Mencintai Mantan Kakak Tiriku

Mencintai Mantan Kakak Tiriku
Tidak Menyangka


__ADS_3

Tin tin.


Suara klakson mobil mengejutkan Melinda yang masih bersiap, saat melihat dari jendela Melinda melihat Nathan yang sudah turun dari mobilnya dan seperti sedang menunggunya.


"Mel cepat, bos mu sudah menunggu di luar," ucap Ayah Melinda.


"Ayah sendiri kenapa tidak bersiap pergi?" tanya Melinda.


"Ayah berangkat siang, sudah kamu cepat berangkat Jangan membuat bosmu menunggu lebih lama," ucap ayah Melinda.


"Baiklah, kalau begitu Melinda pergi sekarang juga," sahut Melinda yang langsung mengambil tasnya dan berjalan keluar.


Melinda bergegas menghampiri Natan yang tersenyum ke arahnya, sebenarnya senyuman Natan memang menawan tapi Melinda tidak bisa memungkiri kalau dirinya malah tidak suka melihat senyuman Natan itu yang seperti terlalu dibuat-buat.


"Ayo, maaf kalau aku menjemput mu kepagian," ucap Natan.


"Tidak apa-apa, aku juga sedang bersiap saat Bapak Datang," sahut Melinda.


"Kamu memanggil ku bapak lagi," ucap Natan sambil berjalan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku akan sampai di kantor dan memulai kerja tidak mungkin aku memanggil mu dengan sebutan kakak, pasti akan menarik terlalu banyak perhatian karyawan lain Jika aku memanggil mu begitu," sahut Melinda.


"kamu terlalu banyak berpikir, tapi baiklah lagi pula saat kita berada di kantor saja Kamu memanggilku seperti itu, jika kita sudah pulang kamu bisa membantuku seperti sebelumnya," ucap Natan yang sama sekali tidak di jawab oleh Melinda.


Natan membawa mobilnya menjauh meninggalkan rumah Melinda, sesekali Natan melirik ke arah Melinda yang hanya diam tampa mengatakan apapun.


melihat itu Natan menarik nafas panjang, Natan berpikir aku mungkin dirinya memiliki kesalahan yang membuat Melinda merasa marah padanya.


"Apa aku membuat kesalahan?" tanya Natan.


"Bapak bercanda, tentu saja Bapak tidak memiliki kesalahan apapun kenapa bapak bertanya seperti itu?" tanya Melinda balik.


"Bapak terlalu banyak berpikir, aku... ."


Bruuuuuuuuuuuuaaaaaak.


suara tabrakan yang sangat keras membuat Melinda tidak melanjutkan perkataannya, Natan sendiri yang merasa sangat terkejut petugas memberhentikan mobilnya, Natan yakin saat ini dirinya menabrak seseorang Tapi tentu saja itu bukan kesalahannya Karena orang itu yang berlari cepat ingin menyeberang jalan.


"Pak Sepertinya kita menabrak seseorang," ucap Melinda.

__ADS_1


"Kamu harus menjadi saksiku, orang yang aku dapat itu yang berlari cepat," sahut Natan.


"Kita pikirkan itu nanti lagi, Bagaimana jika kita turun dan melihat keadaannya," ucap Melinda.


Natan yang menganggukkan kepalanya bergegas turun dari mobil diikuti oleh Melinda, saat turun dari mobil Melinda dan Nanda sama-sama merasa terkejut setelah melihat Siapa yang terbaring penuh darah di depan mereka.


"Hero."


Melihat Hero yang terbaring dipenuhi darah Melinda bisa merasakan tubuhnya yang gemetar, Melinda sama sekali tidak bisa hanya diam dan memperhatikan saja Hero yang terluka sangat parah.


"Apa kamu baik-baik saja? aku akan membawa mu ke rumah sakit," ucap Melinda.


"Pak bantu aku, kita harus membawanya ke rumah sakit takutnya Sesuatu terjadi padanya dan kita akan dituntut," sambung Melinda.


"Haaaah."


Natan yang sebenarnya tidak ingin menolong Hero hanya mengepalkan tangannya dan menarik nafas panjang, Natan tidak menjawab perkataan Melinda dan langsung membantu Hero naik ke mobilnya saat membantu Hero Natan bisa melihat kalau Hero tersenyum penuh arti.


Walau melihat itu Natan hanya diam dan tetap membawanya masuk ke dalam mobilnya, demi Melinda dirinya harus menahan diri agar tidak menjatuhkan Hero apalagi sampai memukulnya.

__ADS_1


__ADS_2