
Pagi hari menjelang.
Membuka matanya dan melihat keadaan tubuhnya yang telanjang. Menatap wajah Suaminya dan berkata
" Selamat pagi sayang". Mencium keningnya dan memeluknya
" Pagi juga sayang" katanya tersenyum.
...***...
1 Minggu kemudian
Yang Ketty berada di rumahnya sendirian. Saat ia sedang makan, ia mencium aroma tak sedap dari makanan dan ia mulai mual-mual dan juga pusing keleyengan.
Tiba-tiba ingin makanan yang asam kadang ingin makanan yang manis. Emosi tak terkontrol dan mudah kelelahan.
Saat ia mulai muntah, lalu pergi ke toilet, Zeksen datang dan mengetuk-ngetuk pintu kamar mandinya.
" Tok tok tok!"
"Sayang apa kamu baik-baik saja? Ada apa? kenapa tiba-tiba kamu muntah-muntah?"
tanyanya masih mengngetok-ngetok pintu kamar mandinya.
" Sayang"
Membukakan pintu kamar mandinya dan kemudian ia pingsan di pelukannya.
" Sayang, sayang ada apa? kenapa sekarang kamu pingsan sayang" Tanyanya khawatir sembari menepuk-nepuk wajahnya dan juga bahunya.
Mengangkat tubuhnya lalu menaruh kan nya di ranjang.
" Sabar yah sayang aku akan membawa seorang tabib untuk dirimu. tapi itu akan membutuhkan waktu lama" Ujarnya sambil mengusap rambut istrinya dan lalu memikirkan sahabat-sahabat nya.
Menghubungi sahabat-sahabat nya lewat telepati dan menyuruhnya untuk membawa seorang tabib .
" Tolong kalian bawa tabib kerumah ku sekarang"
"Ada apa?kenapa?"
"Istriku pingsan. cepat"
" Baiklah"
Seorang tabib datang beserta sahabat-sahabat nya Zeksen.
"Bagaimana keadaannya sekarang? " tanya Alana.
"Aku tidak tau. tabib tolong periksa istriku" kata Zeksen pada Tabib.
Tabib duduk dan mulai memeriksa denyut nadinya. setelah denyut nadinya di periksa, tabib itu memeriksa perutnya.
tabib itu tersenyum lalu mengatakan pada nya
" Selamat"
" Selamat untuk apa bib"
" Selamat kamu akan menjadi ayah dan dia akan menjadi seorang ibu" kata seorang tabib memberitahukan nya secara tersenyum.
"Apa? hamil!"
Yang Ketty tersadar dari pingsannya dan kemudian ia bertanya
" Ada apa sayang? kenapa ada tabib disini? siapa yang sakit?" katanya.
" Sayang kamu akan menjadi seorang ibu"
__ADS_1
" Apa?." Jawabnya syok lalu tersenyum kegirangan.
" Selamat yah kak"
kata sahabat-sahabat nya pada mereka berdua.
" Kabar ini sungguh membahagiakan untukku. terimakasih sayang karena kamu sudah mengabulkan keinginan ku"
Ujarnya Memeluk tubuhnya lalu mengatakan
" Sama-sama sayang".
Setelah tau bahwa istrinya sedang hamil,Zeksen berusaha untuk menjadi suami yang terbaik bagi istrinya.
Yang selalu memprioritaskan kesehatan istrinya dan juga keselamatannya.
Memberikan apa yang ia mau padanya dan juga memberikan segalanya yang ia butuhkan.
Mencurahkan kasih sayangnya pada istri dan anak yang di kandungnya, Zeksen menjaganya dengan baik tanpa ada kesalahan.
Setelah beberapa bulan perutnya membesar dan kini 9 bulan yang akan segera menuju akhir dari perjuangan.
Yang Ketty mulai kelelahan. Tidak bisa tidur dengan baik dan juga makan tidak teratur.
Kakinya yang bengkak dan punggung nya yang mulai rapuh.
" Aku sangat bahagia bisa mempunyai suami Sepertinya, yang telah memberiku segalanya. Mulai dari merawat ku seorang diri, menjagaku, memberikan apa yang aku mau, memberikan kasih sayang dan juga cinta. Menjaga kesehatan dan juga keselamatan ku.
Aku sangat beruntung di kehidupan ini dengan adanya dirinya di sampingku. Tanpa kehadiran nya mungkin aku tidak tau ke depan nya akan jadi seperti apa?. Tapi yang pasti aku sangat mencintai suamiku itu.
Jiwa penolong, baik hati dan rela berkorban.
Sangat lucu dan juga tampan.
Humoris dan juga romantis"
Setelah hari mulai malam, yang Ketty mulai merasakan tanda-tanda jika ia ingin segera melahirkan.
" Sayang, bangun"
katanya membangunkan suaminya.
Zeksen terbangun lalu ia bertanya padanya
" Ada apa? apa Kamu baik-baik saja?"
" Ti..dak hu hu.Deruan nafas tidak terkendali. Sayang aku sepertinya akan segera melahirkan,sepat panggilkan aku tabib segera"
"Baik. segera"
Menggunakan kekuatan nya untuk terbang ke angkasa. tidak butuh lama ia telah membawanya dan sampai pada rumahnya.
" Sayang. Teriaknya. Aku sudah membawanya dan kamu tidak perlu khawatir. aku akan menunggu mu di luar dan berusahalah untuk berjuang bersama-sama. Jika kamu lelah aku akan membantumu memberikan separuh energiku"
" Baiklah tapi jangan jauh-jauh dariku"
" Hmm. Tabib silahkan"
" Baik. Sekarang atur pernafasan mu dulu dan berusaha lah untuk pelan-pelan mengeluarkan nya dan setelah aku memberi aba-aba keluarkan semua tenaganya.
" Baik. aku akan berusaha hu hu!"
" Dalam hitungan ketiga kamu harus siap"
1
2
__ADS_1
3
...............
Menunggu istrinya yang berjuang hidup dan mati, Zeksen berusaha untuk memberikan nya sebuah energi miliknya.
Saat ia berbalik dan hendak memberikan energi nya tiba-tiba Seorang bayi lahir.
" Ea! ea! ea!"
Terdengar suara bayi menyelimuti keheningan ruangan.
" Ea! Ea! Ea!"
Bayi yang kedua juga mengeluarkan suaranya.
Lengkap sudah kelurganya, Zeksen merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
" Anakku"
Katanya setelah mereka lahir.
Membukakan pintu lalu, Zeksen masuk kedalam
" Selamat pak bayimu kembar sepasang, laki-laki dan juga perempuan"
Menggendong kedua bayi itu dengan senyuman.
" Anakku sayang. kalian sungguh sangat manis dan juga lucu. uuuu sayang"
Katanya dengan suara manja pada bayi-bayi nya.
" Sayang lihatlah anak kita. manis dan juga lucu kan"
Katanya memperlihatkan kedua anaknya pada istrinya.
"Iyah sama seperti kita"
Mengusap kepala bayi-bayi itu dengan tangan istrinya, beserta senyum dan tangisan bahagia.
" Tuan. nyonya harus istirahat dulu karena saat ini ia belum pulih total"
kata seorang tabib pada zeksen.
Zeksen pergi setelah mendengar bahwa istrinya belum pulih dan segera ia merawat bayi-bayi nya.
Mulai dari memandikan nya, mengganti popoknya dan juga membuatkan susu untuk anak-anaknya.
Saat anak-anak itu mulai merengek-rengek, ayah sang bayi mulai merasakan apa yang di rasakan oleh seorang ibu.
Kekhawatiran, kecemasan dan juga kepedulian nya sama tetapi, itu tidak bisa sebanding dengan apa yang telah di perbuat seorang ibu pada anak-anak nya saat melahirkan nya.
Setelah yang Ketty pulih dari masa persalinan nya kini, mereka berdua lah yang mengasuhnya dan juga merawatnya dengan baik.
Di saat anak-anak nya mulai terbangun tengah malam, mereka mulai bergantian menjaga dan juga memberikan nya makan tengah malam.
Ray sangat rakus dalam hal makanan karena itu, ia selalu terbangun tengah malam dan Raya sangatlah penakut sampai-sampai saat ia tidur sendirian ia ketakutan dan mulai menangis tengah malam dan mengganggu semua orang. tangisannya sangat kencang sampai Ray terganggu karena nya.
Dan itulah salah satu dari perjuangan mereka yang tidak pernah bisa seorang anak berikan pada kedua orang tuanya.
Mereka mulai kelelahan,kurang tidur dan juga kurang istirahat dan itu semua untuk anak-anak tercintanya.
disitulah mereka mulai berpikir bahwa jadi ibu dan ayah itu tidak gampang, tapi mereka melaluinya bersama-sama.
" Aku berjanji akan menjagamu di saat kita berpisah nanti. disaat ada bahaya kamu anak-anak ku akan mulai mengingat ku dan memanggil ku dan itu tanpa sepengetahuan pikiranmu"
kata Zeksen pada anak-anak nya yang masih bayi.
__ADS_1