
Hero yang mengingat apa yang dikatakan oleh Adik angkatnya Hero terdiam di kamarnya, Hero berpikir apa yang dilakukannya sekarang mungkin memang munafik tapi saat ini dirinya tidak bisa bersama dengan Melinda, Melinda juga sangat membencinya itu kenapa dirinya sampai melakukan semua itu pada Melinda.
"Apa aku sudah terlalu jahat padanya?" ucap Hero berbicara sendiri.
"Tapi... ."
"Benar aku sudah terlalu jahat padanya aku harus berubah, aku tidak akan berpura-pura lagi," sambung Hero yang sudah memikirkan semuanya dengan sangat matang.
Pagi harinya sudah tidak tidur semalaman Hero mengambil keputusan untuknya, Hero mengambil keputusan kalau dirinya tidak akan berpura-pura lagi berpacaran dengan Nadia.
"Nanti Berhentilah berpura-pura menjadi kekasihku," ucap Hero yang berada di satu mobil bersama Nadia.
"Ahhhh, akhirnya Kakakku sudah sadar diri juga, kalau begitu aku harus merasa sangat senang, Bolehkah aku memberitahu semuanya kalau kita sebenarnya bukan sepasang kekasih melainkan adik kakak?" tanya Nadia.
"Terserah saja, intinya hubungan pura-pura kita harus berakhir," ucap Hero.
"Baik Kak Hero, syukurlah Kakak sadar lebih cepat dari perkiraanku," sahut Nadia tersenyum puas.
Setibanya di kantor suara keributan terdengar sangat keras, walau belum waktunya masuk kerja tetap saja setelah masuk ke dalam kantor semua tidak boleh ribut.
"Ada yang tidak beres," ucap Hero tidak senang.
Hero yang berjalan masuk ke dalam kantor melihat hampir semua karyawan mengelilingi Melinda, Hero juga melihat di meja Melinda Ada buket bunga yang cukup besar serta di masing-masing meja terdapat minuman yang sengaja dibagikan.
"Ada apa ini?" tanya Hero mengejutkan semua orang termasuk Melinda.
"Diam semua, Kembali ke tempat masing-masing dan lakukan pekerjaan kalian jika tidak ingin kalian bisa pulang sekarang," ucap Hero.
Mendengar ucapan Hero semua langsung Kembali ke tempat masing-masing, setelah itu tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara karena tidak ingin dimarahin lagi oleh Hero.
"Kamu ikut denganku," ucap Hero menunjuk Lara.
__ADS_1
"Aku Pak," sahut Lara kebingungan.
"Cepat ikuti aku tidak perlu banyak bertanya," ucap Hero sambil berjalan pergi diikuti Lara dengan wajah lesu di belakangnya.
karena dirinya tiba-tiba dipanggil Lara mengira dirinya akan terkena masalah, tapi apa yang sudah dilakukannya hingga membuat Hero marah dirinya sendiri tidak tahu.
Sesampainya di dalam ruangan Hero yang duduk dengan serius menatap Lara yang Hanya berdiam diri, Lara tidak tahu harus mengatakan apa karena dia tidak tahu kesalahan apa yang sudah dibuatnya.
"Jelaskan semua padaku apa yang sebenarnya terjadi di kantor pagi-pagi ini kenapa semua orang terlihat sangat heboh?" tanya Hero.
Mendengar apa yang ditanyakan oleh Hero jiwa gosip Lara meronta-ronta, Lara sambil tersenyum membayangkan apa yang tadi dilihatnya bersiap menceritakannya pada Hero.
"Begini Pak, tadi pagi saat aku dan beberapa karyawan lain datang seseorang berdiri di depan kantor, Iya tampan berpenampilan rapi yang menaiki mobil Lamborghini seperti sedang menunggu seseorang," ucap Lara.
"Dia membawa sebuket bunga dan minuman panas sangat banyak, Bunga dan semua minuman itu di berikannya pada Melinda, setelah pria itu pergi Melinda membagikan minumannya pada karyawan kantor lainnya karena dia tidak mungkin bisa menghabiskan semuanya sendiri," sambung Lara.
"Apa pria aneh itu memasuki kantor?" tanya Hero.
"Tidak, setelah memberikan bunga dan minuman dia langsung pergi dia tersenyum dan Melambaikan tangannya penuh semangat pada Melinda," ucap Lara.
"Melinda tentu saja merasa sangat senang dia juga menyimpan Bukit Bunga di samping komputernya, andai aku juga memiliki kekasih setampan dan sekali dia betapa bahagianya hidupku," ucap Lara tanpa sadar.
" Berhentilah berkhayal sana kembali kerja, katakan pada yang lain juga jika mereka masih membuat keributan bonus bulanan mereka akan Kupotong setengahnya," sahut Hero.
"Baik Pak," ucap Lara yang langsung pergi.
Sambil berjalan Lara berpikir sepertinya Hero terlihat aneh, dari reaksinya yang seperti itu membuat Lara berpikir kalau Hero sedang cemburu tapi Kenapa Hero harus cemburu sedangkan Dia memiliki kekasih sendiri yang berada selalu disampingnya.
"Kalian semua diam, Pak Hero berkata jika satu saja dari kalian masih hidup bonus bulanan akan dipotong setengahnya," ucap Lara.
"Apa!"
__ADS_1
"Tapi kenapa?"
semua karyawan bertanya-tanya sendiri kenapa Hero sampai ingin melakukan seperti itu, padahal sebelumnya baru juga membuat keributan dengan membawa pacarnya dan memperkenalkannya pada mereka semua.
"Sudah sudah, kita semua diam saja karena Hari ini aku ya nanti aku akan mentraktir dua-dua untuk kita semua," ucap Melinda.
"Melinda kamu memang yang terbaik," sahut Lara pelan.
Suasana menjadi sangat Hening seketika, tidak ada satupun karyawan yang saling berbicara dan fokus pada pekerjaan masing-masing, Nadia yang melihat itu dari kejauhan hanya tersenyum dia berpikir itu Karma yang harus diterima oleh kakak angkatnya karena sudah mempermainkan perempuan.
"Sunyi nya kantor," ucap Nadia sambil berjalan masuk ke ruangan Hero.
"Apa kakak tahu apa yang aku lihat baru saja?" tanya Nadia.
"Suasana Kantor menjadi Hening karena seseorang," ucap Nadia.
"Wanita itu pintar sekali mendapat hati para rekan-rekannya, siang ini karena dia merasa senang dia akan mentraktir semua karyawan minum Boba," sambung Nadia yang duduk di kursinya.
"Kakak tidak bisa marah Anggap saja itu Karma yang harus aku terima karena sudah mempermainkan wanita itu," ucap Nadia.
"Berisik, kalau kamu ada waktu untuk memikirkan permasalahan Kenapa tidak kamu urus aja permasalahan sendiri, katakan pada Ayah angkat Kalau Sebenarnya kamu tidak ingin bekerja di kantor ini," sahut Hero.
"Heeeeh, Kenapa kakak malah marah, aku hanya mengatakan yang sebenarnya," ucap Nadia.
"Kalau kakak tidak ingin mendengarkannya tidak masalah aku akan diam," sambung Nadia yang langsung membaringkan kepalanya di atas meja.
Nadia sebenarnya tidak ingin bekerja dan hanya ingin pergi berbelanja saja setiap harinya bersama teman-temannya, semua karena Kakak angkatnya dan juga ayahnya memaksanya untuk bekerja dan sekarang dirinya harus melakukan semua itu walau merasa sangat terpaksa.
Hero langsung pergi meninggalkan nadia yang Sedang bermalas-malasan Sendiri, melewati semua karyawannya Hero melihat semua karyawannya yang diam, tidak ada satupun dari mereka berbicara satu sama lain semua foto mengerjakan pekerjaan masing-masing.
Saat beberapa orang melihatnya semua membuang muka, mereka tidak ingin terkena masalah maka dari itu mereka tidak mau mengatakan apapun pada Hero walau sekedar menyapanya.
__ADS_1
"Kantor itu sudah seharusnya seperti ini, senyap," ucap Hero sambil berlalu pergi.
Banyak karyawan yang hanya memunculkan bibir mereka mengejek apa yang dikatakan Hero, walau hero adalah seorang CEO bukan berarti dia bebas melakukan apapun pada karyawannya apalagi sampai memotong bonus mereka.