Mencari Cinta Masa Kecil

Mencari Cinta Masa Kecil
Bab 1. Perjodohan


__ADS_3

Ray Mandokta adalah seorang pria yang berusia 27 tahun, memiliki tinggi 185 cm dengan berat badan ideal dan otot tubuh atletis. Dia adalah seorang pengusaha sukses dibidang property. Di usianya yang sudah cukup untuk berumah tangga mamanya terus mendesaknya untuk cepat beristri. Tetapi Ray bukannya enggan beristri dia hanya sedang mencari gadis masa kecilnya yang dia cintai dan impikan untuk menjadi istrinya.


“Mama nggak mau tahu kamu harus menikah bulan depan Ray,,, kalau nggak ada calonnya biar mama carikan!!” Pekik Wulan mama Ray tiba-tiba saat dia datang keruangan kerja Ray dikantornya.


“Hufff....” Ray hanya bisa menghela nafas disela keterkejutannya dengan kedatangan mamanya tiba-tiba.


“Kamu dengar mama kan Ray?” Ucap Wulan kembali.


“Mama pikir mencari istri sama seperti beli baju di pasar tinggal pilih?” Ucap Ray malas.


“Justru itu kalau kamu nggak bisa mencarinya, mama bisa carikan untuk kamu,,, banyak anak teman-teman mama yang cantik-cantik dan pintar-pintar” ucap Wulan sambil duduk di sofa.


“Ray nggak suka dijodohkan ma, Ray ingin mencari sendiri, ini bukan zaman Siti Nurbaya” ucap Ray sambil memijit kepalanya sendiri.


“Sampai kapan? Mama udah beri waktu kamu dua tahun Ray” ucap Wulan sambil menahan emosi.


Sebenarnya Ray telah bercerita kepada kedua orang tuanya saat dia berusia 25 tahun, karena saat itu orang tuanya terus bertanya mana pacarnya kenapa nggak pernah membawa atau mengenalkan pacarnya kepada orang tuanya. Mereka melakukan itu karena heran, biasanya dari usia remaja anak-anak pasti memiliki pasangan atau orang yang dia suka, tetapi Ray bahkan tidak memiliki teman wanita, dan yang sering main ke rumah hanya Doni. Mereka takut Ray belok, oleh sebab itu mereka terus bertanya.


“Tapi sampai saat ini belum ada yang cocok ma” ucap Ray dengan wajah memelas.


“Mama nggak mau tahu pokok bulan depan kamu menikah titik!” teriak Wulan kembali sambil berdiri.


“Ma.......” melas Ray pada mamanya.


“Malam ini kamu harus pulang awal, kita akan melamar anak teman mama yang baru datang dari Meksiko” ucap Wulan serius.


“Emang dia mau dijodohkan?” ucap Ray berharap gadis tersebut menolaknnya.

__ADS_1


“Dia menurut dengan orang tuanya, nggak seperti kamu” ucap mama Ray sambil melengang keluar ruangan Ray.


“Oh....Tuhan.... Kapan aku menemukanmu” keluh Ray sambil menyandarkan punggungnya dikursi kebesarannya.


Disisi berbeda ada seorang gadis cantik bernama Agatha Farasha Ivanov, seorang gadis cantik nan seksi dengan mata coklat dan rambut coklat bergelombang, dengan tinggi 170 cm dan bentuk tubuh ideal seperti model. Gadis itu baru tiba dirumahnya sudah mendapat kejutan bahwa dia akan dinikahkan dengan anak teman lama ayahnya.


“Huff.... Bahkan belum sempat bernapas udah dapat berita buruk” sambil menghempaskan badannya ke kasur empuknya.


“Oh ..... Tuhan apa dosaku.....” ucapnya kembali sambil menangkupkan tangannya diatas keningnya.


Dirumah Ray, Wulan mondar mandir didepan pintu masuk,,, dia geram sekali dengan anaknya itu sudah pukul tujuh malam tetapi Ray belum juga menunjukan batang hidungnya dirumah.


“Sabar ma,,, paling masih banyak kerjaan” ucap Hendro papa Ray yang pusing lihat istrinya mondar-mandir seperti setrikaan.


“Papa gimana sih,,, udah jam berapa ini, kita janji akan ketempat Andrew jam delapan, ini sudah jam tujuh tapi Ray belum juga pulang” ucap Wulan mama Ray sambil menunjukan jam didinding.


“ Ya Allah mama,,,, masih ada satu jam lagi ma” ucap Hendro dengan santainya menyeruput kopi.


Tak lama Ray datang langsung mendapatkan tempelengan dikepalanya, siapa lagi pelakunya kalau bukan mamanya Wulan. Ray hanya memegang kepalanya yang sakit dan melenggang pergi dari mamanya.


“Anak kurang ajar udah jam berapa ini!” Ucap Wulan dengan berteriak dengan wajah merah penuh emosi.


“Jam sembilan belas lima belas ma,,” ucap Ray santai naik ke atas kamarnya.


“Cepat siap-siap, kami tunggu dua puluh menit harus udah turun kebawah” teriak Wulan melihat anaknya naik keatas kamarnya.


Ray enggan menjawab perkataan mamanya,,, kepalanya pusing memikirkan akan menikah dengan gadis lain. Menikah dengan bukan gadis yang diimpikan sangat menyesakkan hatinya. Sejak dia kehilangan gadis kecilnya saat berusia 7 tahun, disaat usia 14 tahun dia terus berusaha mencarinya, tapi sampai sekarang tidak pernah ketemu.

__ADS_1


Doni asistennya sekaligus sahabatnya saat Ray telah mempimpin perusahaan ayahnya di usia 20 tahun. Doni sudah membantunya mencari gadis kecil impian Ray itu, yang membuat sulit Ray hanya tahu namanya Fara dan foto masa kecil Fara saat bersamanya, mereka berteman saat usia mereka 4 tahun. Namun saat usia mereka 7 tahun Fara ikut pindah ayahnya keluar kota, tapi Fara nggak tahu dimana tempatnya, jadi nggak bisa memberitahu Ray.


Ray berjanji pada Fara akan menikahi Fara saat mereka dewasa nanti, jadi Ray minta Fara untuk menunggu dia menemukan Fara. Ray memberikan liontin bentuk hati, liontin itu bisa dibuka dengan kunci dan didalamnya ada nama mereka. Tetapi kuncinya Ray yang pegang, jadi itu simbol saat mereka bertemu kembali mereka nggak akan salah orang.


Maka Ray berusaha setia tanpa pacaran atau dekat dengan wanita lain, meskipun sebenarnya nggak ada yang membuat Ray tertarik sama sekali. Agar Fara saat bertemu dengannya nggak kecewa, tapi justru mamanya membuat semuanya berantakan dengan perjodohan ini.


Dengan malas Ray turun dari kamarnya, dia hanya mengunakan baju kaos hitam dilapisi blazer abu dan celana kain berwarna senada dengan blazernya. dengan tatanan rambut model classic combed back style membuat Ray tampak mengeluarkan aura ketampanan dan maskulinnya.


Ray melihat mamanya yang mondar-mandir dibawah tangga hanya bisa mengelengkan kepalanya, dia nggak habis pikir melihat tingkah mamanya.


"Ya....ampun Ray kamu dandan seperti anak gadis aja, lama sekali" kesal Wulan melihat Ray baru turun disaat sisa waktu sepuluh menit lagi.


"Namanya mau ketemu calon istri ma" ucap Hendro sambil tertawa, sebenarnya dia tahu Ray nggak berminat dengan perjodohan ini.


"Iya juga yach pa" ucap Wulan sambil tertawa.


"Jadi nggak" kesal Ray.


"Jadi dong sayang...." ucap Wulan sambil masih tertawa.


Dengan kesal Ray berjalan duluan ke mobil, karena dia yang akan mambawa mobil sendirian tanpa supir, ayahnya duduk disamping Ray dan mamanya duduk dibelakang.


"Bisa laju sedikit Ray karena sisa waktu kita cuma sepuluh menit, malu jika terlambat" ucap Wulan dengan nada masih kesal mengingat Ray yang membuat mereka terlambat.


Sedangkan Ray hanya bisa diam tanpa menangapi ucapan mamanya, bagi dia lebih baik terlambat agar semua rancana batal.


"Sabar ma,,, nanti bisa kita jelasin dengan Andrew" ucap Hendro sambil menoleh kebelakang.

__ADS_1


"Hufff...." kesal Wulan sambil membuang muka keluar jendela, sungguh dia benar-benar kesal dengan Ray.


"Awas kalau sampai gara-gara terlambat semua rusak" batin Wulan karena dia tahu kalau Andrew nggak suka ada yang terlambat karena disiplin waktu, maklum orang bule suka gitu.


__ADS_2