Mencintai Pacar Ibuku

Mencintai Pacar Ibuku
Mengingat kembali


__ADS_3

Lalu Rosa pun pulang dengan rasa sedih karena tahu Fabian masihlah menyimpan rasa yang besar pada wanita di masa lalu.


Kemudian Rosa hanya bisa terima memejamkan mata dengan segenap rasa sedih dalam hati.


Hingga bekal yang ia bawa masih di tangan tak ia berikan pada Fabian sama sekali. Karena sudah terlanjur kecewa berat dengan keadaan yang membuatnya sedih dan musnah harapan cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Hingga Rosa pun kembali ke panti asuhan memegang sebuah bekal yang tak jadi ia berikan, tak lama Bu Dian melihat Rosa yang termenung sendiri sepi seolah ada beban paling berat yang tengah ia rasakan. Dan membuat pertanyaan besar kini ada.


"Kamu kenapa?" Tanya Bu Dian melihat Rosa yang terlihat sedih sambil duduk di atas kursi memegang kepalanya lalu memejamkan mata.


Talia pun menggelengkan kepalanya berusaha menutupi rasa yang ada di diri.


"Katakanlah Rosa, ibu tahu ada yang kamu sembunyikan" pinta Bu Dian agar Rosa bisa cerita semua.


"Bu.. Rosa hanya sedang merasa sedih, karena ternyata orang yang Rosa suka mencintai wanita lain. Tapi itu memang salah Rosa sendiri yang salah, tak seharusnya Rosa punya rasa padanya. Tak seharusnya.. dia siapa aku siapa? Harusnya aku sadar" kata Rosa yang merasa salah mencintai.


"Lantas siapa pria beruntung itu yang sudah kamu cintai" tanya Bu Dian.


"Om Fabian" kata Rosa seketika saat itu.


Bu Dian pun tersenyum datar.


"Nak tidak ada yang salah dalam mencintai itu tandanya kamu telah dewasa hanya saja kamu harus bisa terima entah cinta mu di sambut baik atau tidak paling tidak semua akan ada saatnya" kata Bu Dian.


"Ya Bu" jawab Rosa singkat.


Bu Dian memahami jika cinta nya saat seolah tak berbuah manis dan hanya dapat memberikan semangat yang kini tengah tak baik-baik saja.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Hingga Fabian yang saat itu tengah sakit berangsur pulih setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit.


Apa yang di alami kakinya yang patah dan luka-luka pada bagian tubuhnya bukanlah suatu yang menyakitkan yang paling sakit adalah di saat diri Fabian yang tak bisa meraih cinta nya kembali.


Tak banyak kenangan yang Fabian miliki dengan seorang wanita Talia, tapi Fabian menyadari jika cinta yang dulu dengan Talia sangatlah besar hingga dirinya layak untuk memperjuangkan apa yang memang harus ia perjuangkan.


Saat diri Fabian dapat keluar dari rumah sakit Fabian berusaha kembali mencari alamat rumah Talia, dengan usaha kerasnya yaitu di jalan yang dimana ia melihat Talia.


Mencari Talia bagi Fabian mudah saja, hanya saja yang saat dulu sulit di mana ia tak mampu mengingat siapa Talia.


Kini di saat dirinya tengah ingat ia yakin akan mendapatkan kembali cinta pada wanita yang bernama Talia.


Dengan langkah kaki Fabian mengahampiri Talia.


"Talia,.. tunggu"


"Pergilah"


"Tunggu" kata Fabian meminta Talia jangan tinggalkan dirinya.


17 tahun adalah bukan waktu yang singkat wajah Talia yang tak lagi muda, Fabian menyadari sudah banyak perubahan pada wanita yang pernah ia cinta.


Tapi tetap cantik dan masih fresh wanita yang kini ada di dekatnya...


Tak ada yang berubah hanya waktu yang berubah tapi... Tidak untuk cintanya yang masih membara.

__ADS_1


"Pergilah"


"Tidak aku tidak ingin pergi dari mu, aku masih sangat merindukan mu dan mencintai mu"


"Kalau memang iya untuk apa kamu mengatakan baru sekarang disaat aku telah melupakan mu setelah sekian lama" kata Talia yang enggan melihat Fabian.


"Talia aku bisa jelaskan semua" kata Fabian.


"Sudah cukup, Fabian. Sudah cukup.. aku sudah tak mau lagi kecewa oleh mu"


"Apa karena apa?" Tanya Fabian.


"Apa katamu, kamu ingat disaat aku tengah hamil anak pria lain dengan mudahnya kamu tak menganggap aku, kamu mengusir ku. Dengan mudah kamu mengusir ku, aku sadar aku hamil anak Doni tapi bukan begitu caranya kamu melupakan mu. Bukan begitu?"jelas Talia.


"Hamil, jadi dirimu hamil anak Doni bagaimana bisa?" Tanya Fabian.


"Saat kejadian itu asal kamu tahu saja, dia memaksa ku untuk aku tidur dengannya dia menghamili ku. Dan aku hamil namun sulit untuk ku bisa terima" kata Talia.


"Talia, dirimu sungguh malang sekali. Lalu kemana anak mu?"tanya Fabian.


"Dia pergi untuk selamanya" jelas Talia berbohong untuk menutupi aib dirinya yang sudah berbohong.


"Dia meninggal"


"Iya" jelas Talia


"Talia..." Ucap Fabian memegang tangan dari Talia.


"Nasib ku pun malang seperti mu aku melupakan hal paling berati dalam hidup ku yaitu kamu. Aku amnesia sehingga diriku lupa akan kamu dan cintamu. Aku amnesia"kata fabian menerangkan.


"Amnesia?"tanya Talia kaget.

__ADS_1


"Iya, aku lupa akan semua. Kejadian itu yang telah membuat ku lupa banyak hal termasuk jati diri ku sendiri. Aku di buang ke sungai itu yang aku ingat terakhir dan saat sadar aku tak mengenal siapapun. Sekia lama waktu yang aku lalui, saat aku menolong mu dari kecelakaan itu. Barulah aku kembali mengingat bagaimana kamu dan siapa kamu. Apalagi wajah jelas yang teringat di dalam hati dan pikiran seketika datang saat kecelakaan kemarin saat menyelematkan dirimu membuat aku menyadari jika waktu yang berlalu adalah selalu ada kamu di dalam hati ku" kata Fabian yang masihlah sangat mencintai Talia dalam hidupnya.


__ADS_2