Mencintai Pacar Ibuku

Mencintai Pacar Ibuku
Kamu adalah kita


__ADS_3

Setelah menyadari bahwa ada yang tertinggal sebuah kado di kursi halte busway membuat Rosa kembali datang ketempat itu.


Barang ku, hadiah yang akan aku berikan pada om Fabian berada di kursi sana, aku tinggalkan. Aku akan mencarinya, bagaimana kalau di ambil orang lain, haduh.. batin Rosa kesal merutuki dirinya sendiri.


Do dalam sana ada surat cinta yang aku berikan pada Fabian bagaimana jika di baca oleh orang lain, akan sangat bahaya apalagi jika di baca oleh wanita itu bagaimana ini batin Rosa yang akhirnya berlari kembali untuk melihat benda yang sangat lah penting.


Dan benar saja saat Rosa kembali Rosa tak melihat benda yang berisi surat itu.


Setelah kembali namun sayang hasil yang ditemukan adalah nihil yang di cari tak ada, tak Rosa temukan.


Dengan sorot mata seolah tak percaya.


"Bagaimana ini, huuuffff... Semoga saja, bukan Talia yang temukan" kata Rosa yang was was sendiri.


Hingga cleaning service lewat dan melihat Rosa yang sedang duduk dan terlihat gelisah.


"Ada apa mba?" Tanya cleaning servis di tempat itu.


"Lihat barang kecil yang ada di tempat ini sebuah kado kecil"


"Oh tadi saya lihat memang ada petugas kebersihan yang lewat sekitar sini, tapi untuk lebih lanjutnya saya kurang tahu seperti nya sudah di buang"


"Oh begitu semoga saja jam kado ku bener hilang dan kebuang saja karena bahaya banget" kata Rosa.


"Kenapa bisa gitu mba, emang isinya bom ya" tanya Petugas cleaning servis itu.


"jika lihat segera info ke saya ya, ini untuk nomer telepon saya kalau menemukan kado itu bisa info. Penting sangat penting" kata Rosa yang merasa resah.


"Ya baik mba" kata petugas itu.


Hingga akhirnya Rosa memutuskan untuk kembali pulang saja dan pasrah dengan kado itu. Ia sudah pasrah dengan semua hasil yang paling buruk karena kesalahannya sendiri yang sangat ceroboh barang itu tertinggal disana.


.


.


.


Sementara itu ...


Dua hari berlalu, saat itu terlihat Fabian yang mengadakan perjalanan bisnisnya keluar negri yaitu Australia hingga dua Minggu kedepan. Ia ingat betul dengan Rosa, jika ke luar negri atau ke luar kota Fabian akan selalu ingat Rosa untuk membelikan sebuah hadiah kecil untuk gadis yang ia anggap masih kecil itu. Karena entah mengapa hati Fabian selalu bahagia jika melihat senyum gadis kecil itu jika mendapatkan hadiah kecil darinya, dan Rosa selalu antusias dengan barang yang ia dapatkan dari Fabian. Ya ada rasa keterikatan di dalam hati yang terjalin, tapi satu sisi Fabian anggap itu hanya perhatian dari seorang kakak untuk adik tidak lebih.


Mengenal Rosa dari untuk tiga tahun membaut Fabian anggap Rosa lebih dari seorang adik atau keponakan sendiri. Tak pernah terbesit untuk mencintai wanita itu dalam sebuah hubungan cinta tak akan pernah, bagi Fabian itu adalah hal konyol jadi tak mungkin ada cinta yang benar-benar cinta untuk gadis kecil itu.


Hingga Fabian berkeliling mall yang berada di kota Australia untuk memberikan sebuah hadiah untuk gadis cantik, imut dan lucu itu. Saat Fabian ingin membeli sebuah boneka kangguru tiba-tiba saja dirinya teringat akan sebuah pesan yang biasa namun sebenarnya cukup luar biasa dan mengesankan. Bagaimana tidak, saat beberapa hari yang lalu rosa pernah meminta untuk membelikan sebuah bikini jika Fabian keluar negri, sungguh di luar nalar dan pikiran saat ini.


Mana mungkin Fabian membelikan sesuatu yang sangat fenomenal itu, terbesit gelak tawa dan kening berkerut bila ingat kata-kata itu. Sungguh gadis yang lugu dan lucu, ya masih saja Fabian menganggap Rosa gadis lucu dan lugu.


Tapi Fabian ingat juga jika dirinya kebawa suasana saat melihat buah dada Rosa saat itu, arrgghh pikirannya mulai membayangkan sesuatu yang tak seharusnya ia bayangkan. Tak mungkin Fabian menjadi kanibal untuk gadis yang ia anggap adik saat ini, apalagi hasrat pada wanita yang sangat lucu dan menggemaskan itu. Sebagai pria dewasa memang tak ada yang salah, namun akan salah untuk Fabian jika ia merasakan kekuatan besar untuk birahi pada wanita lugu itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya ia membeli saja sebuah boneka coklat yang dirasa cukup lucu itu, boneka kangguru ukuran 30 cm yang pasti akan suka jika diberikan pada Rosa.


Saat selesai pembayaran entah kenapa mata Fabian tertuju pada sebuah bikini pantai yang cukup menggairahkan itu. Bayangan wajah Rosa kini terbayang erat terpatri dalam ingatan dalam pada seorang pria bernama Fabian.


"Aku salah jika membelikan bikini ini untuknya dan aku salah juga jika tidak membelikannya, tapi.. tak ada salah juga jika aku berikan ini untuk nya. Badannya yang bagus akan sangat cantik jika memakai ini. Ya.. Rosa memang cantik ku rasa dia akan ku belikan ini, tapi... dengan syarat dia jangan memakai di tempat terbuka. Ya syarat yang cukup baik untuk gadis cantik itu" kata Fabian tersenyum menatap sebuah bikini itu.


Fabian pun tersenyum lembut sambil membayangkan Rosa memakai bikini yang kini ia lihat.


Hingga saat itu bahkan Fabian menatap layar handphone, lalu ia membuka galeri melihat wajah Rosa yang cantik dan membayangkan Rosa yang sedang tersenyum di hadapannya kini.


.


.


.


.


.


Dua minggu kemudian waktu berlalu sebagaiamana mestinya, bumi tetap berputar pada porosnya dan matahari tetap terbit di timur dan terbenam di barat. Ya begitu kehidupan semua terasa sama tak ada yang berbeda.


Namun yang berbeda saat ini adalah sesuatu yang paling begitu di tunggu yaitu Fabian pulang dari Australia menuju tanah air tercinta.


Selama perjalan didalam pesawat senyuman lembut begitu terasa dalam dari seorang pria bernama Fabian.


Apalagi kedua wanita berharga itu tak akan bisa tergantikan dengan apapun, tidak akan pernah ada yang sama sekali pun terganti dengan emas berlian.


Karena baginya dirinya dapat tesenyum bahagia dengan kedua wanita paling spesial itu


Hingga ada hadiah di tangan saat ini untuk wanita yang paling di cintai yaitu Talia dan Rosa.


Talia sudah Fabian belikan sebuah gaun indah yang begitu mengesankan, Fabian sengaja membelikan itu agar Talia merasa berharga dengan apa yang paling mewah dengan apa yang ia kenakan.


Sementara Rosa...


Fabian belikan boneka kangguru dan sebuah bikini. Lucu memang bikini tapi itu bukan Fabian yang mau membeli kan itu tapi memang Rosa yang pinta dan itu sah sah saja selama Rosa yang mau.


Hingga pesawat sampai di sebuah bandara yang ada di Indonesia yaitu bandara Soekarno Hatta. Dengan senang dan sangat bahagia Fabian datang dengan kerinduannya dan tentunya di bandara sudah sangat ditunggu oleh wanita yang kelak akan menjadi calon istri nya saat itu yakni Talia.


Senyum lembut dan sumringah telah hadir mengisi suasan hati yang di landa rindu mana kala Talia Sudja melihat Fabian pulang, mata Talia membulat dan terpikat pada pria yang gagah dan tampan yang tengah menjadi pacarnya lagi saat ini.


Suatu anugerah bagi Talia saat dirinya mampu dipertemukan kembali pada pria yang sangat berharga lebih berharga dari emas dan berlian.


Talia pun berlari lalu ...


Sebuah pelukan hangat dan lembut di curahkan. Wangi tubuh dari Fabian begitu terasa lembut dan semerbak. Wajah tampan bukan hanya dimiliki Fabian tapi harum tubuh Fabian mampu membuat siapa saja merasa nyaman saat di sampingnya.


Hingga sebuah obrolan pun di buka lebih dulu oleh Talia saat sang kekasih sudah di depan mata.

__ADS_1


"Bagaimana perjalan mu?" Tanya Talia dengan senyumnya.


"Lumayan melelahkan tapi cukup berkesan dalam bisnis kita memang harus memberikan kesan yang baik untuk kerjasama yang baik. Yang pastinya berjalan lancar dan sukses sesuai harapan" ucap Fabian dengan jawaban terbaik nya.


"Baiklah moga saja kamu selalu sukses" kata Talia. "Aku tak pernah menyangka dulu kamu yang anak sekolahan kini sangat gagah dengan baju kemeja dan dasi yang kamu kenakan. Sungguh beruntung aku memiliki pria seperti mu" kata Talia memuji Fabian.


"Itu sebabnya aku tak mau ditolak saat dulu oleh mu, karena aku tak ingin kamu menyesal karena cinta ku padamu satu dan selamanya" kata Fabian.


"Cukup manis semanis gula" ucap Talia.


Lalu Fabian menggendeng erat tangan Talia menuju sebuah mobil yang sudah terpakir di bandara.


Saat mereka di dalam mobil, kerinduan itu pun lebih paling di rasa oleh Talia.


Bagaimana tidak seorang janda yang sudah tak berhubungan badan selama belasan tahun itu tak pernah lagi merasakan belaian dari seroang pria. Hingga Talia dengan sigap di dalam mobil duduk dipangkuan Fabian saat itu.


Bruuhhh...Talia duduk di pangkuan Fabian dan pastinya dengan kondisi pintu mobil tertutup dan terkunci.


"Mobil mu dukup luas bukan untuk kita memadu sesuatu yang sangat ingin dipadukan, terutama bibir lembut mu. Aku sangat merindukanmu"


Sebuah kecupan lembut mendarat namun terasa ganas saat di dalam. Hingga saat itu bibir Fabian tak bisa menolak hingga permainan lidah pun rasakan dalam oleh pria bernama Fabian. Rosa terus memainkan bibir nya hingga keduanya saling berciuman dalam suasana yang panas saat itu.


Mereka saling bercumbu di dalam mobil.


Hingga sebuah kancing celana yang saat itu Talia ingin buka di tahan oleh Fabian.


"Kita bisa melakukan hubungan badan di mobil mu bukan" kata Talia yang sudah tak tahan.


"Tahan dulu Talia"


"Loh kenapa?"


"Aku masih belum siap"


"Tapi aku sudah siap"


"Ya aku paham, tapi untuk ku yang masih perjaka tak mungkin moment indah ku memberikan keperjakaan ku secepat ini dan moment yang terlalu biasa ini. Ini terlalu biasa Talia di dalam mobil sungguh tak etis. Paling tidak berilah aku moment terindah yang paling indah untuk aku melepas keperjakaan ku ini" kata Fabian.


"Sungguh berprinsip dirimu lalu kapan?"


"Hanya kamu yang pantas mendapatkan keperjakaan ku ini dan untuk kepannya akan aku kasih tahu segera" kata Fabian.


"Yakin dirimu masih perjaka"


"Jika ada tes keperjakaan aku siap membuktikan" kata Fabian.


"Sungguh menggoda pastinya aku akan membantu mu melepask keperjkaan mu dengan sangat dalam dan kamu pun dapat merasa sensasi luar biasa dari janda yang pernah kamu tinggalkan belasan tahun dan masih mencintai hingga saat ini" kata Talia penuh arti dan menggoda.


"Ya semua akan terasa indah dan pasti nya aku dan kamu adalah kita"

__ADS_1


__ADS_2