Mencintai Pacar Ibuku

Mencintai Pacar Ibuku
Hingga... akhirnya...


__ADS_3

Talia pun mencoba mencari tahu dimana Fabian tapi ia tak menemukan dimana keberadaannya saat ini.


Fabian bukan pergi hanya saja dirinya sudah tak lagi mampu mengingat semua, termasuk Talia yang sudah ia lupakan dalam hidupnya karena sudah amnesia dalam tragedi itu.


.


.


.


Enam bulan kemudian...


kandungan Talia sudah besar dan tak menemukan di mana Fabian.


namun saat di jalan tanpa sengaja diri Talia melihat sesosok pria yang seperti Fabian yang sedang membawa mobil.


Talia pun mengikuti..


Talia menemui Fabian. Talia tesenyum karena ternyata Fabian masih hidup.. setelah lama ia kalau Fabian tanpa kabar darinya.


dengan air mata yang tanpa sengaja terjatuh Talia tesenyum melihat pria yang ia cintai kini tepat di depan matanya.


Fabian..


kata itulah yang terucap dalam hati yang paling dalam yang tengah Talia rasakan.


namun hal paling sulit dan menyakitkan adalah saat di temui Fabian seperti seorang yang tak mengenal siapapun bahkan Fabian tak mengenal siapa Talia.


"Kamu siapa?" kata Fabian merasa heran.


dengan mata yang penuh rasa haru Talia memegang tangan Fabian penuh rasa cinta saat dirinya melihat Fabian di depan gerbang rumahnya.


"Fabian ini aku" kata Talia yang mencoba menemui Fabian di rumah besarnya.


"Kamu? Siapa?" Tanya Fabian heran.


"Ini aku kekasih mu" kata Talia dengan air mata yang hampir jatuh.


"Aku? Aku tidak mengenal mu, permisi" kata Fabian yang merasa jika memang sudah tak mengenal lagi siapa itu Talia.


"Aku kekasih mu"


"Aku tidak memiliki kekasih yang sedang hamil"


"Tapi aku kekasih mu"


Fabian yang memang dari awal sebenernya memiliki sifat cuek dan sedingin es merasa aneh tiba-tiba ada wanita hamil yang mengakui dirinya tengah hamil.


Fabian tak mungkin menghamili seorang wanita.


"Aku tanya pada mu, jika memang kamu kekasih ku. siapa anak yang kamu kandung apa itu anakku"

__ADS_1


Talia pun kaget dengan ucapan Fabian.


"Bukan" kata Talia dengan air matanya.


"Dan kalau itu bukan anak ku, kamu jangan datang kepadaku, aku tidak mungkin memiliki kekasih seperti mu. Apalagi kamu sedang hamil!!! tidak akan mungkin. jangan mengarang cerita, agar aku bisa bertanggung jawab. DASAR WANITA GILA, STRESSS. satpam bawa wanita ini pergi saya takut malah yang ada jadi fitnah" titah Fabian yang merasa jika Talia adalah wanita gila yang mengaku ngaku kekasihnya.


Bahkan rasa yang pernah ada di dalam hati pun Fabian telah lupa bagaimana rasanya, kini tak adalagi cinta untuk Talia.


Talia tampak sakit teramat dalam hati, Talia tampak berdiri bak tersambar petir di depan gerbang rumah Fabian saat tahu Fabian tak bisa mengenal dirinya lagi, hilang sudah asa dan harapan yang Talia miliki. Perasaan dirinya untuk Fabian seolah sirna saat tahu Fabian tak mampu mengingat siapa diri Talia. Bahkan mengusir Talia saat itu.


Talia pun menangis...


Harapan dan jalan satu-satunya adalah menyerah.


Hingga ...


Semua seolah tak ada pilihan dalam hidup ini. Menyerah adalah jalan tengah dengan semua yang terjadi.


Hingga saat itu Talia seperti orang yang kehilangan jati dirinya, dimana dirinya kehilangan cinta yang seharusnya sedang dalam masa bahagia. Namun Fabian mendadak lupa semua.


Talia pun berjalan dengan mata terasa gelap, merasa perih dan pupus harapan.


Di kehamilan yang menginjak enam bulan Talia terlihat menyedihkan.


.


.


.


Talia tak bersemangat lagi bahkan menyalahi takdir kenapa dirinya bisa mengalami ini semua.


Tiba-tiba bapak dari Talia memanggil Talia untuk bicara empat pada sang putri.


"Kemarilah, bapak ingin bicara pada mu" kata Tofan memanggil putrinya itu.


Dengan langkah yang berat Talia pun menghampiri bapak.


"Kamu harus menikah dengan Doni" kata bapak menatap sang anak dengan tatapan sedih.


Talia pun menggelengkan kepala dengan rasa tak percaya dan tentunya penolakan.


"Kamu harus mau" kata Tofan.


"Tapi pak, Talia tak cinta"


"Bukan lagi soal cinta tapi soal anak yang kamu kandung perlu ayah dalam hidupnya demi anak ini kamu harus mau" kata Tofan.


Talia pun bingung dengan jawaban apa yang harus ia jawab, karena sebenernya dalam lubuk hati terdalam Talia masihlah mencintai pria yang ia sayang yaitu Fabian.


Seketika perasaan sakit itu melanda saat cintanya tak menemukan titik terang.

__ADS_1


Talia pun mencoba berfikir jernih kembali, mencoba untuk menerima pilihan bapak yang harus menikah dengan Doni.


Akhirnya Talia pun..


Talia pun menikah dengan pria yang telah menghamili dengan sebuah keterpaksaan yang sebenernya itu bukanlah hal yang ia inginkan, yaitu demi sebuah nama baik keluarga yang harus ia emban.


Meski dalam hal ini Talia sebenernya sudah merasakan malu. dan sebenarnya Talia masih ingin melanjutkan hubungan dengan Fabian .


Namun semua harus Talia jalani..


Talia pun menikah dengan Doni.


Diawal pernikahan semua masih seolah baik-baik saja.


Tapi sayang.. di mahligai rumah tangga yang di bangun itu ternyata tak menghadirkan cinta sama sekali, hidup Talia malah semakin hancur.


Diketahui Doni berselingkuh dengan wanita lain saat Talia sedang hamil besar. Talia sungguh kecewa dengan kenyataan pahit yang paling ia rasakan saat itu.


Bahkan saat itu, Doni tak pernah peduli dengan Talia. Doni tak mau menceraikan Talia namun menyakiti perasaan Talia tanpa henti. Bahkan saat itu Doni kerap kali melakukan kdrt pada Talia yang saat itu tengah hamil.


Hari demi hari..


Hingga sampai saat itu, Talia diketahui semakin hari semakin merasa stress mengahadapi hari yang tak pernah baik-baik saja.


Talia pun mulai mengalami fase tak baik baik saja dan menutup diri. Talia seperti orang gila yang menutup diri dan tak mau bertemu dengan siapapun.


.


.


.


.


Hingga di hari saat ia baru saja melahirkan. Dengan rasa kesal dan stress yang begitu terasa di hati..


Pada akhirnya Talia memutuskan membuang anak yang Talia kandung, Talia menaruh anak yang baru saja ia lahirkan di sebuah mobil bak terbuka. Bagi Talia, semua sudah cukup membuat dirinya sakit membuang anak yang ia kandung selama sembilan bulan adalah wujud dari ia merasa kesal dan menghukum semua yang terjadi.


Dirinya tak mau di bebani dengan di tambah anak lagi, sudah cukup semua menjadi beban untuk dirinya.


Talia merasa anak yang ia kandung itu adalah sebuah kutukan dan sebuah beban yang memang harus ia buang. Tak ada guna dan tak ada arti, beban memang harus ia buang.


lalu stelah itu...


Talia memutuskan pergi dari rumah.


Orang lain hanya tahu jika Talia pergi dari rumah tanpa mereka tahu jika Talia juga membuang anak yang ia lahirkan.


Talia pun pergi dari rumah saat itu...


ya Talia meminta cerai dan lalu pergi begitu saja dari rumah. mencari kebahagiaan yang entah di mana ...

__ADS_1


__ADS_2