
Ray merasa lega karena saat konferensi pers tadi dia melihat kedua orang tuanya dan orang tua Agatha mengatakan pernikahan mereka di tunda sampai semuanya siap, dia lega karena bukan di batalkan seperti kemauan Agatha melainkan di tunda. Setidaknya masih ada harapan untuknya dan waktu untuk dia membujuk Agatha agar tetap mau menikah dengannya sambil dia mencari Fara.
Sejujurnya Ray berharap Fara adalah Agatha, entah lah feelingnya mengatakan bahwa Fara adalah Agatha sangat kuat. Namun dia nggak bisa berharap lebih, apa lagi untuk bertanya dengan Agatha. Sepertinya gadis itu mudah sekali tersinggung jika dia membahas Fara, jadi lebih baik dia mencari tahu sendiri melalui bantuan Doni dan Diana.
Ray mengendarai mobilnya menuju kerumahnya setelah pulang dari kantor. Dia melihat Agatha berdiri sambil bersandar di mobilnya sambil bermain ponselnya.
"Kenapa dia? Sepertinya mobilnya mogok" gumam Ray sambil memelankan mobilnya saat melihat Agatha dari jarak yang mulai mendekat.
"Sial nih mobil, mana sepi lagi, ini juga bengkel langanan di hubungin nggak ada yang respon" ucap Agatha lesu sambil menundukan kepalanya melihat ponselnya.
Ray berhenti di belakang mobil Agatha saat mobilnya mendekat ke mobil Agatha. Dia turun kemudian berjalan kearah Agatha , sesampainya di depan Agatha Ray nggak tahan melihat bibir Agatha yang komat-kamit macam baca mantra. Alih-alih Ray menegur Agatha untuk menolongnya Ray malah reflek langsung memeluk pinggang dan menc**m bibir mungil Agatha. Agatha yang syok langsung mendorong Ray, saat matanya melihat mata Ray dia cuma bisa terdiam karena keterkejutannya.
Ray kemudian melanjutkan dengan mel**t dan mengh***p bibir mungil Agatha dengan rakus, bibir yang selalu dia rindukan dan membuatnya merasa kecanduan. Karena tidak ada balasan dari Agatha, itu membuat Ray kesal.
"Balas aku Agatha" ucap Ray lirih tanpa melepas pagutan bibirnya.
"Aku benci kamu" ucap Agatha kesulitan karena Ray masih meny*****n bibir mereka.
Namun kesempatan bagi Ray saat Agatha berusaha membalas ucapan Ray dengan membuka mulutnya sedikit, itu digunakan oleh Ray untuk memas***n lidahnya ke ronga mulut Agatha. Ray menyapu seluruh ronga mulut Agatha, Agatha pun akhirnya terlena dan ikutan membalas c****n panas Ray karena Agatha sudah nggak sanggup lagi menahannya. Otak sama tubuh Agatha sudah nggak sejalan, apa lagi Agatha sangat merindukan Ray.
Ray terus mel***t dan mengh***p bibir Agatha tanpa ampun, Agatha pun membalas dengan penuh gairah. Ray rasanya ingin sekali memakan Agatha saat ini juga, namun Ray masih sadar. Saat mereka kehabisan nafas Ray berhenti sejenak untuk mereka menghirup oksigen sebanyak mungkin. Kemudian Ray melanjutakan c****n mereka kembali dengan menekan tengkuk Agatha untuk semakin memperdalam c****n panas mereka.
C****n samakin panas dengan tangan satunya Ray memer***s d**a Agatha dan kedua tangan Agatha memer***s rambut Ray. Di sore yang menjelang gelap ini, untung jalanan di area itu sepi jadi tidak ada orang yang melihat aksi mereka. Kalau nggak udah jadi tontonan warga mereka.
"Hah....Aku merindukanmu sayang" ucap Ray dengan nafas berat setelah melepas c****n mereka dan menempelkan keningnya ke kening Agatha. Dia melihat bibir Agatha yang bengkak karena ulahnya sambil tersenyum tipis.
"Hah...hah...hah...Aku membencimu Ray" ucap Agatha sambil menaik turunkan nafasnya yang terasa telah habis.
"Maafkan aku sayang" ucap Ray sambil mengelap bibir manis Agatha dengan ibu jarinya.
"Kenapa memanggilku sayang" ucap Agatha cemberut padahal dalam hati ingin melompat bahagia.
"Karena aku sayang kamu" ucap Ray santai, karena itu yang dia rasakan. Hanya sayang bukan cinta pikirnya.
"Boong.... nggak ada maaf" ucap Agatha dengan cemberut sambil menunduk menyembunyikan wajah merah meronanya.
Cup...
Ray mengangkat wajah Agatha dan mengecup bibir sekilas, dia geram sekali melihat bibir Agatha yang udah bengkak itu malah di majukan karena cemberut.
"Aku kan udah bilang jangan dimajukan lagi bibirnya, nanti bibirmu makin bengkak loh" ucap Ray gemas melihat tingkah Agatha seperti ABG yang baru jatuh cinta.
"Ih.... dasar" ucap Agatha kesal sambil memukul dada bidang Ray.
"Sini peluk dulu" ucap Ray sambil menangkap tangan Agatha dan langsung memeluknya dengan sayang.
"Mobilmu kenapa?" tanya Ray sambil mengelus rambut Agatha.
__ADS_1
"Mogok, nggak tahu kenapa" ucap Agatha sambil membalas pelukan hangat Ray, pelukan yang sangat dia rindukan. Dia benar-benar sangat menyukai pelukan ini, menyukai aroma tubuh Ray sampai lupa kalau dia lagi marah dan benci dengan pria itu.
"Aku antar pulang yach sayang, nanti biar Doni yang urus mobilmu" ucap Ray melepas pelukannya dan menangkup pipi Agatha, kemudian mengecup bibir Agatha sekilas.
Agatha hanya mengangguk, dia senang sekali di perlakukan seperti ini. Kemudian Ray mengambil tas Agatha di dalam mobil mengunci mobil tersebut. Ray membawa Agatha kepelukannya kembali dan mencium kening Agatha saat mereka sampai di dekat mobil Ray. Lalu Ray mengambil ponselnya untuk menelepon Doni dalam keadaan masih memeluk Agatha.
"Don datang ke jalan......ntar bawa mobil HRV KB....ke bengkel yach" ucap Ray kemudian mencium wajah Agatha yang mendongak saat melihat Ray menelepon Doni.
"....."
"Ntar.... kalau.... udah.... selesai... mobilnya...... bawa..... ke rumah..... Agatha....." ucap Ray sambil tersenyum dan terus menciumi wajah Agatha tanpa henti.
Entah apa yang dipikirkan Ray, dia merasa sangat nyaman dan bahagia dekat dengan Agatha seperti ini. Dia nggak memikirkan perasaan Doni asistennya disana yang mendengar suara kecupan sambil berbicara. Agatha bahkan malu melihat Ray memperlakukannya seperti ini.
"Ayo sayang" ucap Ray setelah mengakhiri teleponya masih dalam keadaan memeluk Agatha.
Ray membuka pintu mobil dan Agatha masuk kedalam dengan Ray memegang kepala Agatha agar tidak terkena atas mobil. Sungguh di perlakukan Ray seperti itu membuat hati Agatha berbunga-bunga dan wajah merona. Kemudian Ray masuk kedalam mobil dan memasangkan seatbelt untuk Agatha sambil mencium bibir Agatha.
"Kamu lapar sayang?" ucap Ray sambil menjalankan mobilnya dengan pelan.
"Mau makan dulu sayang?" tanya Ray kembali sambil mengambil tangan Agatha dan mencium punggung tangan Agatha.
"Aku masih marah" ucap Agatha malu-malu dengan wajah merona dia memalingkan wajahnya kejendela.
"Iya,, tapi makan dulu yach, nanti marahnya di lanjutkan kalau udah selesai makan yach" ucap Ray terus memengang tangan Agatha dan mengelusnya.
"Mau makan apa?" tanya Ray kemudian memandang Agatha saat mobil berhenti di lampu merah.
"Kamu!" ucap Agatha ketus.
"Tunggu kita nikah yach sayang, atau jadwal kayak biasa aja kan sisa satu minggu lagi gimana?" ucap Ray bangga dan mata berbinar, dia salah mengartikan ucapan Agatha.
"Aku nggak mau nikah dengan kamu" ucap Agatha kesal, dia masih nggak sadar dengan ucapannya yang tadi.
"Jadi mau makan aku, tapi nggak mau pakai nikah, nggak boleh gitu dong sayang" ucap Ray sambil mengelus pipi Agatha.
"Iya aku makan, terus aku kulitin kamu" kesal Agatha sambil melihat ke arah Ray, dia masih belum paham dengan isi otak mesum Ray.
"Aku pasrah deh, kalau kamu maunya sebelum nikah" ucap Ray senang sekali, dia nggak lagi mau mempertahankan keperjakaannya untuk Fara kalau sekarang Agatha minta.
Kemudian Ray menjalankan mobilnya karena lampu sudah hijau dia tersenyum kepada Agatha dengan senyuman mesumnya, semenjak bersama Agatha Ray merasa dia udah minim akhlak otaknya udah berisi dengan adegan mesum bersama Agatha terus.
"Aneh..." ucap Agatha agak takut melihat senyuman Ray yang berbeda.
"Jadi mau di hotel atau ke apartemen aku aja?" tanya Ray nggak sabaran.
"Apanya?" ucap Agatha dia jadi semakin takut dengan pertanyaan Ray.
__ADS_1
"Katanya mau makan aku" ucap Ray dengan senyum mesum yang mengembang sempurna.
"Ya...ampun aku salah ngomong yach" batin Agatha baru sadar akan ucapannya yang ambigu tadi.
"Bukan itu, maksud aku, aku ingin bunuh kamu!" teriak Agatha kesal.
"Hahahahahah kamu ngegemesin banget sih sayang" ucap Ray sambil tertawa dan mencubit pipi Agatha.
Akhirnya mereka sampai di restoran Jepang, Ray membuka seatbelt Agatha sambil menciumnya hingga Agatha bingung kenapa setiap membuka seatbelt harus pake dicium segala. Setelah Ray turun dia kemudian berjalan memutar mobil untuk membukakan pintu untuk Agatha dan memegang kepala Agatha agar nggak terkena benturan atas mobil. Saat semua itu Ray lakukan tanpa dia sadari orang tua Agatha melihat semuanya karena mobil yang Ray pakai kaca depannya masih bisa di lihat orang dari luar. Orang tua Agatha tersenyum melihatnya dari dalam restoran yang nggak jauh dari Ray memarkirkan mobilnya, karena saat ini mereka juga sedang makan di restoran itu.
"Lihat pa, bucin gitu si Ray sama anak kita, sok-sok'an cinta dengan gadis masa lalunya" ucap Tia sambil tertawa.
"Iya...papa lihat Agatha juga bucin abis, pake ngengsi" ucap Andrew ikutan tertawa.
Ray masuk kedalam restoran sambil mengandeng tangan Agatha, semua mata memandang kagum mereka berdua, banyak yang iri melihat pasangan sempurna itu. Ray menarik kursi untuk Agatha duduk kemudian dia duduk di sebelah Agatha. Tanpa mereka tahu posisi mereka saat ini bisa nampak jelas oleh orang tua Agatha.
Setelah Ray dan Agatha memesan makanan, Ray membawa Agatha kedalam pelukannya dan mencium puncak kepala Agatha.
"Capek sayang?" tanya Ray sambil mengelus rambut Agatha.
"Iya..." jawab Agatha sambil membalas pelukan Ray dan menengelamkan wajahnya ke dada Ray.
"Besok aku jemput yach pergi kerjanya, mobil kamu kan belum benar tu" ucap Ray sambil meremas tangan Agatha saat dia mengambilnya tadi.
"Aku pake supir aja" ucap Agatha sambil melihat ke arah Ray.
"Nggak boleh, ada aku kenapa pake supir?" ucap Ray lalu mencium seluruh wajah Agatha dengan gemas.
"Terserah kamu aja deh" ucap Agatha sambil tersenyum melihat tingkah Ray yang nggak tahu malu.
"Halah....anak kamu itu kayak gitu mau gayanya batalin pernikahan" ucap Andrew kesal melihat bucinnya anaknya baru di rayu dikit udah luluh.
"Anak kamu juga itu" ucap Tia dia merasa kok anaknya bisa sama kayak dia, di rayu dikit langsung luluh.
"Minggu depan aja yach kita nikah, jangan di tunda, aku nggak sabar" ucap Ray dengan suara serak karena Agatha nggak sadar tangannya menyentuh junior Ray dan membuat Ray langsung bergairah.
"Aku mau, tapi setelah kamu bisa lupain gadis yang kamu cintai itu dan kamu cintanya sama aku" ucap Agatha dengan nada kesal.
"Huff....aku kecanduan sama kamu Agatha ku sayang" ucap Ray pasrah saat Agatha tanpa sadar mengerak-gerakkan tangannya di junior Ray.
"Sayangku Agatha....bisa berhenti nggak main disitu" ucap Ray sambil mata terpejam menikmati elusan Agatha.
Untungnya orang tua Agatha telah pulang dari tadi karena jengkel melihat bucin tapi gengsi mereka.
"Apanya?" tanya Agatha heran melihat tingkah Ray.
"Kamu elusin juniorku terus, aku jadi pengen sayang" ucap Ray dengan suara serak melihat Agatha.
__ADS_1
Entahlah kenapa Agatha jadi menyukai melihat ekspresi Ray, lalu pikiran mesum nya datang dan Agatha berbisik.