Menggaet Hati Dosen Killer

Menggaet Hati Dosen Killer
MHDK 59. Siapa Istri Doskil itu?


__ADS_3

Pukul 9 kurang Hasna keluar dari ruangan Radi. Ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan mata tidak suka. Hasna melenggang menuju taman kampus tempat dimana dia, Tyas dan Udin janjian untuk bertemu.


Sesampainya di taman Hasna melihat ke sana kemari namun belum juga melihat kedua temannya itu. Ia pun memutuskan untuk duduk dan membuka ponselnya. Bukan untuk menghubungi teman temannya tetapi ia mencoba untu melirik novel online nya yang sudah terbengkalai lumayan lama karena fokus terhadap skripsinya.


Tak tak tak


Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Hasna. Wanita itu pun tersenyum dan membalikkan badannya. Tetapi senyumnya seketika pudar saat melihat orang yang di berada di depannya itu. Hasna pikir yang datang adalah Tyas atau Udin, tapi ternyata bukan.


Merasa tidak kenal, Hasna pun kembali duduk dan melanjutkan apa yang sudah ia kerjakan tadi. Tapi tiba tiba bahunya di tarik oleh orang tersebut.


" Maaf, apa saya kenal dengan anda?" tanya Hasna dengan nada seikit tidak suka karena ulah orang yang tidak ia kenal.


" heh, lo siapanya pak Radi? Kok lo bisa keluar dari ruangan Pak Radi padahal beliau tidak ada," tanya orang tersebut dengan ketus.


Hasna mengerutkan kedua alis nya. Ia sedikit merasa aneh dengan orang yang ada di depannya ini. Ia merasa pernah melihat orang tersebut.


Jangan jangan nih cewek fans beratnya si dosen killer lagi, gaswat kalau gitu.


" Maaf mbak nya siapa ya, saya kebetulan mahasiswa bimbingan Pak Radi,jawab Hasna. Ia tidak mungkin mendeklarasikan hubungannya dengan sang suami saat ini.


" Nih perlu lo inget ya. Jangan pernah deketin Pak Radi, dia itu punya gue. kalau lo ketahuan sama gue berani buat menggaet pak Radi lo bakal tau akibatnya. camkan itu."


Hasna membelalakkan matanya. Masih pagi begini dia sudah dapat ancaman dari salah satu fans sang suami. Dan jika dilihat lihat gadis itu masih terlihat lebih muda darinya.


Setelah mengatakan hal tersebut, gadis itu langsung melenggang pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan.


" Kayaknya tuh cewek yang tadi pagi ke ruangan kakak deh. Wuihhh ngeri fans garis keras bener bener bahaya ya tck tck tck," gumam Hasna lirih.


" Woi ngelamun aja lo!"


Kedatangan Tyas dan Udin secara bersamaan membuat Hasna bernafas lega. ia pun langsung menyerahkan buku buku yang akan dipinjam oleh Udin.


" Kok kalian bisa barengan?" tanya HAsna.

__ADS_1


" Ternayata dospemb kita sama, Bu Irene juga. tadi habis ketemu sama beliau," jawab Tyas.


" Oh iya, lo tahu nggak Has. ternyata bu Irene itu temennya Mas Dipta," ucap Udin.


Dan pada akhirnya ketiga nya kini mulai bergosip mengenai hubungan Bu Irene dan Dipta. Satunya adalah bos Udin dan satunya adalah dospemb Udin. Hasna juga menceritakan kejadian tadi sebelum kedua temannya itu datang.


" Serius Has, lo diacam begitu?" tanya Tyas.


" Serius gue, ngapain juga gue bohong. ngeri kali para pens doskil itu" jawab Hasna sambil mengelengkan kepalanya.


" Oh iya Has asal lo tau ya, kemarin saat tuh doskill cuti, asli satu kampus heboh. Mereka bertanya tanya kemana tuh doskill pergi. mereka semua pada nebak nebak."


uhuk ... uhuk ...


Hasna tersedak salivanya sendiri. Mendengar kata cuti dari mulut sang teman membuatnya mengingat liburannya bersama Radi. Mengingat liburan mereka berarti juga mengingat kegiatan panas yang mereka berdua lakukan. Wajah Hasna seketika bersemu merah.


" Has, lo kenapa? sakit?" tanya Tyas khawatir.


Hasnasedikit panik, wajahnya mrah bukan karena sakit tapi karena mengingat momen itu. Ia pun menggeleng cepat dan mengatakan bahwa dirinya baik baik saja. Udin pun mengangguk mengerti.


Ya Allaah ngapain juga aku inget inget itu saat lagi sama sama temen. Huft, mana wajah langsung ngeblush gini.


Untuk mengurai rasa malu nya ia mengajak kedua temannya untuk ke kantin membeli camilan.


🍀🍀🍀


Di dalam kelas sorak sorai mahasiswa Radi begitu terdengar nyaring. Sebelum Radi keluar kelas beberapa mahasiswa menanyakan perihal mengapa sang dosen cuti begitu lama.


" Pak Radi kemana aja cuti, lama banget?"


" Saya pergi berlibur."


" Kemana pak, tumben bapak liburan. Selama 7 semester saya jadi mahasiswa di sini tidak pernah sama sekali tau kalau bapak cuti"

__ADS_1


" Saya berlibur dengan istri saya. Sudah ya, saya harus jump ke kelas lainnya."


" Apa!!!"


Mulut semua mahasiswa di kelas tersebut menganga. Seperti halnya membaca sebuah buku mereka menggaris bawahi kata istri yang diucapkan oleh Radi. Terang saja apa yang diucapkan Radi baru saja membuat seluruh isi kelas heboh. Dan bisa dipastikan dalam waktu kurang dari sehari kabar tersebut akan tersebar ke seantero kampus.


" Eh cuy, kita tadi nggak salah denger kan kalau Pak Radi bilang udah punya istri!" teriak salah satu mahasiswa dan dijawab bersamaan oleh mahasiswa yang lain.


Mereka tampak saling berbincang mengenai ucapan spontan dosen mereka tadi. Terlihat kekecewaan pada para wajah remaja putri yang mengidolakan sang dosen.


" Bener nggak sih Pak Radi udah merid?"


" Entahlah, tapi tadi gue sepintas lihat di jari tangan Pak Radi kayak ada cincin gitu?"


" Eh serius lo, asli gue malah nggak merhatiin. Besok kalo doi ngajar gue bakalan mastiin. Bener apa enggaknya."


Para wanita tersebut pun saling bertanya siapa gerangan wanita yang beruntung dan berhasil mendapatkan serta meluluhkan hati si dosen killer bin dingin tersebut.


Ucapan spontan Radi yang menceritakan bahwa cuti kemarin adalah berlibur dengan sang istri mulai merembet keluar kelas. Sungguh berita tersebut sangat cepat menyebar. Semuanya tentu saja heboh dibuatnya.


Cerita tersebut pun sampai ke telinga seorang gadis yang tadi mengancam Hasna. Wajah gadis itu seketika berubah menjadi marah.


" Huh, siapa gerangan wanita yang menjadi istri Pak Radi. Aku sungguh tidak terima. Awas saja jika aku mengetahui identitasnya," gumam gadis itu lirih.


Gadis dengan rambut panjang sepinggang dengan kulit putih dan mata sedikit sipit itu memberengut marah. Ia sungguh ingin segera tahu siapa istri dari pria idamannya itu.


Elisa Dwi Baskoro mengagumi Radi semenjak ia melihat Radi. Ia begitu terpukau dengan sikap cool pria tersebut. Bahkan dia sengaja memasuki Universitas Nusantara hanya karena ingin selalu melihat Radi.


Bahkan gadis 20 tahun itu berusaha menjadi rajin belajar karena ingin menjadi asisten dosen. Hal tersebut ia lakukan agar selalu bisa selangkah lebih dekat dengan Radi.


Dia tahu saingannya begitu banyak. Mengingat Radi adalah primadona di kampus tersebut. Dosen killer yang menjadi idaman para gadis gadis. Maka dari itu dia mencoba dekat dengan Radi melalui prestasi akademik.


TBC

__ADS_1


__ADS_2