Mencintai Pacar Ibuku

Mencintai Pacar Ibuku
Tak bisa terima Rosa pergi


__ADS_3

Fabian pun mematung dengan apa yang di ucapkan oleh Ibu Dian padanya tentang keberadaan Rosa yang tak lagi di panti itu. Fabian merasa bingung perkenalan dirinya yang tak sebentar itu mengapa semudah itu di lupakan, padahal Fabian sudah menganggap Rosa hal yang berarti tapi mengapa semudah itu ia pergi tanpa kesan dan pesan. Lalu kemana kah ia pergi dan untuk apa ia pergi, padahal jika secara naluri Rosa tak lagi kecil dia bisa hidup mandiri tanpa orang tua kandungnya saat ini.


Fabian pun hanya terdiam mematung tak berkata, bahkan sebenarnya dirinya ingin menangis bila ingat kepergian Rosa.


Seketika dirinya melihat ke arah anak panti yang lain setiap anak yang ada memang berarti tapi tidak sangat berarti seperti Rosa bahkan jika tidak ada Rosa di panti itu apakah suansana akan tetap sama. Tidak pasti akan berbeda, dirinya pun terdiam masih tak bergeming memejamkan mata ada rasa pilu di dalam dada yang ternyata sulit untuk dikatakan pada siapapun.


"Kenapa nak Fabian, ada yang nak Fabian ingin sampaikan apa ada titipan untuk Rosa"


"Ibu kenapa membiarkan Rosa pergi begitu saja tak seharusnya ibu biarkan pergi tak seharusnya ibu harusnya larang Rosa pergi begitu saja!" Kata Fabian yang kali ini terlihat emosi dan entah mengapa ada perasaan yang menggantung dan sakit di dalam dada terasa sesak.


"Tapi itu memang keinginan dari ayah dan Rosa juga keduanya memang mau" jelas Ibu Dian kepada Fabian secara gamblang dan apadanya.


"Hah? Tidak bisa saya habis pikir. Bu Dian, setelah belasan tahun ayah dari Rosa pergi meninggalkan begitu saja Rosa. Dengan mudah dirinya datang meninggalkan Rosa, kemarin kemana saja Bu. Kemarin kemana saja!" Kata Fabian yang tiba-tiba secara tidak sengaja merasa emosi.


"Ibu tak bisa berbuat banyak tentang hal ini nak Fabian lagi pula ini memang keinginan Rosa, Rosa berhak menjalani apa yang ia inginkan dia bilang dia ingin kuliah dan ayahnya pun mengatakan membawa Rosa selain karena itu adalah putrinya dia ingin Rosa melanjutkan ke perguruan tinggi. Lalu kenapa kamu marah apa ada yang salah?" Tanya Bu Dian yang ada rasa aneh melihat Fabian yang malah justru emosi.


Seketika Fabian tersadar akan ucapannya ia pun tak seharusnya emosi pada Bu Dian tak seharusnya dia menyalahkan bu Dian dalam hal ini bagaimana pun ini semua sudah menjadi keputusan Rosa. Tapi yang Fabian sesalkan kenapa Rosa tak berpamitan pada Fabian


Fabian pun mengehela napas merasa kesal dengan semua yang saat ini ia terima.


"Lalu dimana sekarang Rosa tinggal Bu?" Tanya Fabian yang kali ini menunduk sambil bertanya.

__ADS_1


"Ia tak mengatakan katanya rahasia. Karena dari ayah kandung Rosa sendiri mengatakan hal seperti itu agar semua menjadi rahasia saja maklum seperti nya keluarga mereka memang tertutup"


Fabian pun menggeleng kan kepala dengan penuh rasa tak percaya dan tak kuasa berat di dalam jiwa bagaiman bisa Rosa di bawa oleh orang asing seperti ini. Meskipun papa dari Rosa adalah papa kandung tapi bagi Fabian tetap lah orang yang sudah membawa Rosa adalah orang asing yang tak pernah Rosa kenali sebelumny.


Rasanya Fabian ingin sekali memukul tembok sangat keras entah rasa marah dan kecewa terasa menjadi satu


Hingga saat itu Rosa terdiam dan tak bergeming menahan emosi yang membara hingga Bu Dian berbicara pun tak ia jawab lagi.


"Nak Fabian ada apa nak?" Tanya Bu Dian.


Fabian pun langsung pergi begitu saja dengan wajah yang penuh kekesalan bahkan Fabian yang biasa pergi dengan salam dan berpamitan itu lantas pergi saja setelah hal yang paling ia benci terjadi.


Tak pernah ia merasa seperti ini kehilangan satu wanita yang ternyata sangat berarti. Apakah Fabian merasa jika dirinya terlalu terbiasa dengan Rosa hingga ia tak siap kehilangan, entahlah tapi Fabian merasa tak siap kehilangan gadis lugu itu.


Hingga sampai di rumah tiba-tiba fabian datang dengan pintu yang ia buka dengan keras.


Brraaaggh....


Suara pintu terdengar keras karena tangan Fabian mendorong pintu itu keras karena kesal.


"Kamu kenapa?" Tanya Tifani selaku mama dari Fabian yang kaget melihat putranya tahu-tahu memasang wajah kesal.

__ADS_1


"Kamu kenapa nak, pulang-pulang kok mukanya di tekuk gitu" kata Tifani yang merasa heran.


"AKU KESAL KARENA ROSA PERGI DARI PANTI" kata Fabian dengan nada emosi.


"Kenapa dia di culik atau bagaimana sih?" Tanya Tifani yang memang mengenal Rosa.


"Ma, bagaimana aku tidak marah . Dia pergi sama seorang pria yang dan itu bapaknya sendiri!" Kata Fabian emosi.


"Loh bapak kandung atau apa?" Tanya Tifani.


"Ah entahlah Bu Dian terlalu lembek jadi ibu panti, dasar lemot masa jaga anak satu modelan Rosa aja gak bisa ma. Bagaimana kalau ternyata bapak kandung dari Rosa jahat dan dia gak nyaman untuk di sana. Bagaimana? Di sini hanya ada aku dan Bu Dian yang jaga dia. Rosa terlalu bodoh" kata Fabian kesal.


"Fabian, kamu harus belajar terima semua kenyataan yang ada. Kenapa kamu emosi begini sih, mama gak pernah lihat kamu emosi begini" kata Tifani yang bingung dengan putranya yang sendang emosi dan berusaha untuk menenangkan Fabian dan mengelus lembut punggung dari putranya itu. Yang saat ini duduk di samping dengan wajah yang sangatlah kesal.


"Fabian ingat kamu harus paham. Rosa pergi pasti dia sudah tahu apa yang menjadi keputusan dirinya mana yang baik dan mana yang tidak. Mungkin itulah yang terbaik untuk dirinya ya, ingat Fabian. Rosa pun punya masalalu dia butuh tahu siapa keluarga nya dan siapa orangtuanya. Tak bisa ia tak menganggap orang tua yang slemaa ini terpisah belasan tahun" kata Tifani memberikan pencerahan agar putranya bisa terima.


Tapi bagi Fabian tetap saja salah dan tak terima hingga tangan Fabian terkepal erat lalu berdiri meninggalkan ruang tamu dan beranjak ke kamar


Fabian pun lantas berjalan kasar menuju kamar dengan segudang rasa kesal yang membara, lalu ia membanting pintu lagi. Dan lalu menuju kasur sambil meremas tangan.


Baru kali ini fabian merasa kesal sekesal kesalnya di tinggalkan seorang wanita meski dalam hal ini Fabian masih anggap Rosa adik tapi Fabian tak bisa terima atas kepergian Rosa saat ini.

__ADS_1


__ADS_2