
Aku pulang dengan ke adaan mata yang bengkak aku menutupi kepalaku yang berdarah dengan tangan.
Saat aku masuk para pelayan ingin mengatakan sesuatu. Tapi karena melihat wajahku sembab mereka tidak jadi mengatakan. karena tau aku sedang tidak mau mendengarkan siapapun.
Saat aku memasuki kamarku hordengnya masih tertutup dan gelap. ada bayangan pria sedang duduk menatapku. Mungkin karena terlalu memikirkan alex membuatku berhalusinasi.
"Ahh sepertinya aku berhalusinasi karena terlalu sedih" keluhku.
Aku segera memasuki kamar mandi.
Memeriksa luka di keningku, Untung hanya luka kecil. Darahnya pun sudah berhenti mengalir, tidak perlu di apa-apakan di diamkan saja pasti akan sembuh.
Setelah selesai menyegarkan diri.
Aku keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono.
*****
Aku melihat lagi bayangan pria di dekat jendela. Tapi aku masih berpikir itu hanya sebuah halusinasiku. Mana mungkin ada seorang pria yang masuk di kamarku.
Akupun segera membuka kimono ku.
Saat kimono ku terbukak sebelah. ada suara pria "apa kau ingin menggodaku??" Tanya nya". Akupun terkejut "siapa!!".
Aku segera memakai kimono.
Hordeng pun di bukanya cahaya matahari mulai menyinari kamarku. Beserta orang yang ada di dalam.
Ternyata bayangan yang aku lihat tadi bukan halusinasi melainkan kai.
Kai : "bersiap-siaplah aku akan menunggumu 5 menit!! Jika tidak aku akan segera pergi!!
Kai langsung keluar dari kamar dan menunggu angela di ruang tamu!!
Angela : heyy pria aneh, dingin!! " Teriakku"
Ahh sudahlah percuma saja menjerit dia juga tidak akan mendengarkanku.
Aku segera memakai pakaian.
Dan mendengar suara klakson mobil " TIN, TIN, TIN. suara nya sangat berisik. Dan aku segera melihat dari jendela ternyata itu suara mobil kai. Sepertinya dia menyuruhku cepat.
*****
__ADS_1
Akupun segera keluar memakai dress putih pendek. Tidak sempat berdandan sama sekali.
Memasukan semua alat make up di dalam tas.
Memakai hak tahu berwarna putih.
Rambutku masih basah.
Aku tergesah gesah.
Setelah sampai kai langsung pergi meninggalkanku.
"dasar pria berengsek ahhhh!!!! Jeritku sangat kesal!.
Semua pelayan yang di dalam rumah kaget mendengar jeritanku mereka pun keluar.
Aku sangat malu karena di permainkan oleh calon suamiku sendiri.
Aku menatap tajam para pelayan mereka segera masuk ketakutan karenaku.
Aku segera menaiki mobil sport ku.
Untuk mengejar kai.
"Dasar pria aneh masuk di kamarku tanpa izin, menyuruhku untuk cepat, lalu meninggalkanku. apa mau mu sihh pria berengsek!! "Jeritanku"
Kai sepertinya mengajaku untuk balapan.
Untung saja keadaan jalanan sedang sepi.
Angela :"kemana pun kau berlari akan ku kejar meskipun di ujung dunia sekalipun.
Setelah kejar-kejaran mengelilingi kota.
Kai segera berhenti di sebuah apartemen mewah.
*****
"Sepertinya dia mengira aku sudah tidak mengejarnya lagi.
Uhh sungguh pria yang tidak bisa di tebak.
Hari ini dia mengerjaiku dan aku akan membalasnya. Tidak bisa membiarkan dia bahagia sendiri. "
__ADS_1
Akupun mengikutinya dari belakang dengan mengendap-endap.
Dia mulai menaiki lift menuju lantai 25.
Aku segera menaiki lift di sebelahnya menuju lantai 25.
Akhirnya sampai juga di lantai 25.
Dia terhenti di kamar nomor 100
Saat kai membukak pintu aku segera masuk ke dalam. sebelum dia masuk duluan.
Bukannya menghentikanku dia malah membiarkan ku masuk.
Sangat aneh jangan-jangan ini adalah jebakannya berarti dari tadi dia sudah menghetahui aku mengikutinya.
*****
Dia segera masuk dan menutup pintu.
Lalu menarik ku ke dinding dan menciumku dengan ganas mataku membulat aku tidak bisa bernapas.
"Ini adalah ciuman pertama ku".
Aku lalu menggigit bibirnya.
Dan dia segera melepaskan ciumannya.
Auranya langsung berubah menjadi mencengkam sepertinya dia marah.
Karena ketakutan tanpa sengaja aku langsung menciumnya.
Dan dia membalas ciumanku.
Lalu menggigit bibirku.
Aku segera mendorongnya.
Angela : "Hey apa yang merasukimu!! Hingga kau menjadi aneh seperti ini!!
Kai : aku akan membuatmu jatuh cinta?? Masih ingat dengan kata-katamu.
Tapi sebaliknya aku yang akan membuatmu jatuh cinta!! Duluan.
__ADS_1
Akupun melongo terdiam menempel di dinding.