Mencintai Mantan Kakak Tiriku

Mencintai Mantan Kakak Tiriku
Memberi Peringatan


__ADS_3

Setelah makan malam Hero membuntuti mobil Natan yang ternyata benar-benar mengantar Melinda pulang ke rumahnya, saat itu juga perasaan hero menjadi lega, Hero lega Melinda sudah pulang dengan selamat Walau begitu Hero Masih belum merasa tenang karena Melinda sebentar lagi akan bekerja di perusahaan Natan yang berarti Melinda dan Natan bisa sering bersama.


Melihat Natan yang membawa mobilnya pergi menjauh Hero bergegas mengejarnya, Hero yang berhasil menyalip mobilnya langsung menghalangi jalannya dan bergegas turun.


Hero menatap Natan yang turun dari mobil dan tersenyum ke arah Hero, senyuman itu penuh ejekan seperti dirinya sudah berhasil merampas sesuatu yang sangat berharga milik Hero.


"Apa kabar anak pungut keluarga orang," ucap Natan.


"Haaaah, bukan kau masih bagus aku yang anak pungut daripada kamu yang anak haram, aku ingat dengan jelas ibumu yang menjadi simpanan Ayahku bahkan sejak aku berada di dalam perut," sahut Hero.


"Jadi menurutmu memalukan mana menjadi anak pungut atau menjadi anak haram," sambung Hero.


"Hahahaha, biar saja menjadi anak haram, sekarang Aku memiliki semua yang ku mau berkat kepergian Ibumu yang bodoh itu begitu saja. Ahhhhh aku salah, ibumu bukan bodoh tapi gila," ucap Natan mendekatkan wajahnya ke arah Hero.


Buuuuuuuuuug.


Tidak terima mendengar perkataan Natan wajah Nathan yang berada tidak jauh dari wajahnya langsung mendapat pukulan mentah-mentah, darah seperti kamu menetes dari bibir dan hidung Natan dan membuatnya menggertakkan gigi.


"Beraninya anak wanita gila sepertinya memukulku, Seharusnya kamu juga masuk ke dalam rumah sakit jiwa saja bersama ibumu," ucap Natan lagi.

__ADS_1


Buuuuuuuuuuuug.


Buuuuuuuuuuuug.


Hero kembali memukul wajah Nathan dua kali berturut-turut, Hero sama sekali tidak peduli Jika Natan mengejeknya dirinya juga akan melakukan hal yang sama tapi berbeda jika menyangkut dengan ibunya.


Natan yang tidak terima dipukul terus oleh Hero langsung melayangkan pukulannya, belum sempat pukulannya mengenai pipi Hero sudah ditangkap lebih dulu.


"Apa kamu berpikir bisa memukulku hanya dengan tangan kecilmu itu, Betapa beruntungnya kamu karena itu saat ini sedang tidak ingin membunuh orang jadi aku melepaskan mu, tapi aku tidak akan melakukan hal yang sama Jika kamu berani menyakiti Melinda, Aku tidak akan seger membunuhmu di mana pun aku bertemu denganmu," ucap Hero.


"Heeeeh, Kenapa kamu begitu peduli pada mantan adik dirimu itu, atau Mungkin perasaanmu padamu bukan seperti adik dan kakak melainkan seperti sepasang kekasih," sahut Natan.


"Ini semakin menarik saja dan aku bertambah ingin memiliki wanita itu, karena prinsipku apapun yang menjadi milikmu harus menjadi milikku tidak peduli posisimu sebagai pemilik perusahaan ayahnya serta anak kesayangan atau bahkan orang yang pernah dicintai Melinda, Aku akan terus mengambil semua yang seharusnya menjadi milik mu," ucap Natan lagi.


"Ambil semua itu, tapi jika menyangkut Melinda Aku tidak akan tinggal diam, Aku akan benar-benar membunuhmu dan ibumu sekalipun bahkan pria tua itu jika kamu berani menyentuh Seujung saja rambutnya," sahut Hero.


"Aku sama sekali tidak main-main, dan ini peringatan terakhir untukmu jauhi dia," sambung Hero yang langsung meminta badannya berjalan pergi meninggalkan Natan.


"Hahahaha, Berhentilah bermimpi Aku tidak akan pernah Melepaskannya sama sekali, Aku akan mengirimkan surat undangan untuk mu karena sebentar lagi aku pasti bisa menikahinya," ucap Natan.

__ADS_1


"Jangan bermimpi, Aku tidak akan tinggal diam," sahut Hero tanpa menghentikan langkahnya.


Hacciiiiuuuu.


Hacciiiiuuuu.


Di dalam kamarnya Melinda yang baru saja membaringkan tubuhnya merasa hidungnya sangat gatal dan membuatnya bersin, hal seperti itu biasanya terjadi jika seseorang sedang membicarakan.


"Sial Siapa lagi yang kira-kira sedang bergosip tentang ku," ucap Melinda pelan.


"Ada apa? Ayah mendengar kamu berbicara sendiri," sahut Ayah Melinda.


"Tidak ada apa-apa Ayah," ucap Melinda lagi.


"Nak Jika kamu merasa cocok dengan Natan pertahankan, ayah akan selalu mendukung mu," sahut Ayah Melinda.


" Kalau begitu bagaimana jika ayah yang duluan," sahut Melinda.


"Tidak akan," ucap Ayah Melinda cepat dan bergegas pergi.

__ADS_1


"Aku juga sama, aku masih menyukainya walau dia seperti itu padaku," gumam Melinda pelan.


__ADS_2