Mencari Cinta Masa Kecil

Mencari Cinta Masa Kecil
Bab 4. First Kiss


__ADS_3

Satu kecupan diberikan oleh Ray kebibir Agatha, hanya kecupan, karena Ray sangat geram melihat bibir Agatha terbuka, dan dia sudah banyak mehanannya. Hingga kecupan itu berubah menjadi *******, Agatha reflek memejamkan matanya,, dia bahkan berusaha membalasnya, walaupun sangat kaku. ******* berubah menjadi hisapan, Ray lalu memasukan lidahnya keronga mulut Agatha dan mengeksplore seluruh ronga mulut Agatha hingga mereka bertukar saliva.


Agatha dan Ray sanggat menikmatinya,,, ini sungguh ciuman pertama bagi mereka berdua,,, ciuman yang sangat memabukan bagi Agatha dan Ray, sehingga mereka kehabisan nafas, berhenti sejenak untuk menghirup oksigen sebanyak mungkin dan kemudian Ray melanjutan ciuman panas mereka yang sangat lama, dan saat mereka kehabisan oksigen yang kedua kali baru Ray behenti dan menatap dalam mata Agatha.


“Huff...nafasku habis” manja Agatha.


“Maaf...” ucap Ray sambil mengelap bibir Agatha dengan jempolnya,,, dan menatap bibir yang telah membengkak itu dengan intens.


“Aduh...kok bisa kelepasan sih,,, bibir ini kenapa pula bisa buat candu sih,, mana lebih manis lagi dari gula,, aku harus menghindar nih nggak bisa kayak gini terus” batin Ray.


“Ini ciuman pertama aku Ray” ucap Agatha dengan nada manja.


“Ini juga ciuman pertama aku” ucap Ray tersenyum ada rasa bangga karena ciuman pertama Agatha ternyata dengannya.


“Bohong, kok kayak ahli? Pasti sering dengan cewek yang kamu cintai itu yach?” ucap Agatha cemberut dia masih kesal dengan ucapan Ray.


“Gimana mau sering ini aja lagi nyariin dia” batin Ray, ingin sekali mengulang saat melihat bibir Agatha dimajukan saat dia cemberut begitu.


“Kamu yang pertama kok, serius” ucap Ray terus menatap mata dan bibir Agatha secara berngantian.


“Kok bisa? Padahal kan ada cewek yang kamu cinta” ucap Agatha, dia masih sangat-sangat kesal.


“Dia jauh Agatha, bahkan aku sulit nememukannya” ucap Ray lalu mengelus bibir Agatha.


“Jadi ntar kalau dia kembali kamu ninggalin aku dong” Agatha ingin sekali menanggis, baru aja dia merasakan jatuh cinta tapi malah cintanya hanya betepuk sebelah tangan.


“Mau ciuman lagi” bukannya menjawab malah menawarkan sesuatu yang baru saja ingin dihindari oleh Ray.


Agatha tersenyum malu-malu dan menggangukkan kepalanya, Ray tersenyum dan menahan tengkuk Agatha, dia mencium bibir Agatha dengan sangat lembut dan kemudian ******* dan menghisap bibir mungil itu. Dia semakin memperdalam ciumannya dan mengeksplore seluruh rongga mulut Agatha, Agatha berusaha membalas dengan berusaha mengimbangi ciuman Ray,,, mereka berhenti saat perut Agatha berbunyi.


Krokkk....krokk.....


“Hahahahaha” Ray terkekeh mendengar bunyi perut Agatha.


“Kamu lapar sayang...” spontan kata sayang terucap dari bibir Ray tanpa dia sadari.


“Dia panggil aku sayang” batin Agatha berbunga.


“Bisa di ulangin?” ucap Agatha sambil tersenyum.

__ADS_1


“Kamu lapar?” ulang Ray.


“Ada lagi bukan cuma itu” ucap Agatha manja.


“Maaf aku nggak bisa mengulanginya lagi, karna aku juga nggak sadar atas ucapan aku Agatha” batin Ray.


“Jadi mau makan nggak ni?” tanya Ray lagi.


“Jadi!” ketus Agatha dan langsung membuka pintu tanpa menunggu Ray.


“Aku kenapa sih?” gumam Ray pelan dan menyusul Agatha.


Sesampainya dimeja makan restoran itu Agatha hanya terdiam saja, dia bahkan nggak mau menjawab pertanyaan Ray, dia amat kesal karna Ray selalu mengalihkan topik dan nggak menjawab pertanyaannya.


“Masih ngambek?” tanya Ray lembut.


“Pikir aja sendiri” batin Agatha tanpa menjawab pertanyaan Ray.


“Kalau kamu ngambek jadi makin jelek” ucap Ray berusaha bercanda.


“Aku emang jelek nggak kayak cewek yang kamu cintai itu” ketus Agatha.


“Baiklah kalau kayak gini” ucap Agatha serius.


“Kayak gimana?” tanya Ray masih sambil menahan senyumnya.


“Kamu sangat mencintainya kan?” tanya Agatha.


“Kenapa masih bertanya?” ucap Ray binggung.


“Aku yakin kamu pasti akan ninggalin aku saat kamu bertemu kembali dengannya, maka aku ijin kan itu” ucap Agatha sambil menahan nafas dan menahan air mata yang ingin sekali keluar.


Ray terdiam sambil melihat ekpresi Agatha,,, dia bingung mau jawab apa.


“Jadi selama itu juga aku akan mencari pria yang bisa mencintai dan aku cintai” ucap Agatha kembali.


“Nggak bisa!” teriak Ray.


“Kenapa? Masak kamu mau enak aja ninggalin aku trus aku baru bisa cari penganti kamu saat aku udah ditinggalin?” ucap Agatha kesal.

__ADS_1


“Itu baru benar” ucap Ray sambil tersenyum.


“Yang benar saja,,, itu nggak adil” protes Agatha sambil memanyunkan bibirnya.


“Ya adil dong, kalau dari sekarang bearti kamu selingkuh, padahal aku nggak” ucap Ray, dalam hati kesal melihat bibir Agatha yang udah menjadi candunya.


“Tapi kan kamu nggak cinta sama aku” ucap Agatha kesal.


“Pokok nggak boleh,,, aku adukan ke orang tua kamu kalau kamu mau selingkuh” ucap Ray tenang.


“Ih....ngeselin deh” cemberut Agatha.


Cup...


Ray kembali ******* bibir Agatha dengan cepat,,, Agatha sangat syok sambil melirik kekanan dan kekiri takut pengunjung lain melihat tingkah Ray, untung saja suasana restoran terbilang sepi karena sudah lewat jam makan siang.


“Ray....” pukulan manja Agatha berikan kelengan Ray.


Ray hanya terkekeh melihat respon Agatha, entah kenapa dia sangat suka, itu terlihat mengemaskan. Bolehkan dia memiliki kedua-dua nya? Agatha dan gadis kecilnya, pikir Ray. Dia harus menyuruh Doni cepat menemukan gadis kecilnya agar dia nggak sampai jatuh cinta kepada Agatha dan Agatha nggak jatuh cinta padanya, tanpa dia sadari sebenarnya mereka sudah jatuh cinta sejak awal bertemu.


Saat selesai makan Ray langsung mengantarkan Agatha kerumahnya dan dia langsung kekantor, dia akan melanjutkan kerjaannya, saat masuk kekantor tatapan karyawan wanita yang nggak bosan akan pesona bosnya itu selalu Ray dapatkan, tapi dia sangat cuek dan dingin menghadapi karyawan wanitanya, asal jangan coba menggangunya pasti akan dia tendang dari perusahaannya, sejak ada seorang wanita yang berani mencoba merayunya dan ditendang Ray saat itu juga nggak ada yang berani mencoba kembali.


“Doni sini” ucap Ray dari telponnya.


Doni pun masuk tanpa mengetuk pintu,,, dia melihat Ray menghadap jendela kantor besarnya sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya.


“Ada apa bos” tanya Doni.


“Doni udah lama sekali kenapa perkembangan kamu menemui Fara nggak kunjung ada?” ucap Ray dengan nada kesal.


“Maaf bos” ucap Doni gugup.


“Kerja kamu apa aja sih” kesal Ray sambil melihat wajah Doni dengan tajam.


“Aku udh mencari sampai keluar negeri tapi nggak menemukan hasilnya” ucap Doni sambil menatap wajah Ray.


“Keluar” teriak Ray.


Doni pun keluar sambil mengerutu,,, gimana mau mudah menemukan kalau dia juga banyak dikasih kerjaan lainnya, rasanya waktunya hanya untuk bekerja,, padahal dia juga ingin punya pasangan.

__ADS_1


__ADS_2