Mencintai Pacar Ibuku

Mencintai Pacar Ibuku
Ke rumah baru


__ADS_3

Rosa pun tesenyum getir mana kala hidup terkadang manis namun tak kalah pahit.


Rosa pun memejamkan mata saat mobil dari seorang pria bernama Doni yang Rosa yakini itu adalah papanya, akan membawa dirinya pergi entah kemana.


Ya....


Rosa memilih untuk ikut papa kandungannya yang ternyata seorang pria yang terlihat galak dan cukup sangar dari segi penampilan. Itu terlihat dari Rosa melihat sebuah tato ular di tangannya. Bisa di bilang lebih terlihat preman tapi Rosa hanya memejamkan matanya, garis keturunan kehidupan tak bisa ia lepaskan begitu saja sekali pun Rosa terlahir dari Fir'aun sekalipun. Karena yang saat ini Rosa tahu adalah pria bertato itu adalah papanya.


Sebelum bertobat Doni memang memiliki tato yang memang sebuah lambang geng rusuh yang cukup meresahkan orang lain, namun sekarang Doni ingin bertemu putrinya yang pernah ia tinggalkan.


Saat itu Rosa pun berkali kali memandang kaca mobil dan menatap jalan ke arah luar jendela.


Ingatan Rosa masih terus mengingat semua tentang kehidupan bersama orang yang ia cintai Tapi harus tulus ikhlas meninggalkan semuanya.


Apalagi bila ingat kejadian saat Fabian berciuman lembut di depan mata kepalanya sungguh sangat memilukan hati, kini sudah saatnya bagi Rosa melupakan dan menjalani kehidupan yang baru yakni bersama orangtuanya saat ini.


"Aku akan dibawa kemana pak" kata Rosa yang bingung saat itu.


"Kita pulang oh iya ingat kamu jangan memanggil saya bapak panggil saja saya papa itu lebih bagus daripada bapak" jawab Doni.


Hingga perjalanan yang cukup panjang saat itu menuju sebuah kota Bogor Rosa di bawa, ya Doni memang membeli sebuah rumah di Bogor dan rumah itu cukup luas dan cukup mewah.


Saat itu Doni memang menikahi seorang wanita cukup kaya raya, demi mendapatkan kekayaan yang instan agar dirinya bisa hidup lebih baik sehingga dirinya rela meninggalkan wanita yang saat itu tengah hamil besar dia adalah Talia.


Rosa pun antara bingung, bimbang dan banyak rasa penasaran yang menggebu.


Siapakah wanita yang sudah melahirkan dirinya dan seperti apa wajahnya apakah mirip dengannya atau tidak pertanyaan besar itu menggelayut di pundaknya.


Hingga dirinya sampai di mana tempat kediaman rumah besar milik Keluarga Doni.

__ADS_1


Memang ada wanita yang cukup mewah dalam dandanannya itu bahkan Rosa menganggap bila apa mungkin itu adalah orangtuanya juga.


"Ehmm... Apakah ini ibu ku" tanya Rosa yang saat itu merasa gugup dan kaku.


"Oh bukan Rosa, bukan dia bernama Monikmon. Dia istri saya tapi bukan ibu mu, saya dan ibu mu sudah lama bercerai. Kita memang sepakat bercerai dan dia adalah ibu tirimu" jelas Doni memberi penjelasan.


Jadi ayah dan ibuku sudah bercerai.. Batin Rosa...


rasa kecewa pun kini tengah Rosa rasakan setelah ia tahu bahwa yang saat ini ia alami adalah sebuah keretakan rumah tangga dari orangtuanya. Sungguh berita yang buruk, belum saja Rosa rasakan nikmatnya kehidupan sebagai anak sudah di berikan berita duka lebih dulu tentang kabar miring tentang fakta yang ada bahwa Rosa hanyalah anak yang terlahir dari keluarga yang broken home.


Hingga saat itu Rosa pun di bawa masuk ke dalam kamar yang ia tempati, desain interior yang cukup bagus dan baik bahkan Rosa memang suka karena saat ini ia memiliki kamar sendiri. Karena sebelum sampai dirumah Rosa tak memiliki kamar pribadi.


dalam hal ini...


Hingga saat itu Rosa memang memutuskan untuk pergi dari kehidupan di panti...


Dan semua tentang cinta yang hanyalah bertepuk sebelah tangan.


Kaku...


Yaitu lah yang Rosa kini tengah rasakan.


Terlebih lagi saat makan malam bersama ketika itu Rosa tak melihat Doni di tempat entah kemana saat ini.


Hingga mata tajam di meja makan dari Monik membuat rasa tak nyaman.


Saat kedatangan Rosa untuk pertama kalinya Monik memang tak banyak menaruh senyuman, bahkan malah terlihat tak suka melihat Rosa hadir di tengah keluarga.


Rosa jangan kan senyum menatap Monik saja Rosa tak mampu seolah ingin di terkam oleh dalaman matanya yang ingin membunuh secara perlahan.

__ADS_1


Hingga mata tajam itu masih melihat tapi kali ini di barengi dengan suaranya yang agak besar sesuai nyali Monik yang mungkin cukup besar juga bila di ajak berkelahi.


"Kenapa makannya seperti itu, gak bisa ya makan itu yang bener jangan blenyak blenyek begitu dong" kata Monik yang menegur Rosa dengan raut wajah yang terlihat kesal melihat Rosa.


"Aku makan memang seperti ini maaf kalau mungkin salah" Kata Rosa hanya tertunduk tak berani melihat Monik sama sekali.


"Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, ibu mu mungkin membuang mu karena kamu tak layak untuk di jadikan anak" kata Monik yang saat itu bicara cukup tajam masuk ke relung terdalam.


Hingga kepala Rosa yang hanya menunduk itu lantas kali ini mengangkat kepala dan menatap wajah dari Monik.


Maksud nya apa mengatakan saya ini di buang batin Rosa yang saat ini merasa kesal namun ia tahan karena merasa tak sopan jika ia harus marah-marah kepada wanita ular yang saat ini berada di hadapannya.


Sadar saat itu Rosa sedang melotot tajam ke arah Monik dengan tatapan lain. Monik pun merasa kesal.


"Kenapa kamu melihat saya seperti itu kamu menantang saya, iya!!!" Kata Monik yang melihat Rosa dengan wajah kesalnya.


Rosa pun menatap kesal dan akhirnya berbicara.


"Oh jadi ibu anggap saya ini adalah anak yang dibuang, begitu? Saya yakin ibu kandung saya tak mungkin melakukan hal itu pada darah dagingnya sendiri. Saya katakan pada anda, kalau bicara jangan asal. Walau pun saya dari panti tapi saya bukan lah anak yang sengaja di buang" kata Rosa yang saat itu tak takut melawan wanita ular di depannya.


"Berani kamu sama saya, dasar anak tak punya sopan santun tak punya etika. Sudah menumpang saja di rumah ku kamu sudah berani melawan. Memang tak ada etiket sama sekali, kamu cuma menumpang jangan merasa berkuasa di sini!" Kata Monik kesal.


"Saya tidak takut pada anda sekali pun anda adalah seorang dewa!! Saya yakin anda pun belum tentu murni memiliki ayah saya secara pribadi jika bukan merebut dari ibu kandung saya, mungkin anda masih sendiri jika bukan merebut dari orang lain" kata Rosa merasa jika Monik bukan lah wanita yang baik dan pastinya


Hingga saat itu Monik merasa sangat tersindir dengan ucapan Rosa yang sangat dalam itu.


Memang secara garis besar Monik memiliki dan menikah dengan Doni saat Talia dan Doni masih sah menjadi suami isteri, bahkan sedang hamil besar. Doni bahkan rela meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung demi mendapatkan seorang wanita kaya raya bernama Monik.


Namun karena sebuah imej dan harga diri serta tak mau di anggap pelakor hingga tamparan keras pun di layangkan pada Rosa. Tapi Rosa tahan dengan tanganya sendiri.

__ADS_1


Rosa pun menatap kesal pada wanita yang kini menjadi ibu tirinya.


"Saya ingatkan kepada anda, tidak ada istilah nya anda berlaku kasar meski saya ini anak tiri anda" kata Rosa yang saat itu tengah kesal dan menatap dengan amarah yang membara.


__ADS_2