
Hendra bergegas mengambil jas dan kunci mobil lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya,
"baiklah karena besok hari pernikahanku, maka mulai besok dan beberapa hari ke depan, semua tugasku di kantor kamu yang menghandle nya" Hendra menunjuk Rendi dengan senyum bahagia
"baik bos, -itu memang sudah tugasku" ucap Rendi dengan nada suara lebih pelan pada kalimat terakhirnya
Setelah mendengar jawab Rendi, Hendra bergegas meninggalkan ruangan kerjanya dan pulang ke apartemen, dengan membayangkan besok adalah pernikahannya dengan Nabila
"begitu tuh kalau sudah kasmaran, semua dunia serasa miliknya, sampai aku ditinggalin sendiri di kantor, nasib jomblo" Rendi menggerutu sendiri setelah kepergian Hendra dari ruangan tersebut.
...****************...
Di tempat lain, seorang wanita cantik sedang berada di cafe bersama dengan seorang lelaki misterius dengan pakaian serba hitam
"ini orangnya?" ucap lelaki misterius sambil mengambil dan memperhatikan foto seseorang.
"iya, pokoknya aku mau kamu buat dia mengalami kecelakaan kecil, sampai dia tidak bisa untuk menghadiri acara pernikahan besok" ucap wanita cantik itu dengan penuh ultimatum
"oke, tapi kamu tau kan bayarannya?" lelaki misterius itu menyeringai ke arah wanita cantik itu
__ADS_1
"aku akan transfer sekarang untuk uang muka, tapi setelah pekerjaanmu selesai aku akan bayar sisanya" balas wanita cantik itu
pertemuan mereka diakhiri dengan berjabatan tangan tanda sepakat.
...****************...
Sementara itu, di kediaman Oma Gwen, Nabila berdiam diri di dalam kamar sambil memikirkan hari pernikahannya besok yang seperti mimpi untuknya. Nabila sendiri sudah menghubungi ayahnya, tetapi karena faktor kesehatan beliau tidak bisa menghadiri acara pernikahan anaknya, hal ini itu yang membuat Nabila merasa sedih, karena di hari yang penting ini, tidak satu kerabat pun yang datang. Nabila teringat kembali dengan kejadian saat dia menghubungi ayahnya beberapa hari yang lalu.
**Flashback** on
"Halo" sapa seorang wanita yang merupakan istri dari ayah Nabila atau Ibu tiri Nabila
Terdengar tarikan nafas berat di seberang telepon. Tante Indri atau ibu Tiri Nabila memang tidak menyukai Nabila. Oleh sebab itu, semenjak Ibu kandung Nabila meninggal dan Tante Indri berhasil mengambil hati ayah Nabila dan mereka memutuskan untuk menikah, Tante Indri memprovokasi ayah Nabila sehingga Nabila dititipkan kepada neneknya. Dan Tante Indri serta anak gadis nya yang bernama Tiara berhasil menguasai rumah peninggalan ibu Nabila
"kenapa?" tanya Tante Indri sambil memutar bola mata malas harus bicara dengan Nabila.
kalau bukan karena Nabila mau mengabarkan tentang pernikahannya, mungkin Nabila malas untuk berbicara dengan Tante Indri.
"ayah ada?" tanya Nabila
__ADS_1
"Mas Sofyan lagi sibuk" jawab Tante Indri dengan nada juteknya.
"aku mau bicara hal penting dengan ayahku"
"mau bicara apa? sampaikan saja padaku nanti aku akan menyampaikannya kepada mas Sofyan" balas Tante Indri yang tidak ingin Nabila bicara dengan ayahnya.
"kalau begitu sampaikan kepada ayah, kalau aku akan menikah 3 hari lagi, dan aku harap ayah bisa datang menjadi wali dalam pernikahanku" kata Nabila yang tidak ingin berlama-lama berbicara dengan Tante Indri.
"APA??!!" Tante Indri syok mendengar perkataan Nabila yang terdengar mendadak. Kemudian senyum sinis terlihat dari wajah Tante Indri
"kenapa? kamu sudah hamil ya? dasar jadi perempuan tidak tau jaga diri. murah banget sampe harus buru-buru dinikahkan, sudah berapa bulan? pasti sudah besar ya sampai pernikahannya tidak bisa ditunda" terdengar kata-kata Tante Indri yang menghina Nabila.
Nabila hanya diam mendengar semua celotehan Tante Indri
"aku tidak hamil, dan aku rasa, aku tidak berkewajiban mengatakan semuanya kepada Tante, karena aku hanya ingin mengatakannya langsung pada ayahku sampaikan saja kepada Ayahku kalau aku perlu wali untuk pernikahanku nanti" Nabila kesal dengan semua perkataan Tante Indri yang menurutnya sangat keterlaluan
Nabila hendak menutup telepon, sebelum Tante Indri berkata
"mas Sofyan lagi sakit, dan dia tidak bisa menghadiri acara pernikahan mu yang penuh aib itu. yang ada nanti mas Sofyan tambah sakit karena malu punya anak kayak kamu" setelah berkata seperti itu Tante Indri langsung memutuskan sambungan telepon nya sebelum Nabila berkata dan bertanya tentang keadaan ayahnya.
__ADS_1
Flashback off