
Fabian adalah pria yang tak mudah untuk jatuh cinta, berat baginya menjatuhkan pilihan cinta yang ada.
Karier yang bagus, wajah yang tampan, usia yang matang setiap wanita yang ia mau bisa saja ia dapatkan. Tapi satu hal yang tak pernah ia temui benar-benar adalah cinta.
Sampai saat ini ada rasa di hati yang menggantung dan mengganjal perasaannya ada sesuatu yang paling ia cintai dalam hidup tapi ia tak tahu siapa.
Fabian tahu jika dirinya mengalami amnesia 17 tahun lalu, namun tetap saja dirinya tak menemukan jawaban yang ada.
Di tambah ras penasaran itu masih di dalam hati.
Sudah dua minggu ini Fabian mengalami sebuah mimpi yang begitu terasa nyata, teriakan dan tangisan suara wanita dalam bahaya mungkinkah wanita itu adalah wanita yang pernah ada di masa lalunya.
Hingga dirinya terdiam dan berfikir sendiri.
Hingga kini Fabian pun memutuskan untuk mencari di mana siapa wanita yang mungkin ada di dalam mimpi.
Fabian pun kembali ke masa dimana dulu ia pernah tinggal, tempat yang dulu pernah ia tidur di masa lalu. Hingga sebuah surat kecil Fabian menemukan di sebuah meja.
Fabian membuka secara perlahan, Fabian yakin bila surat itu adalah untuk seorang spesial.
Yang isinya....
Dirimu berarti bagiku, setiap deru napas yang ku hembuskan hanya untuk mu.. cintaku tak pernah berubah mau kapan pun itu, hanya untuk mu dalam hidupku. Janji adalah disaat kita bersama, kau adalah segalanya...
Talia.
"Talia.. nama wanita ini.. siapa dia?" Batin Fabian yang menggenggam surat di tangannya lalu memejamkan matanya berusaha mengingat semua yang ia ingat tapi semua terasa sulit hingga dirinya memejamkan matanya dan yakin bila wanita yang bernama Talia adalah wanita berarti dalam hidupnya.
.
.
.
.
Sementara itu terlihat Rosa yang bingung pada dirinya sendiri, bila ingat perasaanya saat ini yang mencintai pria dalam diam.
Menyimpan perasaan sejak dulu membuat Talia ingin mengatakan sebuah rasa sebenernya yaitu cinta pada lawan jenis.
Tapi bila mengingat siapa Fabian dan Rosa bak langit bumi yang tak akan bisa bersatu.
__ADS_1
Hingga....
Bu Dian pun melihat ke arah Talia saat itu.
"Kamu sedang melamun apa?" Tanya Bu Dian melihat Talia yang di dapur sambil duduk menatap ke arah jendela. Tesenyum sendiri namun sesekali terlihat sedih dan bingung sendiri.
"Cuma..." kata Rosa.
"Kenapa?"
"Apa aku sudah pantas untuk jatuh cinta, apa terlalu muda untuk merasa cinta"
"Tidak sudah pas, bukannya normal kalau setiap manusia pasti punya rasa cinta" kata Bu Dian.
"Tapi ini lain"
"Lain maksudnya"
"Jatuh cinta pada pria yang lebih tua, dan lebih tak pantas" kata Rosa.
"Wah tandanya kamu sudah mulai dewasa"
"ah sudah lah lupakan saja ibu aku hanya melantur.. permisi" kata Rosa langsung pergi yang merasa malu sendiri bila berbicara tentang perasaan dirinya saat ini yang tengah jatuh cinta.
Tepat suasana malam hari...
Suara jangkrik terasa terdengar di telinga tak membuat Rosa tak mudah tidur dan masuk ke alam mimpi. Bukan karena Rosa mendengar suara jangkrik yang nyaring bunyinya melainkan di otak nya saat ini terus saja memikirkan sebuah nama yang jauh di mata tapi sangat dekat di dalam hati yaitu Fabian.
Tak bisa terus-terusan Rosa menahan rasa sendiri tersiksa teramat karena menahan rasa cinta yang sangat dalam.
Hingga dirinya tertidur dan dalam mimpi Rosa bermimpi.
Rosa bertemu dengan Fabian dalam mimpi terlihat tampan dan wajahnya tersenyum padanya.
Di dalam mimpi Rosa memberikan sebuah hadiah kecil dan menyatakan sebuah rasa cinta nya.
Rosa pun senang karena ternyata ucapan kata cinta yang di Utarakan di jawab dengan senyuman dan jawaban iya.
"Benarkah kalau om menerima aku"
"Jangan panggil om panggil aku Kakak ya"
__ADS_1
"Baiklah Kakak"
Tiba-tiba.....
Brugghh...
Rosa jatuh dari kasurnya dan menyadari jika yang indah itu hanya dalam mimpi.
"Ya ampun bisa mimpi om Fabian gini jadi hayal tingkat dewa tapi indah juga. Andai mimpi ini menjadi nyata, apakah ini yang namanya kode bila apa yang paling di rasa dan dirasakan juga oleh om Fabian. Dan ku harap begitu, ku hatap jika cinta ku tak akan bertepuk sebelah tangan. Om Fabian... Aku tak peduli seberapa perbedaan apa yang paling di rasa di antara kita, entah umur atau jurang pemisah sekali pun tak akan membuat aku gentar untuk tidak mencintai mu tulus" kata Rosa yang memegang kepalanya.
Ya saat ini cinta paling dalam yang paling tengah di rasa oleh wanita yang beranjak dewasa itu adalah cinta pertama pada pria bernama Fabian, selama ini memang hanya Fabian yang mampu membuat diri Rosa terpikat meski dalam hal ini sebenarnya Rosa mudah saja mendapatkan pria lain. Tapi hatinya saat ini memang sudah jatuh cinta pada pria bernama Fabian.
Hanyalah Fabian seorang....
.
.
.
.
Hingga beberapa hari kemudian..
Jika Rosa jatuh hati dengan pria yang sudah membuat dirinya jatuh cinta.. beda hal dengan Fabian yang masih penasaran dengan siapa wanita yang ia cintai yang selalu hadir dalam mimpi tapi ia sendiri lupa.
Fabian masih digelangi rasa penasaran yang teramat, siapa kah wanita yang ia cintai hingga dirinya tak bisa lupa rasa cinta itu sendiri tapi tak pernah jelas siapa wanita itu.
Mungkinkah Talia sebuah nama yang pernah ia lihat di secarik surat tentang cinta, atau kah bukan...
Jika memang bukan kenapa hanya nama Talia yang pernah ada. Dan siapa dia? Kemanakah dia?
Fabian pun berjalan mencoba mengingat semuanya secara perlahan..
Dalam diam dan menunduk sepi tanpa sengaja Fabian melihat seroang wanita yang tengah ingin menyebrang namun wanita itu seperti tak sadar bila ada yang berjalan cukup kencang.
Entah mengapa ada perasaan itu datang tiba-tiba dan dengan cepat Fabian menolong wanita yang tengah menyebrang dan seketika nama Talia yang ia sebut.
"Talia.. awas!!!"
Brruugghhh....
__ADS_1
Sebuah hantaman keras terasa keras hingga Fabian tertabrak mobil demi menyelamatkan wanita yang tengah menyebarang itu.