
Keluarga Mandokta sampai kerumah keluarga Ivanov saat jam menunjukan pukul delapan lewat dua puluh menit, walaupun mereka agak terlambat tetapi mereka disambut dengan hangat oleh keluarga Ivanov, hanya saja agatha masih siap-siap belum bergabung dengan keluarganya. Mereka langsung menuju ruang keluarga, sambil menunggu makanan disiapkan oleh pelayan dan agatha turun dari kamarnya, para orang tua saling bercerita tentang kenangan masa lalu mereka.
“Ya ampun sampai lupa mengenalkan putra saya jeng” ucap Wulan sambil menepuk bahu Ray.
“Dari tadi saya udah lirik-lirik, hahaha” ucap Tia mama Agatha sambil tertawa.
“Gitu yach kalau ada daun muda” ucap Andrew ayah Agatha dengan wajah cemberut.
“Alah papa gitu aja cemburu dengan calon mantu” ucap Tia dengan tersenyum dan membelai lengan suaminya.
“Hahahahaha” Wulan dan Hendro kompak tertawa melihat bucinnya Andrew.
Ray tidak merasa ada yang lucu, karena dipikirannya dia nggak terima dibilang calon mantu oleh mama Agatha.
“Apanya yang lucu” batin Ray dongkol.
"Ini anak aku Ray jeng" ucap Wulan sambil menepuk bahu Ray.
"Ray tente....om..." ucap Ray sambil mengulurkan tangan kepada Tia dan Andrew.
"Ganteng gini pasti Agatha langsung mau pa" ucap Tia sambil tersenyum dan menyambut uluran tangan Ray.
"Nggak bakalan nolak" sambung Andrew sambil menyambut uluran tangan Ray.
“Kok anak mu lama ma?” tanya Andrew kepada istrinya saat beberapa menit mereka kembali bercerita.
“Iya ya,,, apa dia tidur lagi? Padahal tadi udah disuruh siap-siap” ucap Tia binggung.
“Panggil gih ma, kasihan Ray nggak sabar pengen lihat calon istri' ucap Andrew tersenyum sambil melihat wajah dingin Ray.
“Cih....calon istri” batin Ray jijik melihat senyum Andrew.
“Iya pa, mama ke atas”
ucap tia sambil berdiri. Belum sempat Tia keatas Agatha sudah terlihat sedang turun dari atas.
“Itu dia anaknya” ucap Tia sambil melihat kearah Agatha.
“Lama amat kamu berdandan?” tanya Tia kesal melihat Agatha yang membuat tamunya lama menunggu.
“Biasa anak cewe kalau mau ketemu calon harus berdandan maksimal, iya nggak Agatha?” bukan Agatha yang menjawab melainkan Wulan.
Agatha hanya tersenyum sambil berjalan kearah mereka.
“Makin cantik aja Agatha, udah lama nggak ketemu” ucap Wulan sambil tersenyum kearah Agatha dan beralih ke Tia.
__ADS_1
“Cih,,, palingan jelek” batin Ray, dia malas menoleh kebelakang untuk melihat Agatha, hatinya sangat-sangat kesal dan benci pada gadis tersebut.
“Mamanya ajak cantik” ucap Tia bangga.
Wulan membuang mukanya malas,,, dari dulu sifat narsis Tia nggak pernah berubah.
“Halo tante,,, om” ucap Agatha sambil menyalami Wulan dan Hendro.
Deg
Jantung Ray berdetak kencang mendengar suara Agatha,,, seperti pernah mendegarnya, dia langsung menoleh ke arah Agatha.
Deg,,, deg,,, deg
Jantungnya semakin kencang, nafasnya terasa sesak melihat wajah cantik nan seksi Agatha, bahkan junior Ray langsung on melihat Agatha tersenyum kepadanya.
“Sial,,, kenapa ini, padahal biasanya lihat gadis cantik dan seksi nggak pernah begini, senyumnya juga kenapa manis sekali,,, aku kenapa,,, nggak boleh ini” batin Ray sambil menggelengkan kepalanya.
Deg,,, Deg,,,, Deg,,,,
Jantung Agatha pun berpacu dengan cepat saat melihat wajah Ray apa lagi saat mereka saling bertatap mata.
“Gila ini pangeran, artis, atau model ni? Ganteng banget,,, maco lagi” batin Agatha terpana melihat wajah Ray dan tubuh atletis Ray yang membuatnya berliur tapi bisa menyembunyikan keterpesonaannya.
“Kamu kenapa Ray,,, syok yach lihat betapa cantiknya Agatha?” ucap Wulan tersenyum bangga kepada Ray, dia yakin Ray pasti akan senang hati menerima perjodohan ini.
“Wah bearti Ray sering lihat yang jauh cantik dari aku tante” ucap Agatha, dia kecewa dengan ucapan Ray.
“Sombong amat....” batin Agatha,,, dia berharap Ray mau membatalkan perjodohan ini karena dia udah kesal dengar ucapan Ray tadi.
“Baru kamu yang aku lihat paling cantik, enggak enggak enggak nggak boleh aku begini, Fara yang tercantik” batin Ray, dia takut sekali hatinya goyah.
“Yakin kamu?” ucap Hendro menggoda anaknya.
“Makanannya telah siap nyah” ucap bi Inah bertepatan dengan Ray yang akan menjawab omongan ayahnya.
“Ayo kita makan dulu jeng, ntar kita lanjut lagi” ucap Tia sambil berdiri dan mempersilahkan keluarga Mandokta menuju meja makan.
“Iya jeng” jawab Wulan.
Semuanya pun makan dalam diam, tanpa ada yang berbicara sedikit pun, hanya saja Ray terus melirik Agatha. Agatha tahu itu dan sangat kesal.
"Apa sih ngelirik-ngelirik terus " batin Agatha benar-benar kesal dia jadi nggak bisa menikmati makanannya.
"Cantik banget kayak bidadari" batin Ray tanpa sadar.
__ADS_1
Saat setelah selesai makan mereka menuju ruang keluarga lagi untuk membicarakan perjodohan anak-anak mereka.
“Maksud kedatangan kami ini ingin melamar Agatha untuk Ray anak kami, apa Agatha mau menerimanya?” tanya Hendro tanpa basa-basi lagi.
“Kami sih senang sekali,,, Cuma anaknya ini gimana mau nggak?” ucap Andrew sambil tersenyum menoleh kearah Agatha.
“Kenapa harus bertanya lagi?” ucap Agatha kepada ayah nya.
“Jadi Agatha setuju ni,,, trus gimana dengan Ray apa dia juga setuju?” tanya Andrew sambil melihat Ray.
“Aku menolak pun nggak akan bisa” batin Agatha dongkol.
“Ray pasti setuju lah,,, Agatha cantik gitu” ucap Wulan sambil tersenyum kepada Agatha dan di balas senyum juga oleh Agatha.
“Bagus,,,, kalau begitu kapan nih jadinya?” tanya Tia senang.
“Bulan depan aja jeng” ucap Wulan semangat 45.
“Apa!!!” pekik Ray dan Agatha bersamaan. Sampai orang tua mereka melonjak kaget.
“Aduh kayaknya mereka nggak sabar jeng, kita majuin dua minggu ajak yach” ucap Wulan, dia takut Ray protes jadi harus cepat.
“Apa!!!” teriak Ray dan Agatha makin kencang.
“Kalian segitunya nggak sabar pengen malam pertama?” ucap Tia santai.
“Aku baru aja sampai dinegara ini mom, masak langsung nikah secepat itu sih?” keluh Agatha.
“Aku juga harus menyelesaikan kerjaan aku ma, mana bisa secepat itu” protes Ray juga.
“Halah kerjaan mu biar dihandel Doni nanti” ucap Wulan dia kesal Ray ikut-ikutan protes.
“Tapi ma...” ucap Ray ingin protes.
“Nggak ada bantahan” ucap Hendro tegas.
“Kamu juga Agatha lebih bagus cepat biar kalian bisa cepat kasih cucu” ucap Tia santai.
“Jadi fix dua minggu lagi yach” ucap Wulan lagi.
“Fix” ucap Hendro, Tia dan Andrew kompak. Mereka senang karena impian dan harapan mereka menjadi besanan terwujud juga.
Sedangkan Ray dan Agatha hanya bisa pasrah. Ray memberikan tatapan membunuh kepada Agatha, namun Agatha tidak takut dia malah membalas dengan memelototkan matanya hingga hampir keluar.
“Dasar cewek aneh” batin Ray.
__ADS_1
“Dikira aku takut apa” batin Agatha.