Mencintai Mantan Kakak Tiriku

Mencintai Mantan Kakak Tiriku
Ingin Melindungi


__ADS_3

"Sudahlah cukup jangan mengganggu ku lagi," ucap Melinda.


Melinda meminta Natan berjalan pergi meninggalkan Hero, tidak peduli seperti apa Natan menurut Hero tapi menurutnya Natan adalah pria baik-baik, Jika dia bukan pria baik-baik tidak mungkin semalam dia mengantarkannya pulang berbeda dari hero yang malah hanya mengejeknya.


Baru mau berjalan pergi Hero menarik tangannya Melinda dan membuatnya berhenti di tempatnya, Melinda sudah tidak tahan lagi melihat Hero yang berusaha menghentikannya lagi dan lagi.


Plaaaaaaaaaak.


Melinda menampar pipi Hero dengan sangat keras dan menatapnya tajam, Melinda juga melepaskan tangan Hero secara paksa lalu menarik tangan Natan menjauh pergi meninggalkan hero yang hanya terdiam.


Sebelum pergi Natan tersenyum mengejek Hero yang baru saja ditampar oleh Melinda, sebenarnya Natan sangat mengenal siapa Hero karena mereka memiliki ayah yang sama, Natan adalah Adik Hero beda ibu dan umur mereka hanya berbeda dua tahun.


Melihat Melinda dan Nathan yang sudah berjalan pergi Hero yang terdiam kembali tersadar, sudah sangat lama dirinya tidak bertemu dengan apa dan Heru sangat yakin kalau sifat Nathan tidak berbeda jauh dengan ibunya sang perusak rumah tangga orang yang membuat ibu Hero malah diceraikan.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan Melinda terjebak dengannya, aku berapa hari ini sengaja mengerjainya tapi tidak ingin benar-benar membuatnya menderita, aku berjanji dia boleh bersama siapa saja asal jangan bersama pria itu," ucap Hero.


Di dalam mobil Melinda menyandarkan tubuhnya, Melinda masih tidak mengerti kenapa Hero seperti itu padanya dan Sebenarnya apa yang sudah dibuatnya hingga Hero terus-menerus mengganggunya seperti itu.


" Kamu sepertinya sangat tidak menyukainya?" tanya Natan.


"Bukan tidak menyukainya hanya sangat kesal padanya saja," ucap Melinda.


"Bagaimana denganmu Sepertinya dia juga mengenal dan Mungkin kalian sangat dekat," sambung Melinda.


"kita pergi ke tempat makan lain saja masih banyak restoran masakannya jauh lebih enak dari tempat tadi," sambung Natan.


"Terserah saja, Aku sangat lelah dan ingin segera beristirahat," ucap Melinda.

__ADS_1


"Baiklah," sahut Nathan yang langsung membawa mobilnya berjalan pergi.


Setelah sampai di tempat yang ingin ditujunya Natan kembali memarkir mobilnya, Natan membukakan pintu untuk Melinda seperti layaknya seorang kekasih.


"Terima kasih, tapi Bapak maksudku Natan kamu tidak perlu melakukannya sampai begitu, hubungan kita hanya sebagai atasan dan bawahan nantinya," ucap Melinda.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu, kita bisa seperti teman atau bahkan lebih nantinya," sahut Natan.


mendengar apa yang dikatakan oleh Natan Melinda hanya menarik nafas pelan dan membuangnya perlahan, melinda sendiri mengerti sangat jelas Apa maksud Natan tapi sebenarnya dirinya sama sekali tidak tertarik untuk memiliki hubungan pada siapapun sekarang.


Keduanya yang berjalan masuk terus diperhatikan oleh Hero dari kejauhan, Hero tidak ingin terjadi sesuatu apapun pada Melinda maka dari itu Hero sudah memutuskan untuk memperhatikan dari kejauhan saja sementara waktu hanya untuk berjaga-jaga.


Walau berada di dalam mobilnya Hero bisa melihat dengan jelas apa saja yang dilakukan oleh Melinda dan Natan, Hero terus bergumam sendiri karena tidak bisa menerima jika Melinda dekat dengan pria lain termasuk Natan.

__ADS_1


"Semoga tidak terjadi sesuatu padamu, aku harus melakukan apa agar kamu percaya kalau dia bukan pria baik-baik," ucap Hero yang terus berbicara sendiri sambil melihat ke arah restoran.


"Sebenarnya aku hanya ingin melindungimu darinya," gumam Hero lagi.


__ADS_2