Mencari Cinta Di Alam Nyata Manusia

Mencari Cinta Di Alam Nyata Manusia
Kastil in the Moonlight


__ADS_3

Kastil di bawah sinar bulan.


Saat menjelang malam, mereka sampai pada sebuah rumah, mereka menatap tajam rumahnya, tiba-tiba mereka melihat sebuah rumah kastil di bawah sinar bulan yang sangat indah namun nyatanya sedikit seram.


Kastil itu tampak gelap dan sunyi tetapi, ia juga bisa terang karena sinar bulan.


Zeksen menatap sinar rembulan dan mengatakan " jangan biarkan sesuatu terjadi lagi padanya". Ujarnya.


Setelah itu sebuah gerbang yang megah bergeser terbuka dan mempersilahkan tamu yang mendatangi kastilnya.


Gerbang itu tidak akan terbuka jika sinar rembulan belum mengijinkan nya, jadi Gampang bagi Zeksen untuk segera memasuki istana Kastil dengan bantuan sinar bulan nya.


Zeksen dan yang lainnya mendarat melewati gerbang itu dan kemudian berjalan di dalamnya.


Melihat sebuah koridor gelap yang megah namun sedikit menyeramkan mengarah ke dalam . Zeksen dan sahabatnya berjalan menelusuri koridor itu.


Tak lama kemudian Zeksen dan sahabatnya sampai pada sebuah Aula besar yang nampak sangat menyeramkan di bandingkan dengan di luar.


Dindingnya di penuhi dengan gambar-gambar tengkorak, lantai nya di penuhi dengan kotoran hitam, dan bahkan langit-langit nya di penuhi dengan sarang laba-laba.


" Mengapa dia betah sekali tinggal di tempat ini" Ujar Zhen Juan merasa merinding dan kemudian Alana menjawab nya " Yah mungkin sudah takdirnya kali dia berada di kegelapan" Ujarnya meledek.


Zeksen heran dengan sahabat -sahabatnya kenapa mereka bisa takut dengan suasana yang seperti ini, dan bahkan hantu pun tidak ada?.


" Apa yang kalian takutkan?" tanyanya pada mereka".


Mendengar Zeksen bertanya padanya, mereka terdiam kaku dan " Siapa yang takut? Aku tidak! Justine kali".


" Aku juga tidak wlee, nih palingan cewek-cewek".


" Apa sih Justine".


Ujar semuanya mengelak.


" Sudah cukup. jangan berdebat mari kita lanjutkan" Katanya pada sahabat.


Perjalanan berlanjut saat perdebatan mereka terhenti.

__ADS_1


Di suatu tempat Yang Ketty masih terbaring tak sadarkan diri. Bintang menemaninya dengan mengangkat tangan ke bibirnya dan mengatakan " Andai saja kamu tidak memilih dia,dan memilih aku, Pasti aku akan merasakan bahagia dan sekarang mungkin aku tidak akan menculik mu dan juga tidak akan mencelakai mu". Ujarnya meletakan tangan dan pergi.


Di saat kepergiannya, Yang Ketty tersadar dari tidur nya. Ia beranjak bangun dari tempat tidurnya, melirik-lirik ruangan nya dan " Dimana aku?". Tanyanya turun dari ranjangnya.


Ia berjalan keluar dari tempat tidurnya dengan keadaan sakit di bahunya. Ia berteriak memanggil nama nya " Zeksen" dan terus zeksen, tetapi tidak ada yang menyahut nya.


Langkah kaki Yang Ketty terhenti ia sepertinya mendengar seseorang memanggil-manggil namanya " Yang Ketty dan juga Kak ketty". Ia menengoknya tetapi tidak ada siapapun.


Ia berjalan lagi dan lagi, dan suara itu semakin mendekati. Ia terdiam sesaat menunggu seseorang datang dan kemudian seseorang itu memeluk tubuhnya dan mengatakan " Mau kemana kamu sayangku?" Tanya bintang padanya.


Yang Ketty syok mendengar suara itu. Ia melepaskan pelukannya dan menengoknya


" Kamu? Kenapa kamu? " Menunjukkan jarinya " Dan sudahlah" kemudian pergi.


Di saat kepergiannya Bintang mengejarnya dan menggenggam tangannya " Mau kemana?" Ujarnya.


Yang Ketty melepaskan tangannya dan pergi. Bintang Kesal dengan keadaan Yang Ketty yang keras kepala. Tiba-tiba ia berpikir untuk menggendong nya di pangkuan nya dan teriakan itu sangat keras di telinganya


" Tolong lepaskan aku. Bintang"


Teriak Yang Ketty padanya menggigit bahunya dan " Auw sakit sayang". Ujarnya menurunkan tubuhnya dan tak lupa dengan genggaman tangan nya.


Ia melirik tangannya dan merebut nya, kemudian menggenggam nya.


" Apa kamu baik-baik saja?"


" Aku baik-baik aja ko. terimakasih sudah mencari ku dan menghawatirkan ku". Ujarnya tersenyum dan kemudian saling berpelukan.


Melihat banyaknya orang Bintang mundur dan berlarian, mencari tempat persembunyian.


Sahabat-sahabat nya Zeksen ingin mengejar nya tetapi di halang oleh nya dan mengatakan " Tidak perlu dikejar. Sebaiknya kita pergi". Ujarnya.


...***...


Keesokan harinya di rumah Zeksen di Villa Hancunhe di Beijing Yang Ketty termenung menatap kearah jendela, di suguhi dengan pemandangan kolam renang yang berwana biru muda, pohon yang indah dan begitu pun bunga-bunga yang sedang bermekaran.


Zeksen datang kearahnya dan menatapnya memberikan sedikit sihir terhadap nya, memberikan sebuah pemandangan yang sangat indah di depan matanya, Pemandangan itu adalah pemandangan yang paling di sukai olehnya.

__ADS_1


Pemandangan itu adalah tentang Misteri Api Biru Kawah Ijen, di timur pulau Jawa berjuluk Sunrise of Java, menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Salah satu fenomena alam yang menarik adalah Api Biru di Kawah Ijen. Fenomena ini termasuk misterius, karena di seluruh dunia fenomena ini hanya terjadi di dua tempat, di Islandia, dan Kawah Ijen, Indonesia.


Meskipun negara Yang Ketty adalah negara Korea tetapi ia juga menyukai pemandangan yang terdapat di Indonesia dan beberapa negara lainnya.


Karena pemandangan itulah dulu nya ia sering berpergian ke berbagai tempat keindahan di seluruh dunia, mulai dari Kastil Mont Sain Michel, Kastil Neuschwanstein, dan kastil yang terakhir Kastil in the Moonlight.


Meskipun Kastil in the Moonlight ini adalah kastil dimana ia di sekap tetapi, baginya tempat itu adalah tempat yang istimewa.


Istimewa nya tempat itu adalah Kastil yang di bawah sinar bulan yang mengarah sempurna kearahnya. Karena sinar bulan itu adalah bagian dari dirinya dan juga kekasihnya, alangkah baiknya jika ia bisa tinggal di sana tetapi, itu tidak memungkinkan karena tempat itu adalah tempat tinggalnya Bintang.


" Apakah kau menyukai nya" Tanya Zeksen pada Yang Ketty yang menghentikan sihir nya.


" Aku sangat menyukainya. Meskipun hanya sihir dan bukan nyata tetapi aku sangat menikmati nya. Terimakasih" Ujarnya.


Zeksen tersenyum melihatnya yang sedikit kecewa karena pemandangan itu hanyalah sihir saja dan bukan nyata.


Zeksen mengatakan padanya bahwa " Lain kali aku akan mengajakmu kesana, meskipun tempat itu adalah tempat yang jauh tetapi akan ku tempuh demi senyuman mu yang indah" Ujar gombalan nya.


Yang Ketty tidak tahan mendengar gombalan nya dan akhirnya ia pun tersenyum lepas menatap nya dan memberikan sedikit kecupan manis di pipinya dan mengatakan" Terimakasih sayang gombalan mu sangat tidak berpengaruh terhadap ku haha" Ujarnya tertawa dan mencubit pipinya dan kemudian pergi.


Ditinggalkan olehnya, ia hanya tersenyum malu saat memikirkan bahwa ia telah di kecupnya dan di cubitnya.


" Apa ada yang salah dengan gombalan ku hihi " .Ujarnya." Sayang" teriak Zeksen mengejar nya.


Sahabat-sahabat nya datang ke ruangannya dan mereka mengintip kebersamaan nya.


" Wah mereka sangat romantis"


" Kapan aku bisa seperti mereka?" Ujarnya berharap dan melamunkan apa yang mereka lakukan adalah dia,Alana.


Justine menggagalkan lamunannya dengan cara menyenggolnya dan saat senggolan itu mengenai dirinya Alana terpeleset dan semuanya terjatuh tertindih sehingga Zeksen dan yang Ketty terkejut dan menatap tajam sahabatnya.


Memegang kedua pinggang nya dan mengatakan dengan marahnya " Apa yang sedang kalian lakukan disini?". Tanyanya.


Dan zeksen juga memarahinya dengan pertanyaannya " Apa kalian mengintip?".


Dan jawaban mereka yang terbata-bata mengatakan " Tidak". Mereka terbangun dan kemudian melarikan diri " Iyah kami mengintipnya sedikit" Ujar teriakan sahabat -sahabatnya.

__ADS_1


Dengan kesal yang Ketty berkata " Dasar kalian" Ujarnya melempar kan bantal dan kemudian tertawa saat menatap Zeksen kekasihnya.


__ADS_2