
Setelah keadaan kembali kondusif pasca penangkapan Sarah, acara pernikahan Hendra dan Nabila akhirnya di laksanakan.
Pak penghulu beserta keluarga dan kerabat sudah hadir dalam acara tersebut. Hendra dengan setelan jas atau beskap warna putih yang menambah ketampanan seorang Hendra Wijaya. Beskap sendiri merupakan sejenis jas jaman dulu atau tradisional yang sekarang banyak digunakan oleh mempelai pria saat melakukan akad nikah. Bahkan sekelas artis pun masih banyak yang menggunakannya.
Hendra duduk di depan Sofyan Nugroho yang merupakan ayah sekaligus wali dari Nabila. setelah semuanya telah siap, baik dari penghulu, saksi bahkan berkas pernikahan, akad nikah pun dilaksanakan dengan sakral.
Ayah Sofyan menjabat tangan Hendra dan memulai proses Akad Nikah putri kesayangannya.
"Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku Nabila Putri Nugroho binti Sofyan Nugroho dengan mahar uang sebesar 700 US Dollar dibayar tunai" Ayah Sofyan memulai akad nikahnya
"Saya terima Nikah dan kawinnya Nabila Putri Nugroho binti Sofyan Nugroho dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai" balas Hendra dengan lantang dan percaya diri dalam satu tarikan nafas.
__ADS_1
"bagaimana saksi? SAH?"
"SAH!!!"
"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir" Penghulu langsung membacakan doa setelah akad Nikah.
Nabila yang masih berada di kamar juga ikut terharu setelah kata SAH di ucapkan. dia seperti tidak percaya bahwa sekarang dia sudah berubah status menjadi seorang Istri dari Hendra Wijaya. walaupun pernikahan mereka tanpa rasa cinta tapi Nabila akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Hendra.
Hendra yang melihat Nabila dengan gaun dan hijabnya begitu terpana dan terpukau saat Nabila berjalan dengan anggunnya dengan diapit oleh Indri ibu tiri Nabila dan Dania ibu Hendra. Mata Hendra tidak bisa lepas dari sosok Nabila bahkan sampai Nabila berdiri di depannya, Hendra masih diam bagaikan patung. sampai Dania, mamanya menyadarkannya dari lamunannya. para undangan yang melihat tingkah Hendra hanya bisa tersenyum melihatnya. sedangkan Nabila nampak salah tingkah karena fokus Hendra yang tidak lepas dari dirinya.
Nabila lalu mencium tangan Hendra yang sekarang telah menjadi suaminya. Setelah itu, Hendra memegang ubun-ubun Nabila dan melafazkan doa yang sebelumnya telah dipelajarinya sebelum mencium kening Nabila, istrinya.
__ADS_1
"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih"
Nabila terharu mendengar pelafalan doa dari Hendra.
Semua undangan serta kerabat yang melihat pun ikut terharu.
Setelah prosesi akad nikah, undangan pun di persilahkan untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan.
Hendra dan Nabila duduk di kursi pelaminan dalam keadaan canggung. mereka hanya bisa saling melempar dan membuang pandangan masing-masing. untuk mereka, hal ini masih terasa seperti mimpi. mulai dari pertemuan mereka yang singkat bahkan acara pernikahan pun yang terkesan dadakan, akan tetapi hal itu tidak mengurangi rasa syukur dan bahagia yang keluarga mereka rasakan.
Begitulah acara pernikahan Hendra dan Nabila di akhiri dengan sesi foto bersama keluarga, kerabat serta sahabat dari kedua mempelai.
__ADS_1