Mencintai CEO

Mencintai CEO
03.Kesal


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan ellang di restaurant tadi, muka hana ditekuk sepanjang perjalanan menuju kantornya.Setibanya di parkiran khusus


"uuhh sebal sebal sebal pokonya aku sebal sekali" ucap hana seambil membanting pintu mobil dengan sangat kencang"BRAKKK"


Hana pun langsung ke ruangan papanya untuk melaporkan bahwa ia berhasil membuat CEO yang arrogant dan dingin itu menyetujui kontrak kerjasamanya.


Tok tok tok...


"Masuklah anak mama sayang" ucap sang mama


"Haiiiss.. suami sama istri sama saja" ucap hana sambil memanyunkan bibirnya lantaran hana masih kesal pada sikap ellang yang dingin dan arrogant itu...


Mama hana heran dengan mimik muka sang anak terlihat seperti sedang kesal,baru saja ia ingin bertanya tapi sudah didahului sang suami...

__ADS_1


"Bagaimana sayang apa dapat tandatangan kontraknya? apa kau sudah bisa dekat dengan lelaki itu? atau kau dicuekin lagi? "ucap sang papa yang bertanya begitu memberondong


" papa ini kalau tanya satu satu dong kan hana bingung jawab yang mana dulu"ucap hana sambil cemberut


Mama yang tadinya diam langsung membuka suara


"Lelaki siapa pah, hana? sepertinya kalian sedang merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan mama? " ucap sang mama kepada anak dan suaminya "Oohh... mama tau pasti anaknya si damian kan? "ucap sang mama sambil mendekati anaknya dan menuntutnya duduk di sofa


" Iya mah aku tuh kesel banget sama dia masa kejadian di pesta perusahaan terulang kembali"ucap hana dengan mata yang sudah berkaca kaca "apakah aku tidak menarik? kuranga apa aku mah,pah? dia terlihat menyebalkan sekali" ucap hana sabil mencibirkan bibirnya


"Dikira anak kita engga laku apa mah, masa iya harus dijodohin sih" ucap papa dengan membantah


Hana yang tadinya diam pun langsung menyahut"Sepertinya ide mama tidak begitu buruk" ucap hana,"apa si ellang mau dijodohkan dengan ku"ucap hana lagi sepertinya dia tidak yakin dengan ide sang mama

__ADS_1


Papa dan mama hana yang mendengan ucapan sang anak pun menoleh "kamu tenang saja sayang serahkan semuanya sama mama dan papa ya" ucap sang mama yang diangguki oleh sang papa,karena tidak tega melihat anak yang matanya sudah berkaca kaca itu


"Kalau dia tidak setuju bagai mana? "ucap hana


" Sudahlah jangan pesimis begitu belum juga apa apa, lagian papa dan mama juga belum membicarakan ini sama damian dan stefani itu"ucap sang papa


"iya sayang, kamu tenang saja ya." ucap sang mama sambil mengelus rambut sang anak


"sekarang mama telpon stefani dulu ya" ucap sang mama sambil mengambil hape didalam tasnya dan beranjak ke arah balkon yang ada diruangan sang suami


Mama pun menelpon tante stefani sepertinya cukup lama berbicara entah apa yang mereka bicarakan,terlihat sekali mama sepertinya bahagia dan sambil tertawa.Apa mungkin tante stefani menyetujui perjodohan ini,ah rasanya aku sudah tidak sabar mendengan apa yang dibicarakan mama sama tante stefani,mama pun mengakhiri panggilan telponnya dan kembali ke sofa untuk membicarakan perbincangannya dengan tante stefani


Mama menghela nafas panjang,aku sendiri merasa bingung kenapa tiba tiba raut muka mamah berubah "apa tante stefani tidak menyetujui usulan mama? " tanya ku didalam hati

__ADS_1


"Akhirnya apa yang kamu inginkan tercapai sayang" ucap mama dengan berbinar karena bahagia


Hatiku berbunga bunga dengan apa yang baru saja diucapkan mama


__ADS_2