
"Hey hey,ayo cepat cepat"
ujar sang mentor mengarahkan kami para santri untuk pergi menuju belakang pesantren yang terdapat kebun yang kian lama tak lagi digarap tanahnya sehingga kini penuh dengan rumput rumput.
Kamipun dengan penampilan seperti petani sambil membawa peralatan berkebun mulai dari pacul,mesin rumput,dan sebagainya.
"Aduh apa-apaan si kita kan kesini mau mengaji kok malah disuruh berkebun"
"Hussss diam kamu fizi,ikuti saja Napa"
"Iya bener tuh kata Aram ikut saja,ingat gak kata kata Sayidina Ali bin Abi Thalib"
"Biar sama Aram aja nih, seseorang yang mengajarkan ilmu meskipun satu hurup maka aku adalah abidnya, sedangkan yang namanya Abid itu harus patuh pada tuannya,paham tak kau ini fizi"
"Iya iya paham,lah ayolah cepat nanti kena marah mentor"
Kami para santri baru yang berjumlah 30 orang yang tinggal digurpah yang berbeda kini berkumpul bersama untuk berkebun.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,teman teman sebelumnya mohon maaf jika saya lancang untuk berdiri di depan kalian semua,namun dikarenakan saya mempunyai tanggung jawab sebagai ketua angkatan maka tugas saya adalah membagi bagi tugas berkebun ini.pertama untuk penghuni gurpah 1 dan 2 itu belajar menggunakan mesin duluan untuk nanti saling bergiliran,untuk gurpah 3&4 mengumpulkan rumput rumputnya,untuk gurpah 5&6 membakar rumput,dan 7,8 mulai mengharap menggunakan cangkul dan garpuh agar rumput tidak tumbuh lagi,dan gurpah 9dan 10 kita yang masak,biasa kan harus ada konsumsi iyakan"
"Iya,sambil para santri bersorak sorak"
Para santri pun bekerja dengan giatnya sebagai mana tugas tugas nya,dan Aram,Riyan dan fizi dikarenakan mereka penghuni gurpah terakhir yakni 10 maka mereka bekerja sama dengan gurpah 9 yang badan badannya pada besar dan kelihatan pada sangar untuk masak.
"Jadi kita mulai dari mana"ujar salah seorang santri yang tinggal di gurpah 9 itu"
__ADS_1
"Kita tunggu dulu santri putri,oh iya perkenalkan nama saya Aram"
"Oh Aram saya Mahesa,ini sandi sambil menepuk pundak lelaki yang berkulit sedikit gelap seperti kelahiran papua yang bernama tihun.
"Perkenalkan saya epul"(sambil bersalaman dengan Aram)
"Yah sudah sekarang kita pergi ke dapur untuk mengambil peralatan memasak"
Merekapun pergi menuju dapur dan terlihat sebagian santri putri angakatan 13 yang sedang siap siap membawa peralatan memasak kekebun
"Hey"ujar epul
"Eh ada Ihwan"
"Ailakan"
"Itu peralatan mau dibawa kemana?"
"Yah kekebun lah,kan buat konsumsi kalian"ujara teman aila"
"Gak perlu gak perlu,biar sama Aram aja bawanya,kalian istirahat aja"
"Apasih kamu ini fizi,kita kan bareng bareng bawanya"
"Iya iya akukan cuman canda"
__ADS_1
Dengan sombong dan cari perhatian dari akhwat Mahesa berusaha membawa beras sekarung besar sendirian
"Nih liat aku teman-teman"
"Emang kamu kuat Mahesa"
"Diam kamu Asep(salah satu penghuni gurpah 9 dengan Mahesa)
"Yah sudah ayo kalau kamu bisa"
Namun sayang tanpa diduga Mahesa yang berawakan besar kekar itu ketika membawa beras sekarung besar itu justru tumbang karna gak kuat maka seluruh ikhwan tertawa,dan terlihat wajah kemera merajam Mahesa yang tersipu malu
Merekapun membawa peralatan memasak kesaung dikebun,dan diikuti sebagian santri putri 15 orang yang akan memasaknya
"Aram maafyah sendal kamu masih aku pakai"(sambil menunjukan sendal bermerek Ando warna merah itu)
"Ah kamu ini aila santay aja Napa aku punya dua ko,sama Ando"
"Cieee,yang mulai akrab nih"
"Apasih kamu ini fizi"
"Ekhem ekhemmm peje pj"
" Riyan pj itu apa"
__ADS_1
"Pajak jadian"
"Dih kalian ini siapa yang jadian udah udah sekarang kita nyalain apinya"