Menguak Hitam Putihnya Pesantren

Menguak Hitam Putihnya Pesantren
pergi untuk kembali


__ADS_3

Selamat pagi jarak


Karnamu kumengenal kesetian


Setia dengan landasan do'a


Bukan dengan pertemuan dan kabar, hanya dengan kepercayaan


Kau punya dua mata


Akupun demikian


Namun mata kita tak mampu saling melirik,


Kitapun punya dua tangan yang tak bisa saling meraih


Tapi kita punya hati yang saling percaya atas nama jarak


Lantunan puisi kecil dibuku kecil catatan seorang santri yang mempunyai kisah cinta


Dipagi ini saat sang mentari telah menunjukkan cahaya wibawanya,burung-burung berkicau seakan-akan menyambut pagi ini.Terlihat disatu rumah sepasang keluarga sedang bersiap-siap untuk mengantar putra sulungnya untuk menuntut ilmu,dialah Aram seorang pemuda yang memiliki badan tinggi ,badan yang kekar,bermuka tampan dengan ciri khas putra sundanya,dia telah usai belajar ditingkat SLTP .

__ADS_1


"Eh de Aram,mau pergi sekarang"ujar pak Abidin,seorang pedagang sayur,yang melintas depan rumah kami,seorang pedagang yang sering kali menjadi motivator bagi para pemuda,sang pedagang yang nafas tua semangat muda,itulah sebutan teman sebaya Aram.


"Iya pak,sekalian minta do'anya pak"


"Iya,iya bapak do'ain semoga Aram nyaman disana,jangan muntaber yah"


"Muntaber,muntaber gimananya pak"


"Mudik tanpa berita,kabur dari pesantren maksudnya"


"Oh kabur,ah gak lah pak insyaallah,Aram kuat pak".


Perjalananpun kini dilaluinya,suatu perjalanan meraih ridho ilahi,dengan menuntut ilmu kepesantren Miftahul ulum.perjalan yang bisa dikatakan jauh dari Bogor sang kota hujan kesukabumi,pemandangan indah dari sawah hingga gunung gede yang terlihat sangat jelas menjadi pemandangan indah perjalanan Aram beserta keluarga.


"Misi,misi apa yah?"


"Cari jodoh"dengan candanya adik Aram yang bernama Wulan,wanita yang masih duduk di bangku SD.


"Apasi de"sambil mencubit adik pipi kesayangannya itu.


"Kamu pergi untuk kembali,ingat ditempat tinggal kita akhlak seakan akan telah ditelan samudra,bayak orang yang berilmu tapi tak beradab,terkadang kepintaran dijadikan landasan menipu orang orang bodoh padahal seharusnya mereka membantunya"ujar sang ayah dengan seriusnya

__ADS_1


"Berarti Aram harus menjadi orang pintar dan berakhlak"


"Iya" dengan simple yah,ayah Aram sambil seyum kecil.


Miftahul ulum,tulisan indah yang terukir digerbang pondok pesantren ini,yayasan yang bukan hanya mengajarkan ilmu agama namun ilmu pengetahuan dunia karna disini selain sekolah,para santri itu juga belajar akan ilmu kehidupan seperti berkebun dan lain sebagainya


"Assalamualaikum"sambil mengetuk ruangan pendaftaran.


"Waalaikumsalam"silahkan kedalam Bu,pak.


Aku dan orang tuaku pun duduk,sambil mengisi buku pendaftaran.


"Demoga betah yah kang",ujar panitia pendaftaran kepadaku.


(Kang sebutan disunda kelelaki)


Tak lama kemudian kami diantar oleh salah satu santri,yang mungkin akan menjadi temanku.


Assalamualaikum.


kami sekeluarga masuk kegurpah untuk kami para santri,kami sekeluarga bersalaman sambil berkenalan dengan santri yang sudah datang sebelum Aram,dan digurpah terakhir yakni gurpah sepuluh sudah ada dua penghuni yang kelak akan menjadi teman Aram kelak yakin Riyan dan fizi dua orang yang karakternya gak jauh beda dengan Aram sama sama suka bercanda dan cari onar,kemudian keluarga merapihkan pakaian dan perlengkapan yang dibawa dari rumahnya yah seperti itu lah semua para santri baru,dan setelah usai maka keluarga Aram berpamitan untuk pergi.

__ADS_1


(Gurpah sebutan kamar dipesantren kami)



__ADS_2