Mencintai CEO

Mencintai CEO
13.Morning kiss & rencana pindah


__ADS_3

Cup... Hana mengecup bibir ellang


Ellang langsung menahan tengguk hana untuk memperdalam ciumannya


Hana langsung melotot kaget tapi dia juga menikmati ciuman itu,mereka menyudahi ciuman dengan nafas yang tersengal sengal


"A-aku mandi dulu" ucap ellang gugup sambil berjalan kearah kamar mandi


"Bagaimana kalau mandi bersama" ucap hana dengan menggoda


Ellang masuk kekamar mandi tanpa menghiraukan ucapan hana


"Hahahahah" Hana begitu puas tertawa "akhirnya sedikit demi sedikit ellang sudah mulai menerimaku" ucap hana dengan senang


Hana langsung beranjak dari kasur menuju lemari untuk menyiapkan pakaian ellang dan menaruhnya diatas kasur,dia ingin menjadi istri yang berbakti.


Ceklek.... Ellang melihat ke setiap sudut dimana istrinya tapi tidak ada


"Mungkin dia dibawah"ucap ellang


Hana sedang membantu para bibi untuk menyiapkan sarapan,sedari dulu hana emang suka sesekali memasak ya walaupun tidak setiap hari tapi masakan hana sungguh lezatt


Ellang keluar kamar dan menuruni satu persatu anak tangga,dia berjalan menuju dapur dan benar saja istrinya sedang memasak...


Dia terus memperhatikan istrinya sangat cekatan dan "Mendekatkan ell tidak usah malu malu" ucap sang papa


Ellang kaget tiba tiba papa mertuanya ada dibelakangnya


"E-eeh iya pa" ucap ellang gugup karena tertangkap basah oleh papa mertua


Hana langsung menoleh kebelakang ternyata benar itu suara ellang,hana tersenyum dan langsung mendekat ke arah ellang


"Kenapa ada disini,duduklah dimeja makan akan aku siapkan teh hangat dulu" ucap hana "Sebentar lagi makanan akan siap"lanjut hana dan pergi meninggalkan ellang

__ADS_1


Ellang yang bergabung dengan kedua mertuanya sesekali mereka membahas bisnis,sampai hana selesai menghidangkan masakannya


"Makanan sudah siap, hana mandi dulu sebentar ya" ucap hana sambil berlalu menuju kamarnya


"Anak kamu itu selalu begitu kelakuannya" ucap mama geleng geleng kepala


"Hey anak kamu juga" ucap sang papa pura pura kesal


"Anak kalian mah pah" ucap ellang santai


"Iya anak kami" ucap mereka kompak


Tibalah hana dimeja makan dan duduk di samping ellang


Dia langsung mengambilkan nasi serta lauknya untuk ellang dan mereka kini menikmati sarapan.


Setelah sarapan mereka kumpul diruang keluarga dan berbincang bincang sesekali ellang mencuri curi pandangan ke arah hana,mama dan papa hana pun mengerti dan segera meninggalkan mereka berdua


"Pah temani mama keluar yuk,kayanya mama pengen jalan jalan" ucap mama


"Iya tadi mama lihat si ellang ngelirik hana terus" ucap mama "Semoga saja hana bisa membuat ellang mencintainya" ucap mama penuh harap


"Iya ma kita do'akan saja yang terbaik buat mereka" ucap papa


Orang tua hana sudah berangkat setengah jam yang lalu tapi hana dan ellang tidak berbicara sedikitpun,hana meninggalkan ellang dan menuju ke dalam kamar ellang pun membuntuti hana


Sesampainya di dalam kamar "Kita harus bicara ana" ucap ellang


"Bicara apa ell" ucap hana


"Aku ingin kita pindah ke apartemen" ucap ellang


"Kapan ell" jawab hana

__ADS_1


"Besok sore" ucap ellang


"Baiklah aku akan berkemas" ucap hana


"Kenapa kau tidak menolak saat ku ajak pindah" ucap ellang


"Untuk apa menolak ell,kita sudah suami istri jadi kemanapun suami pergi maka istri ikut suami" ucap hana tersenyum


Ellang bingung harus menjawab apa karena apa yang diucapkan hana memang benar sekarang mereka adalah sepasang suami istri


Ellang yang melihat hana berkemas segera menghampiri hana


"Bawa secukupnya saja" ucap ellang


"Iya ell" ucap hana sambil tersenyum "Apa nanti aku akan tetap menjadi sekertaris mu ell? " tanya hana


"Hemm" ellang hanya berdehem


"Oiya ell boleh aku bertanya?" ucap hana


Ellang hanya mengangguk


"Apa kau akan belajar menerima pernikahan ini dan juga menerima cintaku" ucap hana


"Entahlah,kita jalani saja seperti air yang mengalir" ucap ellang bingung


"Apa saat ciuman tadi pagi kau tidak merasakan jantungmu berdebar?" tanya hana


"E-eeh tidak" ucap ellang gugup


"Kenapa kau nampak gugup ell" ucap hana "Jangan jangan kau berbohong ell" lanjut hana lagi sambil memperhatikan raut wajah ellang dan berjalan ke arah ellang


Ellang yang diperhatikan oleh hana pun menjadi tegang dia takut ketahuan berbohong karena dia sangat gengsi

__ADS_1


"Menyingkir lah ana" ucap ellang sambil menghilangkan rasa gugupnya


Hana pun beranjak dari hadapan ellang dan melanjutkan berkemasnya,setelah selesai berkemas ellang dan hana tertidur


__ADS_2