
Desa Lapuk
Desa itu bukanlah desa asal desa, ia di jaga oleh seorang Gangster & Geng lainnya yang mempunyai keahlian dalam merekrut seseorang untuk suatu tugas yang misterius. Dan disini juga terdapat banyak rumah yang biasa saja tetapi, jika diliat di dalamnya itu terdapat banyak sebuah kamar yang terjaga oleh geng itu dan salah satunya adalah Athur yang kini sedang tidak sadarkan diri akibat minuman kerasnya.
"Dia selanjutnya" Tanya wanita itu pada Bodyguardnya.
Bodyguard itu pun pergi tanpa wanita di sampingnya itu. Dengan keadaan yang sunyi wanita itu menatap tajam kearah Athur yang sedang tertidur seakan-akan ia seperti ingin memangsanya. Ia meniupkan sebuah percikan asap dari bibirnya dan kemudian athur terbangun dari tidurnya dan melihat di sampingnya ada seorang wanita yang cantik sangat dekat dengan dirinya ia pun menatapnya dan melihat kearah bibirnya. Tetapi setelah itu terjadi keadaan Athur menjadi tak terkendali,bahkan tubuhnya pun bergetar-getar seolah-olah mengalami kerasukan tetapi bukan. Wanita itu meniupkan lagi asap yang keluar dari bibirnya dan menyembuhkannya, setelah itu Athur tertidur.
Wanita itu pun pergi bersama bodyguard nya keluar rumah dan entah kemana.
Keheningan menyelimuti rumah itu dan seseorang datang dengan cara mengendap dengan perlahan, langkah kaki itu melangkah lebih jauh masuk ke dalam sebuah ruangan yang dipenuhi oleh beberapa kamar. Ia menoleh kesan dan kemari seperti pencuri yang takut ketahuan oleh pemiliknya seperti nya ia sedang mencari sesuatu yang hilang darinya. Ia melihat kamar itu dan membuat nya menjadi kebingungan
" Sebenarnya dia ada dimana " gumam orang itu.
Ia mencarinya dengan sebuah firasat bahwa dia berada di dalam kamar yang paling ujung dan ternyata firasat itu mengatakan dengan benar, ia mencoba membangunkan dia yang sedang tertidur dengan perasaan penuh ketakutan. Dia Arthur pun membuka matanya perlahan dan tersadar, dalam sadarnya ia melihat disekelilingnya bahwa dirinya berada di tempat yang asing.
"Dimana ini mengapa seperti bukan di kamar ku" ujar Athur melihat kearah seseorang itu dengan tatapan syok.
"Athur.Syyyyttt,,,Diam ini aku Klaudia"
Seseorang itu memberitahu kan dirinya bahwa dirinya adalah Klaudia. Ia sengaja mengikutinya saat di club tadi, ia merasa aneh saat seorang wanita tiba-tiba muncul dengan seorang bodyguard dan membawanya pergi kemudian ia membuntuti mereka tanpa sepengetahuannya.
" Klaudia, mengapa kamu ada di sini" Tanya athur dengan perasaan kagetnya.
Athur kira klaudia masih mencintainya tetapi perkiraan nya itu salah, klaudia hanyalah khawatir saat mantan pacarnya di bawa pergi seseorang yang tak di kenal.
Saat itu Klaudia juga menghubungi Ketty tetapi tidak di angkat olehnya. Dan saat ini
suara handphone itu berbunyi dengan pelan.
" Hallo klaudia maaf tadi aku sibuk, ada apa kamu menelpon ku tumben sekali" Tanya Ketty menelpon.
" Bantu aku Ket, disini aku bersama Athur di sebuah kamar yang sangat aneh" pinta klaudia.
Dengan permintaan nya klaudia mengirimkan sebuah Sherlock padanya. Ketty melihat pesan Sherlock itu dan menuju padanya.
Dengan mobil yang ia tumpangi memiliki sedikit kendala yaitu bannya pecah dan harus di ganti. ia menunggunya sangat lama sampai jam menunjukkan tengah malam.
Zeksen yang baru saja pulang dari kantor nya melihat ruangan kekasihnya terlihat kosong bahkan ia pun mencarinya dimana-mana.
"Kebiasaan banget sih tengah malam gini suka ngilang tanpa memberi tahu dulu" Ujar zeksen dengan kesal.
Ketty menuju rumah itu dan memantaunya, ia berjalan mengendap-endap kedalam rumah dengan perlahan, namun dalam sebuah ruangan yang gelap itu ia melihat sebuah kamar yang begitu banyak, ia melihat setiap sudut kamar itu dan menemukan sebuah ciri khas yang berbeda seperti ciri khas dengan warna dan coraknya.
Ciri khas sudut kamar
Merah
bercorak mawar hitam
Ungu
__ADS_1
bercorak Harimau buas
Orange
bercorak seperti patung manusia
Hitam
bercorak Kampak tajam
Coklat
bercorak sebuah pedang
Itulah yang ia lihat dari semua sudut kamar itu,ia ingin memasuki satu persatu kamar itu tetapi seseorang telah memanggil nya dengan pelan dalam sebuah ruangan kamar lain.
"Ketty disini" Sorak Klaudia dengan pelan.
Ketty menengok kebelakang dan berjalan kearahnya. Saat ia berjalan sebuah klakson mobil berbunyi dari arah luar dan Ketty pun berlari kearah kamar itu.
Ketty melihat mantannya athur yang sedang berbaring tak sadarkan diri ia menanyakan pada klaudia apa yang sebenarnya terjadi dan klaudia pun menjelaskan nya dengan rinci bahwa ia melihat athur dalam keadaan mabuk dan ia pun mengikuti nya dari belakang dan setelah itu ia tiba disini di sebuah ruangan ini dan aku klaudia sengaja mencarinya.
" Hey klaudia, bagaimana kamu menemukan ruangan ini bahkan ruangan ini nampak sama? " ujar Ketty dengan perlahan.
Klaudia memberitahu kannya bahwa sebuah firasat nya menunjukkan kalau dia ada di ruangan ini.
"Hanya dengan firasat saja, wah hebat" ujar Ketty mengujinya.
Suara dengan beberapa langkah kaki berjalan dengan cepat menunjukkan kedatangan orang -orang itu
" Sssstt, diam dia datang" gumam klaudia pada Ketty.
Saat mereka sedang mengawasi orang itu tiba-tiba athur tersadar dan mengatakan di dalam hatinya bahwa sebenarnya ada dimana ia sekarang, athur linglung dan ia melihat kearah pintu itu ada 2 orang wanita yang ia kenal.
" Siapa kalian?" Ujar athur.
Mereka memalingkan wajahnya kearah athur dengan bibir yang tersenyum
" Kalian, sedang apa kalian disini?" Tanya athur padanya.
Ketty mendengar seseorang mengatakan beberapa perintah, saat athur hendak bicara ia membungkamnya.
"Stttt" bisik Ketty padanya.
Beberapa langkah kaki terhenti dan bicara.
" Jangan sampai kalian lengah tetap awasi ruangan-ruangan itu" Ujar wanita itu memerintah.
"Baik, bos akan kami lakukan semuanya" Jawab orang suruhannya itu dengan tegas.
Wanita dan bodyguard itu pergi lagi saat mereka baru saja sampai entah kemana sebenarnya mereka pergi dengan terburu-buru sampai-sampai mereka tak sempat melihat keadaan orang yang baru saja ia sekap di ruangan itu.
__ADS_1
"Sepertinya mereka menculik seseorang lagi" Ujar Ketty pada mereka berdua.
"Apa yang terjadi sih sebenarnya?" Tanya athur dengan sejelas jelasnya, Karena dari tadi ia bingung dengan keadaan seperti ini.
Klaudia menjelaskan bahwa sebenarnya...menatap kearah nya dengan rasa bersalah.
"Mereka telah menculik mu thur"
"Apa menculik? Kenapa aku? Apa salahku?" Tanya athur beberapa kali.
" Aku juga tidak tau thur" Gumam klaudia dan tertunduk sedih.
"Oyah.sebenarnya aku mengikuti mu dari belakang saat kamu berada di luar rumahku, aku hanya ingin tau apakah kamu tulus minta maaf padaku atau ada alasan lain. Tetapi yang aku lihat kamu malah mabuk dan seseorang membawa kamu jadi aku mengikuti mobil yang mereka tumpangi dan sampai lah pada tempat ini" Ujar klaudia menjelaskan nya secara rinci pada nya.
Klaudia merasa bersalah padanya dan hanya penjelasan nya saja yang bisa mengurangi kesalahannya. Tetapi ada bagusnya juga dia mengikutinya dari belakang jadi ia tau bahwa seseorang akan menculik nya.
Saat mendengar semua itu wajah Athur menjadi memerah karena mantannya masih memperdulikan nya dan ia pun tersenyum kecil.
"Di saat seperti ini kmu masih sempat tersenyum thur,dasar aneh" Ujar klaudia padanya.
Ketty yang melihat itu semua ia tidak memperdulikannya lagi. Yang ia pedulikan dan pikir kan saat ini hanyalah Zeksen yang mungkin merasa khawatir padanya saat ia tidak ada di kamarnya saat ini.
Dengan rasa khawatir yang mendalam ia mondar-mandir tanpa henti ia terus memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menemukan nya.
Saat ia sedang merasa risau ia mengingat sesuatu yang akan membuat dirinya menemukan kekasihnya.
" Iyah gelang. Aku harus menemukan gelang mutiaranya ia pernah memberikan padaku tapi aku mengembalikan padanya saat ia tau sebenarnya siapa diriku" Ujar Zeksen pada diri sendiri.
Ia mencari gelang itu dan tak pernah menemukannya, saat ia hendak mencuci wajahnya karena kesal, ia menemukan gelangnya di sebuah rak yang penuh dengan pembalut ia pun merasa jiji dan tersenyum geli.
" Iiiii apa ini, dasar wanita bodoh mengapa ia taruh gelang berharga ini di tempat yang seperti... tau ahh kesal" Ujar zeksen merasa kesal.
Ia tidak peduli lagi soal kekasihnya menaruh gelang itu dimana yang terpenting sekarang hanyalah menemukannya.
Ia keluar dari kamar itu dan berjalan perlahan lahan ia ingin memastikan apa yang mereka lakukan saat ini, dan ia melihat nya, mereka semua tertidur dengan pulas.
" Guys cepetan pergi dari sini mumpung mereka masih tertidur,dan yah sekarang kamu pakai mobil aku aja dan mobil kamu nanti aku yang pakai" pinta Ketty padanya.
Mereka berdua pun pergi dari rumah itu hanya Ketty yang belum pergi karena ia kehilangan handphone nya di ruangan itu.
" Dan kamu ket,kamu mau kemana" Tanya Athur
" Aku mau ngambil handphone aku dulu ketinggalan soalnya, kalian duluan saja" Jawab Ketty langsung pergi ke rumah itu.
"Akhirnya aku menemukan juga handphone ku" gumam Ketty menemukan handphone nya . Saat ia berjalan perlahan keluar dari rumah itu suara handphone nya berdering sangat kencang sehingga membangunkan semua penjaga itu.
" Hei kau mau pergi kemana" ujar penjaga itu dan mengejarnya.
Ketty mendengar semua dan langsung melarikan diri, ia berlari dengan cepat dengan di ikuti oleh penjaga itu. Saat mereka saling mengejar tiba-tiba Zeksen datang menggunakan gelang mutiara itu.
Zeksen sudah tau kegunaan gelang mutiara itu dan ia mempergunakannya untuk menemukan segera kekasihnya. Ia menaruh gelang mutiara itu pada Kepalanya dengan sedikit kekuatannya ia melacak keberadaan nya dan ia bisa melihatnya dengan jelas dimana ia berada? dan sedang melakukan apa? semuanya sangat jelas,Lalu ia muncul di sebuah perdesaan dan rumah ini.
Ia masuk ke rumah itu dan melihat beberapa kamar yang sekarang tak terjaga itu. ia mencari kekasihnya ke ruangan lain tetapi matanya tertuju pada kamar-kamar itu. ia berjalan dengan cepat dan mencari-cari dimana dia berada tetapi ruangan-ruangan itu kosong tidak ada siapapun, ia pergi keluar dari ruangan itu dan berhenti di tempat ia tadi berdiri, ia menatap tajam kearah kamar-kamar itu dan menyentuh setiap corak yang ada di setiap sudut kamar itu. Entah mengapa setiap ia menyentuh corak-corak itu warna dari corak itu menjadi sangat pekat.
__ADS_1
Kaki yang tadinya maju ke depan dan sekarang mundur kebelakang, ia kebingungan entah harus memilih mana dulu yang harus ia masuki kamarnya. Mata hati tidak pernah salah, jadi ia memilih untuk membuka corak harimau buas yang berarti berwarna ungu.