
1 minggu ke mudian...
Di kamar.
Jam 10 malam.
Karena kamar boy dan cici sebelahan.
Boy berhenti di depan pintu cici.
"apa yang dilakukannya ya di malam hari
Mengintip dikit ahh!".
Boy mengintip cici dari celah pintu.
Terlihat cici sedang tersenyum sendirian. Sambil memegang kotak kecil.
"apa itu isinya yah? Dia terlihat sangat bahagia?".
CABUL!
Bisik alex dari belakang.
Boy : ustttttt! Jangan salapaham! Lihat anakmu sedang tersenyum sendirian sambil memegang kotak kecil...
Alexpun ikut-ikutan mengintip dari celah pintu!
Namun, yang di lihat alex berbeda dengan yang di lihat boy!
Cici sedang membuka pakaian nya!
BOOOM!!
Boy kena tonjok!
"jangan sembarangan mengintip! ".
Alex menarik lengan pakaian boy.
Melemparnya ke dalam kamar...
" apa salahku tuhan!" keluh boy...
Boy membaringkan tubuhnya di kasur.
Masih memikirkan kotak kecil yang di pegang cici "apa itu isinya? Aku benar-benar penasaran!".
Hingga pagi pun tiba.
Boy masih belum tertidur. Terjaga sepanjang malam! Masih memikirkan kota kecil....
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan kamar!
Heyy! Bocah ingusan bangun! Hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah!!
Krekk! Boy membukak pintu.
"iya sabar??!"
Pemandangan yang benar-benar menyakitkan mata cici..
Cici : hey! Ada apa dengan kantung matamu? Sangat hitam sudah seperti monster saja!
Alex menghampiri "ada apa? Pagi-pagi ribut!.
Saat alex melihat wajah boy, alex tertawa besar " bwahahhaha! Kenapa kantung matamu seperti itu! "
Nenek : hey! Ada apa.
__ADS_1
Saat nenek melihat wajah boy.
Nenek terkejut sambil menahan tawa.
" sepertinya besok saja kau masuk sekolah!".
Nenek dan cici meninggalkan kamar boy.
Masih tersisa alex yang stay bersama boy.
"ada apa?" tanya alex..
Boy : ada udang di balik batu...
Alex : serius bodoh!
Boy : ada yang mau? Kutanya kan.
Alex : apa?
Boy : kenapa kau memukulku semalam.
Alex : kau mengintip putri ku yang sedang mengganti pakaian..
Boy : yang mengintip itu kau bukan aku!
Wajah alex memerah "jangan berbicara sembarangan!".
Boy : yang ku katakan semalam benar! Aku melihat putri mu tersenyum sambil melihat kotak kecil! Mungkin saja pas paman mengintip! cici sudah berganti posisi.
Dan faktanya ayahlah yang mengintip putri angkatnya! Sungguh dosa yang besar!
Bedentum! BOOM!
Boy kena tinju alex yang ke dua kali...
Alex meninggalkan kamar boy!
"apakah salahku tuhan! Hancur sudah wajah tampanku ini! " keluh boy..
Jihun menghampiri cici dengan wajah sedih : dokter cici ada yang ingin saya beritahukan?
Cici : ohyaa apa itu?
Jihun : sebenarnya saya dan kyungso sudah berpacaran.
Cici : benarkah! Sejak kapan!
Jihun : sudah jalan satu minggu
Cici : sama dong!
Jihun : maksudnya?
Cici : aku dan pacarku juga baru jadian satu minggu.
Jihun : pacar! Bukannya dokter menargetkan kyungso?
Cici : aku hanya bercanda! Sebenarnya kyungso mu itu adalah musuh bebuyutanku. Dari kecil..
Jihun : jadi kalian adalah teman kecil.
Cici : ya ibunya adalah teman ibuku. Tapi sayang ibu dan ayahku sudah meninggal.
Jihun : maaf jika aku membuatmu sedih.
Cici : itu bukan salahmu, dan ingat saat kita hanya berdua tidak perlu memanggilku dokter, cukup cici saja oke.
Jihun : baiklah cici kun, nama yang sangat manis!
Cici : ahh jadi malu.
Jihun : oh ada beauty yang datang, selamat bekerja dokter cici.
Cici : ya selamat!
__ADS_1
*****
Jam8 malam.
Semua pekerja pulang.
Tinggal Jihun dan cici yang masih menunggu jemputan pacar!
Taksi berhenti di depan klinik ternyata itu kyungso.
Kyungso turun dari taksi memasang wajah bahagia "Nuna ayo pulang kesayanganmu ini sangat merindukanmu!".
"Uweek! rasanya aku ingin muntah si dingin ini ternyata bisa bersikap manis" isi hati cici!".
Jihun : hmm nanti saja ya! Kita tunggu cici di jemput oleh pacarnya.
Cici : oh tidak perlu! pacarku sebentar lagi akan datang kok. Kalian pulang saja duluan.
Kyungso : iya! Nuna ayo pulang!
Jihun : baiklah..! Cici duluan ya
Cici : iya dadah.
Kyungso dan Jihun sudah pergi.
Sedangkan cici masih menunggu chen Bo.
**************
Di lain tempat.
Di Bar!
Chen Bo mencari lily.
Lagi-lagi lily mabuk!
Chen : lily ayo pulang!
Lily : tidak mau!
Chen berteriak sangat keras "LiLy!!!"
Lily menangis "tidak usah memperdulikan aku! Ini hanya akan membuatku sakit!! Kenyataannya Statusmu tetap pacar kak cici!"
Chen menggendong lily keluar, memasukan lily ke dalam mobil!
Chen : kenapa kau begini!
Lily : karena aku mencintaimu! Aku sangat sangat mencintaimu! Jika kau benar-benar peduli padaku putuskan cici! Jadianlah dengan ku! Aku lebih pantas dari padanya!
Chen : tidak bisa! aku mencintai cici!!!
Kamu itu sudah kuanggap seperti adikku sendiri!
Lily terdiam menangis tidak bisa menerima kenyataan!
Chen mengantar lily pulang!
Dan Lagi-lagi dia lupa menjemput cici di klinik "sial!" jerit nya.
Dengan kecepatan tinggi chen berjalan menuju klinik..
*********
Di klinik.
Sudah setengah jam cici menunggu namun chen belum datang juga.
Bahkan nomornya tidak aktif!
" entah aku harus tertawa atau menangis! Nasibku selalu menunggu! "..
Keluh cici yang menyedihkan.
__ADS_1