Menanti Pelangi Diujung Senja

Menanti Pelangi Diujung Senja
Permintaan bos


__ADS_3

Pimpinan Adelio mempunyai seorang anak gadis yang bernama Shela, ia dibesarkan di Indonesia namun setelah ia dewasa ia pindah mengikuti Papa dan Mamanya ke Thailand, Shela merupakan gadis yang mandiri, dia sangat pandai mencari uang sendiri, tetapi sampai umurnya 27 tahun ia belum menikah dan tidak memiliki pacar.


Ia hanya fokus belajar dan bekerja sehingga untuk melirik pria pun tidak ada waktunya, tetapi entah kenapa saat pertama kali ia melihat Adelio ia langsung terpesona dan ingin memiliki Adelio.


Terbesitlah difikirannya untuk meminta bantuan Papanya agar ia bisa mendapatkan Adelio.


Derap langkah kaki Shela terdengar begitu keras ia akan menemui Papanya di ruangan Papanya.


"Pa, siapa programmer Papa yang berasal dari Indonesia itu?" tanya Shela sembari menarik kursi dan duduk di depan Papanya.


"Oh itu Adelio, kenapa dengannya ada yang salah dengan pekerjaannya?" Pak Steven balik bertanya kepada putrinya yang terkenal keras kepala itu.


"Enggak sih Pa, cuman aku merasa ada yang beda darinya, Papa tau kan aku nggak pernah jatuh cinta dengan laki-laki, meskipun banyak laki-laki tampan yang mengejarku, tapi baru kali ini Pa aku merasa sangat tertarik kepada Adelio, aku mau menikah dengannya," Shela bersikeras agar dirinya bisa mendapatkan Adelio.


"Tapi Shela! dia itu sudah menikah, dia mempunyai istri yang sekarang di Indonesia, apa kamu mau menikah dengan pria yang sudah beristri, aku tidak membenarkan keinginanmu ini!," Pak Steven sangat tidak suka jika putrinya menyukai seorang yang sudah beristri, dia khawatir kalau kehidupan kedepannya akan menjadi rumit.


"Pa aku tidak mau tau itu mau dia bujangan kek, sudah menikah apa segala macam pokonya dia harus menikah denganku, aku yakin dia lelaki yang baik buktinya dia bisa membuatku jatuh cinta kepadanya tanpa kami saling mengenal! Papa harus mengabarinya sekarang juga kalau tidak aku akan mencelakai diriku sendiri Pa!" Shela mengancam Papanya, apapun keinginan Shela harus dituruti kalau tidak ia akan menjadi brontak, dan membuat hal gila.


"Aku tunggu keputusan sampai besok Pa, kalau bisa secepatnya aku akan menikah dengannya," Shela keluar membanting pintu ruangan Papanya.


Pak Steven menjadi pusing dengan sikap Shela yang begitu keras tidak bisa dibantahkan, ia terpaksa memanggil Adelio untuk membicarakan hal ini dengan Adelio.


"Adelio, tolong aku nikahi Shela anakku, ku rasa kau adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan cocok untuk Shela aku sudah memikirkan hal ini," kata Pak Steven dengan nada yang cukup serius.


"Kenapa harus aku pak, bukan kah bapak tau aku sudah mempunyai istri maaf sekali pak aku tidak bisa menikahi Shela, saya juga tidak mengenalinya," Adelio merasa tidak kenal dengan Shela ia bersikeras tidak mau menerima permintaan pimpinannya itu.

__ADS_1


"Adelio, setelah kau menikah dengan Shela akan ku naikkan gajimu 2 kali lipat, dengan begitu hidup istrimu yang di Indonesia akan terjamin, oh ya kalau kau menikahi Shela tidak perlu susah mencari uang dia cukup pintar dalam mencari uang, dia juga mempunyai bisnis butik pengantin yang terkenal di Filipina, ayolah nikahi dia demi aku Adelio," Pak Steven terus membujuk Adelio agar mau menikah dengan Shela.


Adelio merasa sangat sulit menerima hal ini, karena hatinya teriisi oleh Elena, bagaimana mungkin ia akan menikah dengan perempuan lain pikirannya menjadi sangat kacau.


"Adelio, ingat pertama kali siapa yang menerimamu disini, siapa ya g mengajakmu kerja disini, semuanya aku, apakah kau tidak bisa berkorban demi pimpinanmu," Pak Steven terus menghasut Adelio agar tetap menikahi Shela.


Mendengar ucapan Pak Steven ia merasa berhutang Budi dengannya, dengan berat hati Adelio pun menerima permintaan pak Steven.


"Maafkan aku Elena, aku tidak bermaksud untuk mengkhianatimu, aku hanya menikahi perempuan itu saja tapi aku tidak akan melayaninya sebagaimana aku melayaninya," Adelio bergumam dalam hatinya, pilihan yang ia pilih sangat berat tapi bukan berarti ia menerima Shela melainkan hanya karena menuruti semua keingin Pak seteven yang telah banyak membantunya saatnya ia membalas Budi pak Steven.


"Baiklah pernikahan akan di gelar besok di rumahku," kata pak Steven terlihat senyumnya sangat lebar, tandanya ia sangat senang akhirnya Adelio menerima permintaanya untuk menikahi Shela.


Pak Steven menghubungi Shela memberitahukan bahwa Adelio akan menikah dengannya besok di rumahnya.


***


Keesokan harinya, Adelio sudah mengenakan baju pengantin begitupun dengan Shela kini ia terlihat semakin anggun dengan balutan hijab dan sunting dikepalanya.


Tidak ada raut bahagia di wajah Adelio,.ia bahkan sedih setelah menikahi Elena ia menikah lagi dengan wanita yang tidak ia kenali dan tidak ia inginkan dalam hidupnya.


"Bismilah, maafkan aku Elena aku tetap mencintaimu, aku tidak menyukai perempuan ini," Adelio terus bergumam dalam hatinya ketika akan melangsungkan ijab kabul dengan Shela.


Pernikahan Shela dan Adelio digelar sederhana saja, dihadiri para keluarga Shela dan juga teman-temannya saja.


Adelio mengucapkan ijab kabul dengan jelas dan lancar kini keduanya telah sah menjadi suami istri, Shela mencium tangan Adelio, ia merasa sangat tidak suka berada di dekat Shela, namun melihat Pak Steven yang sedang tersenyum ia pun berpura-pura memegang pundak Shela.

__ADS_1


"Duh andai saja, ini bukan permintaan Papamu aku tidak akan menurutinya!" batin Adelio menatap tajam ke dalam mata Shela yang tengah berbunga hatinya.


"Akhirnya kau menjadi milikku, akan ku pastikan aku akan menjadi istri yang baik untukmu," gumam Shela dalam batinnya.


Karena acara pernikahannya sudah selesai Adelio dan Shela kembali ke kamar namun Adelio tidak mau masuk ke kamar Shela tapi shela tetap menarik tangannya sehingga ia pun terpaksa masuk ke dalam kamar Shela yang sudah dihiasi berbagai dekorasi.


Adelio duduk di atas tempat tidur, sementara itu Shela sibuk melepaskan sunting yang menghiasi kepalanya, kemudian ia melepaskan bajunya.


"Eh ngapain buka baju disitu kamu tidak malu sama aku!" teriak Adelio yang menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


"Ngapain malu sayang, kita kan udah sah suami istri, tubuhku ini halal untukmu sayang," Shela mendekati Adelio yang sedang menutup wajahnya.


"Astaga ... astaga jangan sampai aku tergoda olehnya, diriku hanya untuk Elena," Adelio terus bergumam dalam hatinya.


Sementara itu, Shela melepaskan tanjak yang masih dikenakan di kepala Adelio, setelah itu tangannya mulai membuka baju Adelio.


"Jangan! aku bisa membukanya sendiri," kata Adelio ia menghentikan tangan Shela yang membuka kancing bajunya.


"Kenapa sayang, kau seperti perjaka saja bukankah kau sudah pernah menikah sebelumnya, aku yakin sekali kau pasti lapar, sudah lama kan kau mejalani LDM dengan istrimu," Shela kembali meneruskan membuka kancing baju Adelio.


Mata Adelio pun membesar, "Aduh gawat jangan sampai terjadi sesuatu antara aku dan dia," kata Adelio dalam hatinya


"Kau Ini, masih siang tau kenapa kau yang menggodaku apa kau tidak malu harusnya aku yang menggodamu dasar perempuan gatal," ejek Adelio.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2