Menggaet Hati Dosen Killer

Menggaet Hati Dosen Killer
MHDK 63. Berkunjung


__ADS_3

Kediaman Rayadinata tampak ramai dengan kehadiran Hasna dan Radi. Bagaimana tidak Yudi yang tinggal sendiri sungguh sangat senang dengan adanya anak dan menantunya. Bahkan hari ini ia sengaja tidak masuk ke kantor karena Hasna dan Radi berada di rumah di rumah.


Hari ini Radi memang free mengajar jadi dia memilih di rumah saja. Jika biasanya ia akan tetap pergi ke kampus namun sekarang setelah menikah ia enggan.


Ngapain ke kampus libur libur gini? Mendingan di rumah ngerjain istri.


Itu laj ucapan asal Radi saat di tanya oleh Hasna mengapa dia tidak pergi ke kampus. Tentu saja Hansa hanya bisa mengambil nafas nya dalam dalam dan membuangnya perlahan. Ia tahu akan jadi apa dirinya juga sudah begitu.


" Dasar dosen mesum," ucap Hasna pelan sambil berlalu ke arah pintu karena terdengar suara ketokan pintu dari luar. Sedangkan Radi ia memilih kembali ke kamar untuk membersihkan badan setelah berolah raga kecil.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Ceklek


Hasna membuka pintunya perlahan. Ia sungguh terkejut siapa yang berdiri di sana. Tapi rupanya bukan hanya Hasna saja yang terkejut, gadis yang berdiri di depan pintu itu pun juga terkejut. Wanita yang membuka kan pintu yang katanya rumah paman nya itu adalah seorang mahasiswa yang ia labrak kemarin.


Jika kakak itu di rumah paman, apa berarti dia adalah sepupuku? Mampus sudah. Kemarin aku sudah memperlakukan dia dengan buruk, batin Elsa.


Tapi bukan Elsa yang jadi perhatian Hasna. Hasna fokus kepada wanita paruh baya yang memakai hijab.


Mama, gumam Hasna lirih.


Tak ingin berpikiran aneh aneh Hasna mempersilahkan ibu dan anak itu untuk masuk.


" Siapa tamu nya Has?"


Pertanyaan dari sang papa tidak ia jawab karena pikirannya masih berkecamuk tidak karuan setelah melihat wanita yang sekilas mirip ibu nya itu. Walaupun jika diperhatikan dengan seksama wanita itu berbeda dengan mama nya. Tapi seketika Hasna ingat ucapan sang papa semalam bahwa mungkin wanita ini adalah adik mamanya.


" Ooh kamu Jasmine, duduklah dulu."


Yudi kembali ke kamarnya untuk mengambil sesuatu sedangkan Hasna rupanya ia sudah tidak tahan untuk bertanya.


" Maaf tante ini siapa ya? Apa tante yang papa bilang adalah adik mama?"

__ADS_1


Jasmine mengangguk, sungguh ia sangat malu dengan kedatangannya ini. Jika tidak terpaksa dia tidak akan melakukannya.


" Iya, saya adalah adik dari mama kamu nak. Maafkan tante yang tiba tiba muncul seperti ini," ucap Jasmine sendu.


Hasna bisa melihat wajah sedih dari wanita yang katanya adik dari mama nya itu. Sebelumnya Hasna berpikir bahwa wanita itu mungkin hanya mengaku ngaku saja. Tapi setelah melihat ada kemiripan diantara mama dan wanita itu, ia yakin bahwa Jasmine ini adalah benar adik sang mama.


Tidak ingin mendapat praduga buruk akhirnya Jasmine menceritakan kejadian di hidupnya saat Yudi kembali dari kamar.


Yudi dan Hasna sungguh bersimpati kepada ibu dan anak itu. Keduanya tidak menyangka bahwa kehidupan satu satunya saudara mereka akan seperti itu.


" Kalian berdua tinggallah di rumah almarhum papa. Di sana meskipun lama tidak ditempati tapi ada yang merawat, aku sengaja meminta orang untuk menjaganya. Untuk pengalihan beberapa aset harus tunggu pengacara dulu."


" Kak sungguh aku tidak bermaksud serakah begini, tapi aku bingung harus bagaiman?"


" Tidak masalah, kau bagian keluarga kita dan kau adalah anak papa jadi kau berhak atas sebagian harta papa juga. Aku turut berduka atas kepergian putra mu. Aku harap setelah kau melepaskan pria brengsek itu hidup mu akan jauh lebih baik lagi."


Jasmine terharu, selama ini dia tidak pernah mendapatkan perhatian sebaik itu dari orang lain. Bahkan ibu nya sendiri pun tidak. Bagaimana ibu nya akan perhatian, ibu nya lah yang memaksa Jasmine menikah dengan Baskoro karena pria itu adalah pria yang kaya.


" Tunggu, kau bukannya gadis yang kemarin mengancam ku di kampus kan?"


Glek


" Sayang, siapa yang berani mengancam mu!"


Kini gantian Elisa yang terkejut. Suara Radi yang menggema itu membuatnya sedikit terjingkat.


Mengapa pak Radi di sini? Sayang? Siapa yang di panggil sayang? Apa sepupu ku ini istri rahasia pak dosen?


Radi turun dan menghampiri semuanya yang berada di ruang tamu. Yudi pun mengenalkan Radi kepada Jasmine dan Elisa bahwa pria itu adalah menantunya.


" Lho Elisa kok kamu bisa di sini?"


Elisa tersenyum kaku. Hasna pun kemudian menjelaskan semuanya. Kini semua saling mengerti mereka masih memiliki hubungan kekerabatan.


" Kak Hasna maaf untuk yang kemarin ya."

__ADS_1


" Tidak masalah, kau sungguh fans garis keras nih dosen killer?"


Kini Hasna, Radi, dan Elisa tengah berbicara santai. Sedangkan Jasmine membantu Yudi menyiapkan sarapan. Elisa sungguh merasa menyesal telah berkata ketus waktu itu. Beruntung Hasna tidak mempermasalahkannya.


" Sayang, aku ini suamimu?"


" Kakak sebagai suami dan dosen adalah dua hal yang berbeda. El, mengapa kau bisa sangat tertarik dengan pria modelan begini?"


" Entahlah kak, yang aku lihat Pak Radi itu sungguh dewasa. Meskipun datar dan dingin serta killer kalau mengajar, namun aku suka. Aku merasa Pak Radi seperti ayah. Tapi sayangnya ayah ju tak sebaik Pak Radi."


Hasna mendekat ke arah Elisa. Gadis yang hanya terpaut 2 tahun di bawahnya itu terlihat sungguh syok. Hasna pun memeluk Elisa dengan sayang.


" Menangislah El jika kamu ingin menangis. Hidup sungguh penuh lika liku. Aku yakin kamu akan menemukan bahagia dengan caramu sendiri."


Elisa tergugu dipelukan Hasna. Selama ini dia merasa bahagia dengan segala sikap ayahnya. Tanpa ia sadar kebahagiaan itu harus dibayar mahal oleh rasa sakit sang ibu. Ia sungguh merasa sangat bersalah kepada ibu nya. Dia berjanji akan menjadi gadis yang kuat yang akan melindungi ibunya.


" oh iya El, tolong rahasiakan pernikahan kami di kampus ya?"


Elisa mengurai pelukannya Hasna. Gadis itu mengerutkan kedua alisnya dan menatap Hasna serta Radi bergantian.


Hasna yang paham apa arti tatapan Elisa kemudian menghela nafas nya dengan dalam.


" Kami belum bisa mengumumkan Pernikahan kami El," ucap Hasna.


" Kenapa kak," tanya Elisa masih bingung.


" Banyak hal yang belum selesai dari Hasna. Sekarang Hasna sedang proses menyusun skripsi. Kami akan mengumumkan akan pernikahan kami setelah Hasna selesai sidang skripsi," jelas Radi.


Elisa mengangguk mengerti. Ia bisa menangkap maksud dari penjelasan pak dosen yang ternyata kakak iparnya itu.


" Baik, aku paham kak, pak."


" Thank You El,"


" Sama sama Kak."

__ADS_1


Hasna dan Elisa sangat cepat akrab. Mungkin karena keduanya sama sama anak tunggal membuat mereka seperti menemukan teman.


TBC


__ADS_2