MENGEJAR CINTA GADIS DESA

MENGEJAR CINTA GADIS DESA
PART 24


__ADS_3

Sehari menjelang hari H pernikahan dadakan Nabila dan Hendra, oma mengajak Nabila dan Hendra untuk mencoba kembali gaun yang akan mereka gunakan saat acara sakral itu di laksanakan.


Hendra datang ke rumah besar untuk menjemput Oma dan Nabila. karena setelah di tentukan acara pernikahan di laksanakan, Oma langsung menyuruh Hendra untuk tetap tinggal di apartemennya sedangkan Nabila tinggal di rumah besar bersama Oma serta mama papa Hendra.


Awalnya Hendra tidak setuju, karena Hendra sudah mulai merasakan rindu jika berjauhan dengan Nabila, tapi perintah Oma tidak bisa dibantah, akhirnya Hendra memutuskan untuk mengikuti keputusan Oma.


Mereka bertiga sekarang berada di butik langganan Oma yang juga merupakan butik milik teman dari Dania, mama Hendra


Nabila langsung dibawa ke dalam ruang ganti yang ada di butik untuk langsung mencoba gaun pengantin nya yang sudah beberapa kali di protes oleh Hendra, selalu saja ada yang kurang di mata Hendra, padahal sebenarnya tidak ada yang kurang karena semua yang di pakai oleh Nabila sangat terlihat sempurna. justru hal itu yang tidak disukai Hendra, dia tidak mau Nabila menjadi pusat perhatian banyak lelaki.


Hendra merasa heran dengan dirinya yang terlalu berlebihan begitu, padahal dulunya para teman kencannya sering memakai pakaian kurang bahan, tapi Hendra tidak terlalu mempermasalahkannya. tapi dengan sosok Nabila, dia merasa ada yang berbeda.

__ADS_1


"pokoknya untuk hari ini kamu jangan lagi banyak protes Hendra" titah Oma yang sudah muak dengan tingkah Hendra yang terlalu berlebihan dan pemilih dengan gaun pengantin yang akan di gunakan oleh Nabila


"tapi....aw"


Belum selesai Hendra membantah perkataan Oma, Oma langsung memukul kaki Hendra dengan tongkat yang selalu Oma bawa.


"tidak ada tapi tapian, pokoknya sekarang Oma yang akan memutuskan gaun yang mana yang akan di gunakan Nabila. kalau menunggu gaun yang sesuai dengan keinginanmu pasti ajal Oma sudah menjemput duluan" Oma tambah kesal dengan. Hendra yang selalu membantah perkataannya.


tidak lama suara seorang pegawai butik, menginterupsi mereka.


Nabila keluar sambil menunduk dan berjalan dengan oelan ke arah Oma dan Nabila, walaupun dia sudah keberapa kalinya di suruh untuk mencoba berbagai macam gaun pengantin, tapi Nabila selalu malu dan belum terbiasa memakai gaun pengantin di depan Hendra yang akan menjadi suaminya nanti.

__ADS_1


Begitupun dengan Hendra walaupun ini untuk kesekian kalinya dia melihat Nabila memakai gaun pengantin, Nabila tetap terlihat cantik bahkan tanpa make up sekalipun. Hendra terpaku melihat Nabila.


Oma Gwen yang melihat cucunya sangat terpukau dengan penampilan Nabila hanya bisa tersenyum kecil.


"baiklah. siapkan gaun itu untuk cucu mantuku" ucap Oma Gwen


Nabila akhirnya tersenyum dan senang akhirnya selesai sudah memilih gaunnya. sedangkan Hendra hanya diam sambil masih mencuri pandang ke arah Nabila.


"kamu selalu cantik pakai apapun" gumam Hendra masih terus melihat wajah bahagia Nabila.


Sepulang dari butik, Oma Gwen mengajak Nabila dan Hendra untuk mampir makan siang di sebuah mall

__ADS_1


Mereka bertiga duduk di sebuah meja dengan hidangan masing-masing


"ehemmp.. " Oma berdehem untuk mengalihkan fokus Hendra dan Nabila padanya juga untuk memecah keheningan diantara mereka


__ADS_2