan sangat mencintai Adelio walau bagaimanapun keadaanya.


"Bapak tidak mau tau, kau harus menikah dengannya urusanmu dengan Adelio nanti biarkan bapak yang mengurusnya, kau harus pisah dengannya," Kata Pak Ujang.


"Tidak pokoknya aku tetap ti-" Pak Ujang menutup mulut Elena sehingga membuatnya terhenti untuk bicara.


"Joko, kamu silahkan berbincang dulu dengan Elena, bapak masih ada urusan di sawah dan di peternakan bapak," Pak Ujang meninggalkan Joko dan Elena di rumahnya.


Elena merasa sangat tidak nyaman ketika ada laki-laki lain di rumahnya, ia ingat betul pesan Adelio yang harus menjaga dirinya jika jauh darinya.


"Pergi kamu! aku ini istri orang tidak sepantasnya aku berduaan dengan laki-laki lain!" Elena mengusir Joko yang masih duduk di ruang tamunya.


"Ehh jangan galak atuh neng, sebentar lagi kamu akan jadi istriku, memang anak pak Ujang ini cantik kali lah," Joko mendekati Elena dan memegang tangan Elena.


"Lepaskan tanganku!" Elena berusaha menepis tangan Joko namun ia tidak bisa ia hanyalah wanita lemah yang tidak berdaya.


"Cantiku, jangan melawan kalau kau melawan kau akan merasakan sakit ditubuhmu, percayalah kepadaku setelah kita menikah kau tidak akan tinggal di rumah gubug seperti ini lagi, apa yang kau mau akan aku berikan semuanya untukmu sayang, tapi syaratnya kau harus menikah denganku," Joko menempelkan wajahnya di telinga Elena, hal membuat Elena semakin bergetar ketakutan.


"Pergilah dariku atau aku akan berteriak biar tetangga keluar melihatmu menyiksaku seperti ini," kata Elena.


"Aku tidak takut Elena, kau jangan berteriak atau aku akan menikmati tubuhmu ini, aku rasa kau sangat kesepian," nafas Joko turun naik tidak karuan ia sangat tergoda dengan kecantikan Elena.


Entah itu kekuatan dari mana Elena menendang bagian sensitif Joko sangat kuat hingga membuatnya kesakitan, dan kini Elena bisa terlepas dari pelukan Joko.

__ADS_1


"Alhamdulillah aku selamat," Elena dengan cepat pergi dari rumahnya dan membiarkan Joko sendirian yang kesakitan karena tendangan dahsyatnya.


Bersambung.


__ADS_2