
Sebuah hantaman keras dari sebuah mobil yang melaju kencang membuat Fabian tersungkur jatuh demi menyelamatkan seorang wanita yang entah mengapa ada batin yang terikat membuat Fabian ingin menyelamatkan seorang wanita yang berada di tengah jalan.
Tepat sekali ...
Dia adalah Talia yang sudah lama Fabian tak temui. Talia membulat mata saat dirinya hampir tak pernah melihat diri Fabian sekian lama.
Fabian memang meninggalkan kota lahirnya demi melanjutkan kuliah dan keperluan bisnis. Dan jarang kembali, sementara saat ini Talia yang pernah kabur dari rumah pergi sekian lama dan tak pernah kembali ke rumah. Lalu bekerja di sebuah kafe sebagai pelayan.
Talia pun membulat mata kaget sekian lama tak bertemu Fabian dan sesuatu yang paling tak ia duga saat Fabian mampu menyelamatkan dirinya tanpa ia duga.
Dengan cepat Talia memanggil ambulan saat melihat Fabian tersungkur demi menyelamatkan dirinya. Mata Fabian terpejam sempurna dan meringis kesakitan saat kejadian itu.
Saat di larikan ke rumah sakit Fabian pun masih tak berdaya, hingga beberapa saat dalam mata terpejam dan kepala yang berdarah mata Fabian membuka seketika dia melihat wanita yang dulu pernah ia cinta kini berada di depan mata mendorong sebuah kasur dengan roda di bawah yang siap membawa Fabian ke ruang IGD.
Talia...
Seketika mata Fabian memperhatikan wajah Talia yang kini dihadapannya, namun saat Fabian mencoba memegang wajah Talia dengan tangannya, dokter langsung menutup pintu dan menangani Fabian yang tengah berdarah darah itu.
Dan tak sempat diri Fabian menyentuh wajah cantik Talia.
Mata Fabian pun terpejam dan dalam pikirannya seketika teringat masa lalu yang kelam.
Masa lalu dimana Talia di tarik paksa oleh seorang pria dan Fabian tak mampu menolong Talia, lalu ingatan itu kembali dimana Fabian di buang ke sebuah sungai yang cukup deras.
Mata Fabian terbuka saat ia mampu mengingat kembali dengan jelas apa yang pernah ia lupakan 17 tahun lalu.
Talia....
__ADS_1
Aku mampu mengingat semuanya, aku mampu mengingat dimana kejadian itu.
Talia...
Batin Fabian mengingat nama yang Fabian tinggalkan.
Seketika...
Nama Talia terus saja Fabian sebut saat diri Fabian dalam keadaan terpejam.
"Talia.."
"Talia..."
"Talia"
Hingga dokter keluar dari ruangan.
"Dokter boleh saya temui pasien"
"Boleh, ia terus saja menyebut nama seseorang"
"Baiklah" kata Talia.
Talia pun memandang dari kejauhan saat Fabian tepat di depan matanya, semua serasa mimpi bagi Talia dapat melihat dari Fabian lagi.
Getaran itu masih ada...
__ADS_1
Ya getaran cinta yang Talia miliki saat ini masih ada bahkan masih sama, tak pernah menyangka...
"Talia" sebuah nama terdengar dari seorang pria yang terbaring lemah.
"Dia masih mengingat ku" kata Talia tak menyangka mendekati Fabian.
Mata Fabian pun terbuka saat dirinya dapat melihat wanita yang pernah ada di hati sekian lama pergi.
Mata Fabian terbuka saat melihat diri Talia tepat di depan mata.
"Talia"
"Kamu ingat dengan ku" tanya Talia seolah tak percaya sambil menggelengkan kepala tak menyangka.
"Aku ingat dengan mu, dimana semua yang sudah kita jalani aku ingat dengan mu" kata Fabian yang masih terbalut selang infus dan selang oksigen di hidungnya.
Kepala Fabian pun masih di balut oleh perban.
"Aku ingat semua Talia, aku ingat kamu. Aku ingat betul siapa kamu, aku ingat bagaimana aku mencintaimu aku ingat bagaimana semua hal itu terjadi. Talia aku sangat mencintai mu" kata Fabian.
Kata-kata itu tak pernah lagi Talia dengar kini terdengar jelas tepat di hadapan nya seketika Talia pun menangis mendengar kata itu merasa tak menyangka dan haru.
"Talia peluk lah aku, maafkan aku yang melupakan mu sekian lama" kata Fabian.
Talia pun menangis ...
Lalu dengan cepat memeluk seorang pria yang kini tengah berbaring.
__ADS_1
"Aku rindu padamu sekian lama aku tak di ingat akhirnya kamu mampu mengingat ku Fabian" ucap Talia dalam tangisnya saat itu.