Mencintai CEO

Mencintai CEO
14.Izin rencana pindah & Unboxing


__ADS_3

Malam harinya setelah selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga


"Emmm begini mah pah,besok rencananya ellang akan pindah ke apartemen bersama hana apa mama dan papa mengijinkan" ucap ellang panjang lebar


Sontak mama papa diam dan saling pandang kemudian mereka tersenyum


"Ell dengarkan papa,karena semenjak ijab qobul kemarin,hana sudah sepenuhnya tanggung jawabmu nak" ucap papa "Tapi bila mana suatu hari nanti kau sudah tak menginginkan hana maka pulangkanlah secara baik baik,karena kau juga memintanya secara baik baik pula" ucap papa hana sendu


Mama langsung mengusap pelan lengan papa


"Terimakasih mah pah atas izinnya,kami akan sering berkunjung kemari nantinya" ucap hana dan di anggukan oleh ellang


"Iya nak untuk sekarang mama dan papa hanya bisa mendoakan semoga hubungan kalian ada kemajuan dan jangan lupa untuk segera memberikan kami cucu" ucap mama


Ellang dan hana saling pandang setelah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan sang mama dan kemudian mereka mengangguk


"Sekarang kalian istirahat lah" ucap papa


"Iya pah" ucap hana


Kini mereka kembali ke kamar setelah meminta izin tadi


"Ayo ell kita buat cucu untuk kedua orang tua kita" ucap hana sambil mendekat kearah ellang dengan senyum menggoda


"Hey menjauhlah,hus hus hus" ucap ellang sambil menggerakan tangannya agar hana menjauh dia sedikit takut dengan tingkah hana itu


Tapi hana tetap lah hana,dia semakin mendekat kearah ellang dan "Hahahaha kau lucu sekali ell,padahal aku hanya bercana" ucap hana


Ellang yang melihat hana mentertawakannya langsung menghimpit tubuh hana kedinding dan langsung m*****t bibir hana dengan rakus,ellang semakin menahan tengguk hana dan memperdalam ciumannya setelah kehabisan nafas mereka melepaskan pagutannya

__ADS_1


"Sial kenapa bibirnya manis sekali" umpat ellang dalam hati


"Mau lanjut? " tanya hana


"Kau yakin?" ucap ellang menantang


"Sangat yakin" ucap hana


"Baiklah kalau sudah mulai jangan harap bisa berhenti" ucap ellang sambil tersenyum devil


Hana yang melihat senyum ellang menjadi merinding sendiri


Ellang langsung menindih tubuh hana dan m*****t bibir hana dengan lembut turun keleher dan


"Ahhh" ******* hana sangat sekhsihh


"Sungguh indah tubuhnya,mulus dan juga putih" ucap ellang dalam hati,terus memandangi tubuh hana yang sangat menggoda itu


Hana yang ditatap seperti itu menjadi malu dan dia segera mangambil selimut di sampingnya untuk menutupi apa yang sudah terampang jelas didepan ellang


"Untuk apa ditutup hemm?" tanya ellang


"Aku malu ell karena kau menatapku seperti itu" ucap hana malu


"Ah sial kenapa dia begitu menggemaskan" umpat ell dalam hati


Tanpa aba aba ell langsung menarik selimut dan mulai lah pergulatan sepasang suami istri,hana begitu kelelahan karena ellang tidak mau berhenti terus meminta dan meminta lagi


Mereka mengakhiri pergulatan itu sampai subuh tadi dan mereka langsung terlelap

__ADS_1


Pagi telah tiba sepasang suami-istri belum juga bangun,mama dan papa hana begitu heran kenapa anak dan mantunya belum juga turun padahal sudah jam 8 tapi tidak ada tanda tanda mereka akan keluar kamar


Mama yang penasaran pun langsung naik ke atas menuju kamar hana


Tok Tok Tok


Tidak ada sahutan dari dalam,mama langsung memanggil bibi


"BI bi bi asih ambil kunci duplikat kamar hana dong" ucap mama tergesa gesa


"Iya nyah tunggu sebentar" bi asih langsung mengambil kunci


"Ini nyah" serah kan kunci ke mama hana


Mama langsung mengambil kunci dan membuka kamar hana dia begitu terkejut dengan pemandangan didepan matanya


"Oh...ini pemandangan yang harus di abadikan" ucap mama pelan karena takut membangunkan anak dan mantunya itu


Mam langsung memotret mereka berdua dan langsung mengirimkan ke besannya...


Mama keluar kamar hana dengar berbahagia sekali karena sebentar lagi dia akan memiliki cucu


"Loh mah mana hana dan ellang nya kok mama turun sendiri aja" tanya papa


"Hemm gini loh pa,mama rasa mereka berdua engga akan bangun" ucap mama "Soalnya... coba deh papa lihat" lanjut mama sambil memperlihatkan hapenya untuk memberitahu kenapa anak dan mantunya belum turun


"J-jadi mereka sudah memperoses membuat cucu mah? " ucap papa kaget dan juga senang


.

__ADS_1


__ADS_2