MENGEJAR CINTA GADIS DESA

MENGEJAR CINTA GADIS DESA
PART 29


__ADS_3

Di tengah kegembiraan Nabila dan keluarganya yang telah bertemu kembali, telepon di rumah Oma Gwen berdering.


Seorang pelayan yang mengangkat telepon tersebut memberikannya kepada Oma Gwen


"Oma, ada telepon" ucap pelayan tersebut dan segera memberikan telepon kepada Oma Gwen


"Halo? Ada apa ya?" Ucap Oma Gwen. Oma Gwen kemudian mendengar dengan saksama informasi apa yang diberikan oleh orang di sambungan telepon


"APA!?" Oma Gwen shock nyaris pingsan mendengar kabar yang diterimanya


"Oma" "mami" ucap orang-orang yang sejak tadi memperhatikan Oma menerima telepon sampai Oma terlihat kaget.


***


Sementara itu di sebuah apartemen tampak Sarah yang sedang menerima telepon dari orang yang telah dia bayar untuk mencelakai Hendra.


"Bagaimana?" Tanya Sarah kepada seseorang yang berada di seberang telepon


"Semua sudah beres" jawab seorang lelaki

__ADS_1


"Oke, sekarang juga aku transfer sisanya" ucap Sarah lagi.


Sarah pun langsung menutup sambungan teleponnya.


Sementara itu, di tempat lain, seorang lelaki yang baru saja menerima telepon dari Sarah sedang terikat di bangku di sebuah gedung terbengkalai. Didepannya sudah ada Rendi yang tersenyum sinis melihat lelaki yang telah berusaha menyakiti sahabat sekaligus atasannya.


Disebuah rumah sakit, tampak Oma Gwen, Nabila , orang tua Hendra beserta orang tua Nabila dan saudari tiri Nabila sedang berjalan di ruangan UGD untuk melihat keadaan Hendra.


Saat di rumah tadi, Oma Gwen mendapat telepon dari rumah sakit, kalau Hendra mengalami kecelakaan. Untuk lebih detailnya Oma Gwen belum mendapat informasinya karena Oma Gwen dan yang ada di rumah Oma Gwen langsung bergegas ke rumah sakit. Mereka begitu khawatir dengan keadaan Hendra apalagi besok adalah hari pernikahannya.


Sesampainya mereka di UGD, terlihat Hendra sedang terbaring disalah satu ranjang pasien dengan infus yang ada di tangannya dan perban di bagian kepala dan lengannya.


"Hendra, cucuku" Oma Gwen menangis didekat tubuh Hendra sambil menggenggam tangan Hendra.


Kedua orang tua Hendra dan Nabila juga mendekat ke arah Hendra.


Saat mereka sedang meratapi keadaan Hendra, tiba-tiba tangan Hendra bergerak senada dengan matanya yang mulai terbuka.


Hendra langsung duduk di ranjangnya melihat kearah semua orang yang ada disekitarnya, mereka yang sedari tadi menangisi Hendra hanya bisa diam dan bingung melihat Hendra yang tiba-tiba bangun sambil meregangkan otot-otot tubuhnya tanpa rasa sakit sedikitpun.

__ADS_1


"Kenapa sih pada berisik, kalian tuh ganggu orang lagi istirahat" ucap Hendra dengan santainya.


"Kamu tidak apa-apa?" Nabila bertanya kepada Hendra setelah dia tersadar dari kebingungannya.


"Aku?" Hendra meregangkan badannya "aku baik-baik saja" ucap Hendra kemudian


Hendra berbalik ke arah Oma Gwen


"Aku baik-baik saja Oma" ucap Hendra menggenggam tangan Oma Gwen, Oma yang telah membesarkannya disaat orangtuanya sibuk dengan pekerjaannya.


"Yang jelas aku sudah tau siapa yang berniat mencelakai ku" Hendra tersenyum penuh arti


"maksud kamu?" Oma Gwen bertanya kepada cuci kesayangannya itu.


"begini Oma, semuanya, tadi ada yang berniat mencelakai ku" ucap Hendra lalu menceritakan semua yang terjadi padanya tadi sepulang dari kantor.


Ada sebuah pengendara motor yang mencoba mencelakainya dengan menyalip tiba-tiba mobil yang Hendra kendarai, Hendra lalu membanting stir mobil, lalu pengendara motor tersebut membuka pintu mobil Hendra dan memukul bagian kepala Hendra, beruntung Rendi yang memang kebetulan akan ke apartemen Hendra untuk membawa dompet Hendra yang ketinggalan karena tadi pulang dengan terburu-buru, melihat kejadian tersebut dan berhasil melumpuhkan pelaku serta telah mengetahui dalang dibalik kejadian tersebut.


Oma Gwen, Nabila dan semua yang ada di ruangan tersebut lega dengan apa yang diceritakan Hendra.

__ADS_1


mereka akhirnya setuju untuk menangkap pelakunya besok saat acara pernikahan Hendra dan Nabila.


__ADS_2