
Berada di bandara keduanya kini. Mereka bersiap siap untuk menaiki pesawat. Hasna sungguh sangat antusias dengan liburannya kali ini. Terakhir dia liburan adalah setelah lulus SMA sebelum memasuki jenjang perkuliahan.
" Woaaah ... Apakah benar kita akan ke tempat ini," tanya Hasna sembari melihat tiket pesawat nya.
Radi hanya mengangguk singkat, ia sungguh senang melihat sang istri begitu bahagia. Bahkan Hasna sedari tadi bersenandung kecil.
" Tapi semuanya tidak geratis."
" Tidak masalah, berapapun itu aku akan membayarnya kak."
Radi tersenyum smirk, ia pasti akan meminta bayaran yang setimpal untuk liburan kali ini.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1.5 jam keduanya sampai di tempat yang dituju. Hasna mengambil nafasnya dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan. Radi lagi lagi hanya tersenyum kecil melihat tingkah istrinya itu. Hasna tampak sangat bahagia, hanya dengan hal sederhana dengan mengajaknya liburan sudah membuat senyuman Hasna bertengger di bibirnya.
" Kau berhak mendapatkannya," gumam Radi pelan.
Pria itu lalu menarik kedua koper mereka menuju taksi yang sudah menunggu di depan bandara. Sepanjang perjalanan Hasna tampak begitu senang dan bersemangat. Ia bahkan membuka jendela mobil nya untuk merasakan hembusan angin di wajahnya.
Pulau itu sungguh cantik dengan pesona alma yang ditawarkan. Tidak hanya pantainya namun bukit dan air terjun yang ada sungguh bisa memuaskan para pengunjung. Pulau yang terkenal dengan desa wisata bernama desa Adat Sade itu sungguh memukau para pengunjungnya. Kain tenun nya begitu terkenal membuat Hasna tak sabar ingin membelinya sebagai oleh oleh.
" Kak, apakah kita akan ke pantai Senggigi nanti?"
" Terserah kemana mau mu. Aku akan ikut."
" Benarkah?"
Hasna berteriak kegirangan. Namun seketika ia menyipitkan kedua matanya. Ia tidak serta merta percaya dengan kebaikan suami nya itu.
" Tumben kakak begitu baik. Apa aku harus membayar mahal untuk semua ini?"
Radi menarik sudut bibirnya, lalu ia mendekatkan kepalanya ditelinga Hasna dan membisikkan sesuatu.
" Kau tidak perlu membayar apapun, cukup membuka kakimu lebar lebar di atas ranjang nanti."
Hasna seketika menutup mulut Radi dengan tangannya. Ia pun menatap nyalang tapi wajahnya merona.
" Astaga pak dosen mengapa kau mesum sekali."
__ADS_1
Radi pun menarik tangan Hasna dan menciumnya lembut. Tentu saja wanita itu kaget dengan tingkah Radi yang begitu manis. Sungguh sangat berbeda saat bimbingan skripsi beberapa jam yang lalu.
" Mesum dengan istri sendiri apa salahnya coba. Lagian pahala, aku masih penasaran mengapa melakukan itu begitu sulit."
Glek
Hasna menelan saliva nya dengan kasar. Ia seperti masuk ke kandang singa yang dihias bak taman bunga yang indah. Radi tersenyum geli melihat wajah pias sang istri.
Tak berselang lama, mereka sudah sampai di sebuah hotel. Hasna begitu takjub saat memasuki kamar yang akan mereka tempati. Di sana ada sebuah privat swimming pool. Hasna terlihat begitu antusias memindai ke seluruh kamar.
" Waah, ini keren banget kak."
" Kamu suka?"
" Suka, suka banget. Apa lagi ada kolam renang pribadinya. Jadi nggak khawatir kalau berenang dilihat orang."
" Iya dan sepertinya bagus jika kita mencoba nya di sana, bukan begitu."
Hasna menganga, ia sungguh tidak mengerti mengapa suami nya itu sungguh amat mesum.
Hasna pun secepatnya menuju ke kamar mandi dan mengganti bajunya. Ia mengenakkan sebuah dress bunga bunga berwarna oranye dengan bahu yang terekspose karena hanya berlengan tali. Sungguh terlihat begitu manis dan cantik.
" Kemarilah," ucap Radi sambil mengulurkan tangannya.
Hasna pun menyambut uluran tangan Radi. Pria itu langsung mendudukkan sang istri di pangkuannya.
" Kak, apakah ini honeymoon?"
" Menurutmu?"
Radi sudah mulai meraba paha mulus Hasna. Membuat jantung Hasna berdegup kencang.
🍀🍀🍀
Universitas Nusantara sungguh terjadi kehebohan. Kabar berita mengenai dosen killer Radika Nareen Dwilaga menjadi topik hangat di kalangan para mahasiswa bahkan para karyawan. Semuanya bertanya tanya apa gerangan yang membuat dosen yang tidka pernah absen itu tiba tiba mengambil cuti bahkan sampai satu minggu.
" Itu dosen kemana yah, jadi kepo gue," ucap salah satu mahasiswa.
__ADS_1
" Iya, gue juga penasaran. Dosen dengan tingkat kerajinan 99.99% itu tiba tiba absen. Apakah akan turun hujan badai kali ini," timpal mahasiswa yang lain.
Sedangkan Aryo sang ayah sekaligus pemilik Universitas Nusantara di buat bingung dengan ulah sang putra yang cuti tapi tidak memberitahu nya. Beberapa dosen yang bertanya kepada nya tak bisa dijawab oleh Aryo.
Bocah gemblung memang, pergi kemana anak itu, geram Aryo.
Pria paruh baya itu memijit keningnya yang berdenyut. Cuti nya Radi membuat nya sungguh pusing, ia pun mengambil ponselnya untuk menghubungi sang istri.
" Assalamualaikum bund, sebenarnya Radi ke mana sih?"
" Lah, emangnya kakak kemana yah?"
Aryo bingung mendengar jawaban sang istri, pertanyaannya dijawab dengan pertanyaan juga Rupanya istrinya itu juga tidak tahu mengenai cuti nya sang putra sulung.
" Yah, emang kakak kemana?"
" Huft, kakak tuh ambil cuti selama seminggu bund. Kampus jadi rame karena kakak cuti. Dan ayah nggak tahu tuh anak kemana. Dalam keterangannya hanya urusan keluarga."
Sekar terdiam, tak lama sang suami pun menutup panggilan telepon nya. sekar mencoba menghubungi anak anak nya yang lain perihal si sulung yang pergi tidak pamit. Namun nihil mereka juga tidak tahu. Bahkan saat ini ponsel Hasna dan Radi tidak bisa di hubungi sama sekali.
" Yudi, kira kira dia tahu tidak ya?"
Tiba tiba pikiran sekar tertuju pada Yudi. I apun mencoba menghubungi Yudi.
" Yud, apa kah Radi dan Hasna di tempat mu?"
" Nggak mbak, tapi tadi pagi Hasna bilang mau pergi liburan sama Radi. Apa mereka tidak bilang ke mbak Sekar?"
" Syukurlah kalau begitu. Mungkin Radi telpon tapi tidak terangkat sama aku Yud. Ya udah makasih ya Yud."
" Ya mbak sama sama."
Sekar menghembuskan nafasnya kasar. Ia sungguh gemas kepada sang putra yang pergi berlibur tapi tidak bicara kepada orang tuanya. Sungguh membuat khawatir dan bahkan membuat kehebohan seisi kempus.
Sekar kemudian menghubungi sang suami, ia yakin suaminya pasti masih bingung kemana putra sulungnya itu pergi. Aryo menghela nafasnya dengan lega saat mengetahui sang putra berlibur bersama menantunya.
" Setidaknya mereka berusaha untuk saling mendekatkan diri yah," ucap Sekar.
__ADS_1
" Iya bund. Bunda benar. Paling tidka putra dingin bin killer mu sedikit melunak dengan kehadiran Hasna. Biar dia lebih terlihat manusiawi. Tidak hanya berhubungan dengan buku buku sepanjang waktu." imbuh Aryo.
TBC