MENGEJAR CINTA GADIS DESA

MENGEJAR CINTA GADIS DESA
PART 28


__ADS_3

Pintu kamar di ketuk dari luar yang membuat Nabila tersadar dari lamunannya.


Nabila lalu membuka pintu kamar


"Ada apa bi?" Tanya Nabila pada pelayan yang mengetuk kamarnya tadi


"Non Nabila di panggil Oma di ruang tamu, ada tamu juga yang datang non" ucap pelayan tersebut


"Oh iya, kalau boleh tau siapa ya bi?" Tanya Nabila yang merasa tidak kedatangan tamu


"Saya kurang tau juga non, mari non, saya permisi ke belakang" ucap pelayan sambil beranjak pergi dari hadapan Nabila.


Nabila bergegas ke ruang tamu tempat Oma Gwen dan tamu tersebut berada,


Sesampainya di rumah tamu


"Ayah?" Ucap Nabila ketika melihat ayah, ibu tiri dan saudari tirinya sedang berbicara dengan Oma Gwen serta orang tua Hendra.

__ADS_1


"Nabila!" Ucap ayah Sofyan ketika melihat Nabila. Ayah Sofya langsung memeluk putrinya yang sudah lama tidak dilihatnya


Sementara ibu tiri dan saudari tiri Nabila terlihat tidak suka melihat pemandangan pertemuan antara anak dan bapak tersebut. Mereka terpaksa menampakkan wajah terharu, karena mereka sedang berada di rumah Oma Gwen dan kedua orang tua Hendra memperhatikan tingkah mereka berdua.


"Ayah kenapa bisa kemari? Kata Tante ayah sakit? Ayah tidak apa-apa? Ayah baik-baik saja? Kalau ayah sakit, seharusnya ayah istirahat saja, ayah tidak perlu memaksakan diri untuk datang kemari, perjalanan sangatlah jauh, ayah pasti lelah" cerocos Nabila kepada ayah Sofyan


Ayah Sofyan hanya tersenyum melihat kekhawatiran dari anak semata wayangnya. Dia senang Nabila masih memperhatikannya padahal perbuatannya pada anaknya itu sudah sangat kelewatan.


"Ayah tidak apa-apa Nabila, Ayah sangat merindukanmu, maafkan ayah yang selama ini tidak memperhatikanmu nak" ucap ayah Sofyan merasa menyesal karena telah mengirim Nabila kepada nenek, dan setelah kematian nenek, ayah Sofya sama sekali tidak tau kalau Nabila telah merantau ke kota.


"Iya ayah, tidak apa-apa" Nabila merasa senang bahwa ayahnya tidak marah padanya. Nabila hanya tidak ingin mengungkit dan mengingat masa lalu lagi.


Nabila terdiam melihat Tante Indri dan Intan yang sekarang ada di depannya. Perilaku mereka yang dulu membuatnya jauh dari ayahnya selaku orang tua satu-satunya kadang masih sering dipikirkannya, bagaimana dulu ayahnya yang tidak percaya padanya dan lebih mempercayai perkataan ibu tiri serta saudari tirinya, hal itu sangat menyakiti hatinya. Tapi melihat mereka datang untuk minta maaf, Nabila berusaha ikhlas dengan semua yang terjadi pada kehidupannya dulu.


"Maafkan Tante Nabila" ucap Tante Indri menyentuh tangan Nabila.


"Saya juga Nabila, maafkan saya ya" ucap Intan kepada Nabila.

__ADS_1


"Iya Tante, Intan Nabila sudah memaafkan kalian" ucap Nabila. Tante Indri dan intan langsung memeluk Nabila.


Pikiran Nabila melayang ke kejadian 5 tahun lalu saat itu usia Nabila masih 14 tahun dan masih duduk di bangku SMP.


Flashback on


"Ayah, maafkan Nabila, Nabila tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan itu ayah" ucap Nabila memohon maaf pada ayahnya


"Semua sudah ada buktinya, ini info open BO di sosmed dengan nama dan nomor telepon mu, serta ini foto kamu pakai pakaian kurang bahan seperti ini" ayah Sofyan memperlihatkan bukti itu kepada Nabila


Nabila hanya bisa mengeleng tidak percaya dengan yang bukti yang diberikan ayahnya. Padahal dia memang tidak pernah melakukan itu.


Nabila melihat ke arah tante Indri dan Intan yang tersenyum senang melihat kemarahan ayah Sofyan kepada Nabila. Nabila akhirnya pasrah saat harus berpisah dari ayahnya dan harus tinggal dengan nenek di kampung.


Flashback off


Nabila tersadar dari lamunannya yang memikirkan masa lalunya. Nabila sekarang bersyukur bahwa semua bukti tuduhan itu terbukti tidak benar, dan ayahnya sudah bersamanya lagi.

__ADS_1


Nabila juga bersyukur karena Tante Indri dan Intan sudah mau mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepadanya.


__ADS_2