
Keluarga Baru
Rumah baru
Yang Ketty
Dalam Keluarga barunya saat ini, ia memiliki sebuah keluarga yang cukup harmonis dan penuh kasih.
Tetapi di antara keharmonisan dan penuh kasih itu masih tetap tersirat sikap yang keras kepala sehingga menyebabkan adanya sebuah pertengkaran keluarga.
Pertengkaran itu di awali dengan sikap keras kepala Yang Ketty yang enggan mendengarkan saran dari adiknya maupun kedua orang tuanya dan itu yang menjadikan adiknya yang pendiam menjadi sangat kesal dan memulai pertengkaran.
Tak lama mereka bertengkar, suara pintu bel pun berbunyi " Ting nong" sekali dan kembali melanjutkan pertengkaran nya.
Disaat pertengkaran itu berlanjut lagi tiba-tiba suara pintu bel pun berbunyi lagi " Ting nong..Ting nong".
Melirik kearah pintu itu dan kedua adik Kaka itu bersamaan menjawab " Siapa sih " teriaknya bersama dan melirik satu sama lain dan tertawa " Hahaha" lalu terdiam dan berjalan membukakan pintu rumahnya
" Ada apa sih" Ujarnya membukakan pintu dan kaget akan yang dilihat olehnya " Kaka? kenapa bisa kesini?"
" Kenapa gak boleh aku kan gurumu guru yang akan mengajarimu di sekolah" Ujar Zeksen padanya.
" Iyah aku tau tapi kenapa kesini?"
" Aku ingin menjemput murid kesayangan ku.kenapa ada masalah?"
Yang Ketty tersenyum kegirangan mendengar perkataan dari gurunya dan berkata di dalam hatinya " Ni guru aneh banget sih" gumamnya dalam hati
"Ya Udah tunggu dulu yah kak aku mau pamitan dulu"
" Ya Udah barengan"
mereka berua pun masuk ke rumahnya dan meminta ijin ayah dan ibunya.
Adiknya yang melihat itu pun meledeknya dan mengatakan padanya " Sekarang kakak sukanya sama yang tua nie"
" Ssst diam rese "
Ujarnya membentak di hadapan semua orang Zeksen pun meminta ijin kedua orang tuanya untuk menjemputnya dan orang tuanya pun mengijinkan.
Mereka berdua pamit dengan mencium kedua tangan orang tuanya. setelah itu berangkat menuju tujuannya.
Sekolah SMK Negeri 3
Mereka berdua pun sampai pada sekolahannya dan di sana ada beberapa murid yang tidak menyukai kedatangan nya bersama.
Guru Zeksen menjelaskan pada mereka bahwa sebenarnya " Kami adalah tetangga,jadi wajar jika guru mengantar muridnya ke sekolahan kan"
" Iyah sih Ka. Kalo gitu maaf "
Ujar mereka meminta maaf dan melanjutkan perjalanan nya menuju kelas.
"Kringg..kringg"
Bel masuk sekolah pun berbunyi.
Semua para murid pun masuk kedalam kelasnya masing-masing dan menyapa
seorang guru yang tiba-tiba datang dengan pengumuman pentingnya mengejutkan semua orang
"Selamat pagi pak"
"Selamat pagi juga...Untuk hari ini bapa mau ngasih pengumuman penting untuk kalian. Dan pengumuman penting itu adalah hari ini kita ujian".
Mendengar kata ujian di awal pertemuan sangat mengejutkan semua muridnya dan suasana yang tadinya ramai pun kini menjadi hening, setelah itu seseorang berkata
__ADS_1
"Apa ujian? ya elah pak baru aja masuk udah ujian aja"
Ujar para murid protes dengan isi pengumuman itu.
"Jangan ngeluh cepat bagikan dan kerjakan, bapak tunggu hasilnya. Dan ingat jangan nyontek karena ini adalah ujian semester akhir kalian"
"Baik pak" ujar mereka merasa lesu karena sebuah ujian dan mulai membagikan.
Dalam sebuah ujian semua nya sama tetapi untuk Yang Ketty itu berbeda, ketika semua ujian itu sama Zeksen mengubah Pertanyaan nya menjadi tentang kehidupannya selama ini dan yang anehnya Yang Ketty malah tersenyum cengengesan
" Kenapa dia tertawa? Apakah cerita ku tidak menyentuh hatinya sama sekali?" Gumamnya di dalam hati, dan kemudian " Hey kamu yang di belakang sana kenapa kamu tertawa melihat soal pertanyaan nya?". Dan dia pun menjawabnya " Hmm tidak pak saya tidak tertawa hanya saja ceritanya...".
" Sudahlah cepat kerjakan " Ujarnya memotong pembicaraan dan mengubah pertanyaan nya lagi.
Yang Ketty merasa aneh melihat pertanyaan yang tiba-tiba bisa berubah dalam sekejap tetapi, ia sama sekali tidak merasa kan keanehan dalam hal ini karena mungkin baginya ia hanyalah halusinasi.
Setelah beberapa jam kemudian suara bel pulang sekolah pun berbunyi.
Zeksen melihat Yang Ketty masih terduduk di bangku dan menghampirinya
" Apakah kamu mau pulang?"
"Iya, kenapa?"
"Ya udah biar aku saja yang mengantarkan mu pulang bagaimana ?" Ajakannya.
" Tidak terima kasih"
Jawabnya menolak dan pergi meninggalkan ruangannya.
Zeksen berjalan lari dan menggenggam tangannya
" Kenapa?"
Zeksen pun bingung dengan pertanyaan yang harus ia jawab antara bilang iya atau tidak.
Melihat Yang Ketty yang penasaran Zeksen pun mengatakan bahwa " Iya aku suka kenapa?".
Yang Ketty tersenyum mendengar perkataan darinya dan pergi
" Kenapa pergi aku disini kan?"
" Aku pergi karena ada sesuatu yang harus aku lakukan" Jawabnya menyakinkan.
Yang Ketty pergi dengan sepeda nya kearah jalan perumahan kekasih pertama nya dan ia ingin memutuskan suatu hubungan yang diantaranya tidak ada ikatan cinta sama sekali, Jangan kan cinta suka pun ia tak pernah.
Yang Ketty berpacaran dengannya itu karena permintaan dari ayahnya yang berbisnis dengan ayah kekasihnya, jadi ia terpaksa berpacaran dengan nya.
Di saat ia putus dengan kekasihnya, tiba-tiba seseorang dengan mobil hitam menghampirinya dan bertanya " Apakah kau kenal dengan Yang Ketty?"
" Aku Yang Ketty, ada urusan apa kau mencari ku. Seperti nya aku tidak mengenal mu".Tanyanya pada seseorang itu.
Zeksen melihat kekasihnya yang tengah berbicara dengan seseorang di mobil itu dan berkata " Sedang apa kamu disini? Jangan pernah mengganggu nya lagi" Bentaknya pada seseorang itu.
" Kenapa kaka membentak nya?"
" Itu karena dia yang telah membuat kekasih Kaka yang meninggalkan Kaka, Bintang namanya"
" Bintang? Seperti nya tidak asing nama itu bagiku" Gumamnya pada diri sendiri.
Zeksen mendengar gumaman nya itu dan berkata bahwa "Mengapa dia ingat nama itu dan bukan namaku?" Tanyanya merasa cemburu.
Bintang pun pergi dengan mobilnya dan mengatakan " Lain waktu aku pasti akan bertemu denganmu lagi" Ujarnya.
Saat mendengar perkataan nya zeksen pun memeluk yang Ketty dengan tangan di pundaknya saat bintang pergi Ketty meliriknya dan mengatakan" Apaan sih ka, lepasin gk " Ujarnya melotot.
__ADS_1
Tangan itu lepas dari pundaknya dan mengatakan " Jangan pernah kamu bertemu atau berdekatan dengannya, aku hanya menyarankan"
" Siapa kamu yang berani menyarankan aku mau dekat dengan siapa" Ujarnya membentak.
Zeksen merasa kesal dengan sikap kekasihnya yang sekarang dan ia tidak bisa apa-apa karena kekasihnya saat ini tidak bisa mengingat dirinya.
Zeksen pun pergi dengan rasa kesal di hatinya dan meninggalkan nya.
Zeksen sengaja memanggil Alana di rumah Ketty ke villanya sekarang,dan Alana pun menuruti nya dengan meminta ijin dari Ketty sahabat dekatnya.
" Kett aku ijin pergi dulu ya"
" Kemana?"
" Biasa urusan cowok"
" Ya Udah hati-hati "
Alana pun pergi dari rumahnya menuju tujuan.
Villa Hancunhe di Beijing
Kedatangan Alana tiba di Villa hancunhe membuat zeksen menjadi sangat kesal dan bahkan marah.
Menurutnya " kenapa Alana tidak memberikan informasi mengenai karakter dari kekasih barunya itu, apakah ada yang salah dengan nya?" Tanyanya pada diri sendiri.
Kemudian terdengar sudah Suara langkah kaki itu di telinganya menunjukkan bahwa itu adalah dia Alana, setelah mengetahui nya ia pun meneriakinya " Alana" teriakan itu sampai pada telinga kedua rekannya farel dan Justine dari kejauhan.
Kantor Villa Hancunhe
" Ahh itu pasti Alana yang telah membuat Kaka marah lagi haha" Ujar farel tertawa dan dari kejauhan Alana pun mendengar nya juga " Diam" Gumamnya dalam hati sambil melihat kearah jendela.
Kantor pusatnya berbisnis
" Haha kena kau Alana. Siapa suruh telat memberi informasi " Ujar Justine juga menertawainya.
Alana merasa geram dengan semua suara itu dan " Diaaam" teriaknya membuat Zeksen tersentak.
" Alana ada apa kenapa kamu membentak saya"
" Hah apa? maaf pak saya tidak konsen" Ujarnya tersadar dan meminta maaf.
Alana menjelaskan bahwa ia juga merasa sangat aneh melihat sikapnya yang tiba-tiba dingin dan marah-marah itu.
Mendengar perkataan darinya zeksen pun memakluminya dan memaafkannya kemudian menyuruh nya untuk pergi menanyakan kepada kekasihnya apa Yang sebenarnya terjadi?.
Alana pun menuruti nya dan segera pergi.
Kantor Villa Hancunhe
"Kringg" Suara telpon kantornya berdering menunjukkan bahwa seseorang telah menelponnya
"Hallo, dengan siapa ini?".
"Aku Justine rel"
"Oh Justine. Ada apa kmu memanggil ku dengan telepon kantor "
" tidak apa-apa sih, oh iyh sore nanti kita ke kafe yu boring di kantor Mulu kali-kali refreshing lah, mau kan."
"Okelah aku juga bosen tapi, jangan ke kafe yah kita ketempat yang paling menyegarkan mata "
"Terserah sih aku ikut aja"
Ujarnya setuju atas ajakannya.
__ADS_1