
Setelah semua sesi acara pernikahan mereka dilaksanakan, Hendra beserta sahabat dan Nabila juga Nila duduk di taman belakang rumah Oma Gwen. Tampak Nindya yang terlihat sudah ikhlas dengan kisah percintaannya yang harus berhenti.
"akhirnya kalian berdua sekarang sudah sah menjadi pasangan suami istri" ucap Garry memulai obrolan mereka
"iya, sekarang saja masih berasa kayak mimpi" balas Hendra dan melirik Nabila yang duduk disampingnya.
"mimpi karena ketemu bidadari yaa?" balas Noval mengingat kejadian tadi saat Hendra terpukau dengan pesona Nabila
"iya sampai tadi bengong aja kayak orang beg* pas Nabila sudah berdiri didepannya " balas Rendi yang membuat mereka semua tertawa mengingat kejadian tersebut. Hendra yang menjadi bahan candaan hanya bisa tersenyum dan mengelus tengkuknya saking salah tingkahnya, apalagi disampingnya ada Nabila yang hanya tersenyum dengan candaan sahabat dari suaminya tersebut.
"selamat ya untuk kalian berdua, pokoknya doa terbaik untuk kehidupan rumah tangga kalian" Kali ini Nindya mengeluarkan suara dan dengan ikhlas mengucapkan selamat kepada Nabila dan Hendra.
"makasih Nindya" balas Nabila sedangkan Hendra hanya melemparkan senyum kepada Nindya.
__ADS_1
"Setelah ini, siapa nih yang akan menyusul?" tanya Rendi kepada teman-temannya
"Garry nih yang paling banyak daftar nya, bahkan sudah pada antri mau dihalalkan" canda Noval yang membuat mereka kembali tertawa
"saya? kamu aja duluan, saya masih mau cari wanita yang masih suci bersih seperti yang didapatkan Hendra" ucap Garry dengan gaya lebaynya.
"alah, sukanya ngerusak cewek malah mau cari cewek modelan kayak gitu, tidurmu terlalu miring bro" balas Rendi yang sudah tau bagaimana gaya pacaran Garry.
"orang punya cita-cita tidak salah kali" balas Garry
Nila yang merasa namanya di sebut langsung menampakkan wajah bingung sekaligus salah tingkah. Apalagi Nila memang yang selama bekerja di cafe Nindya selalu memperhatikan sosok Garry yang sangat badboy.
"ya tidak mungkinlah" balas Garry sambil meninju pelan lengan Noval
__ADS_1
"kenapa tidak mungkin?" tanya Nabila yang melihat Nila tertunduk lesu mendengar jawaban dari Garry
"yaa.. tidak mungkin aja, lagian dia bukan tipeku" balas Garry, Nila yang mendengar perkataan Garry, langsung merasa sedikit sakit hati, semua yang berada disitu langsung melihat ke arah Garry, yang membuat Garry sadar akan perkataannya yang telah salah.
"maaf Nila tidak bermaksud...." omongan Garry terpotong
"tidak apa-apa kak, saya juga sadar diri" ucap Nila dengan senyum yang dipaksakan.
Garry menjadi kehabisan kata-kata dan membuat suasana menjadi canggung.
"o iya, kalian rencana mau honeymoon dimana?" Noval mencoba mencairkan suasana yang sudah mulai terasa seperti di kutub Utara, apalagi dia juga tadi yang memulai percakapan itu, Noval juga merasa tidak enak kepada Nila, karena dia juga yang menyebut nama Nila tadi.
"ow soal itu, belum kita bicarakan" Jawab Hendra. dan perbincangan mereka pun berlanjut.
__ADS_1
Selama obrolan itu, Nila hanya menunduk dan akan menjawab saat di tanya sedangkan Garry yang biasa cerewet, lebih banyak diam dan memperhatikan Nila dari ekor matanya. Yang dilakukan Garry tidak lepas dari pandangan Nabila dan Hendra. walaupun suasana telah cair, tapi kecanggungan diantara Garry dan Nila belum hilang. mereka lebih banyak diam sampai kegiatan mereka harus diakhiri karena hari yang mulai gelap.