
Apa yang dikatakan oleh Melinda Hero tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang dikatakan oleh Melinda sangat benar dirinya memang egois dan juga memperlakukan karyawan seperti itu, Hero sadar diri tapi dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan malinda.
"Kalau tidak ada apa-apa lagi aku permisi dulu Pak," ucap Melinda yang langsung berjalan mundur meninggalkan ruangan Hero.
Melinda menatap ruangan Hero sekilas lalu kembali ke tempat duduknya, itu adalah hari Terakhirnya melihat ruangan Hero untuk selamanya, dan untuk selamanya juga dirimu tidak akan bertemu lagi dengan Hero.
"Kamu gak apa-apa Mel?" tanya Nanda merasa khawatir.
"Memangnya aku kenapa? seharusnya aku yang mengkhawatirkan mu dan karyawan lainnya," ucap Melinda.
"Semoga setelah kepergianku kalian semua bisa bertahan menghadapi segala cobaan yang ada di perusahaan ini," sambung Melinda.
"Hiks hiks hiks, Mel...."
Nanda menangis sambil memeluk Melinda, jika tidak bertemu dengan Melinda siapa yang akan membantunya mendapatkan ayah Melinda itu.
"Sudah sudah aku tahu kenapa kamu menangis, aku akan tetap membantumu untuk mendapatkan ayahku tapi aku tidak yakin ayahku mau mencari istri baru," ucap Melinda.
" kamu memang calon anak tiri ku yang terbaik," sahut Nanda kembali memeluk Melinda dan sangat erat.
" lepaskan pelukanmu Aku merasa sangat geli," ucap Melinda mendorong Nanda dengan pelan.
Tepat setelah jam pulang kerja berbunyi Melinda langsung menyimpan semua yang harus dibawanya pulang, Melinda benar-benar berharap setelah ini semua karyawan tidak diperlakukan sama seperti sebelumnya.
"Mel."
suara panggilan yang berada di belakangnya membuatnya Melinda menghentikan langkahnya, Melinda menatap Nadia yang berjalan ke arahnya.
"Maafkan aku."
apa yang baru saja didengarnya yang buat Melinda terkejut Setengah Mati, Nadia tidak pernah berbuat salah padanya Lalu kenapa dia meminta maaf.
__ADS_1
" Kenapa meminta maaf pada ku?" tanya Melinda.
"Kalau semua karena Hero kamu tidak perlu meminta maaf," ucap Melinda.
"Ini memang tentang Hero tapi bukan seperti yang kamu pikirkan, aku Ya minta maaf padamu karena merasa sudah berbohong padamu," sahut Nadia.
" Sepertinya kita tidak pernah berbicara secara pribadi lalu mana yang kamu maksud dengan berbohong," ucap Melinda.
" Ini masalah hubunganku dengan Hero, Sebenarnya aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun, Maksudku aku memiliki hubungan dengan lingkari bukan seperti sepasang kekasih hero adalah kakak angkatku," sahut Nadia mencoba menjelaskan pada melinda.
Mendengar itu Melinda terlihat biasa saja tidak terkejut bahkan tanpa ekspresi, sebenarnya Melinda tidak peduli Nadia mau benar-benar pacar Hero atau si bukan intinya hubungannya dengan Hero sudah berakhir dan tidak ada yang harus dijelaskan padanya.
"Sepertinya aku sama sekali tidak peduli, aku tidak peduli ada hubungan apa Diantara Kalian," ucap Melinda.
" kamu tidak perlu merasa bersalah mau menjadi adiknya tentang pacarnya aku sama sekali tidak peduli," sambung Melinda.
"kalau begitu aku pergi dulu," ucap Melinda lagi yang langsung berjalan pergi meninggalkan Nadia.
Dari dalam ruangannya Hero bisa mendengar pembicaraan antara Nadia dan Melinda, mendengar apa yang dikatakan oleh Melinda Hero merasa sangat sedih, Hero sama sekali tidak menyangka Melinda tidak memiliki perasaan apapun padanya dalam waktu sesingkat itu.
tapi susah di apapun dirinya semua itu tidak berguna Melinda tidak akan kembali lagi kepercayaan atau kembali lagi menjadi kekasihnya, semua sudah terlambat walau sebenarnya Hero tidak mengerti di mana kesalahan terbesarnya.
"Teryata kakak mendengar pembicaraanku dengan wanita itu ya," ucap Nadia yang langsung masuk ke dalam ruangan setelah beberapa saat hanya mengintip dari luar.
Nadia yang berjalan ke arah tempat duduknya Berhenti sejenak tak jauh dari Hero, Nadia menggelengkan kepalanya setelah melihat wajah hero yang merasa sangat frustasi.
" sepertinya kakak membutuhkan istirahat untuk menenangkan diri," ucap Nadia.
"Kalau begitu kamu katakan pada Ayah aku akan pergi ke Amerika untuk beberapa minggu," sahut Hero.
" tunggu kenapa harus aku, Kenapa Kakak tidak mengatakannya sendiri pada Ayah?" ucap Nadia.
__ADS_1
"Tidak bisa, jika aku yang mengatakannya pada Ayah aku akan diintrogasi," sahut Hero.
"Baiklah untuk kali ini aku akan membantu mu mengatakannya pada Ayah, tapi jangan lupa belikan oleh-oleh untukku," ucap Nadia.
"Berisik, pergi sana," sahut Hero.
***
di tempat lain Melinda yang sudah memesan taksi online langsung masuk ke dalam, Melinda menarik nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di kursi, Melinda merasa lega akhirnya dirinya terlepas sepenuhnya dengan perusahaan tempat di mana Hero ada berada.
Tapi Melinda tiba-tiba kepikiran kejadian semalam semua seperti tidak nyata baginya, Bagaimana bisa cepat setelah dirinya pergi meninggalkan Hero kecelakaan terjadi dan menghalangi jalannya, karena jalan macet Melinda memutuskan turun dari taksi online itu dengan coba cari angkutan umum yang mengarah dari jalan lain, saat dirinya mencari angkutan umum tidak ada satupun yang lewat dan tiba-tiba saja sebuah mobil menghampirinya.
Seorang pria tampan yang menggunakan mobil berwarna silver berhenti tepat di depannya, pria itu membuka jendela mobil dan bertanya padanya atau membutuhkan tumpangan.
Melinda yang tidak mau dianggap orang aneh tentu saja dengan cepat menolak, Melinda juga merasa dirinya harus berjaga-jaga terhadap orang asing apalagi orang yang sama sekali tidak dikenalnya.
"Apa kamu yakin tidak membutuhkan tumpangan?" tanya pria itu seperti sedang memaksa.
" tidak terima kasih," sahut Melinda cepat.
setelah menolak tawaran pria itu Melinda memilih berjalan kaki, kalinda sama sekali tidak menyangka pria itu malah minta sopirnya untuk mengikutinya berjalan pelan.
saat pria itu menjelaskan Siapa dirinya Melinda yang merasa sedikit tenang akhirnya memutuskan mengikuti pria itu, sesampainya di rumah ternyata benar pria itu dan ayahnya saling kenal, dan keduanya juga terlihat akrab walau usia ayahnya dan pria itu jauh berbeda.
ayahnya yang sangat lancang mau bertanya terang-terangan tentang perusahaan pria itu yang apa masih menerima karyawan baru, dengan cepat pria itu menjelaskan lowongan apa saja yang masih dibutuhkan, saat itu juga Ayah Melinda meminta putrinya untuk Berhenti bekerja dan berpindah ke perusahaan pria itu.
mengingat kembali semua itu tak akan merubah apapun pikir Melinda, intinya dirinya saat ini sangat lega sudah terlepas dari Hero sepenuhnya.
"kita sudah sampai Neng," ucap sopir taksi membuyarkan Lamunan Melinda.
"Maafkan aku Pak, ini uangnya," sahut Melinda yang langsung turun dari mobil membawa semua bawaannya.
__ADS_1
Melinda yang tiba di rumah melihat mobil yang tidak asing, mobil itu adalah mobil pria yang semalam memberinya tumpangan.