
Hari hari dimiftahul ulum seolah olah tak terasa dua bulan sudah perjuangan santri angkatan 13 menempuh pendidikan di pesantren hitam putihnya pesantren belum banyak tergoreskan
Kini saatnya goresan indah diantara goresan hitam putihnya pesantren,namanya juga manusia rasa cinta adalah anugerah Tuhan yang maha esa yang meski dijaga
Digurpah ujung asrama dalam keadaan sunyinya malam,terlihat satu santri termenung seakan akan kesurupan hantu keramat,menuliskan perasaannya diatas catatan kecilnya seakan akan rembulan dan bintang bintang menjadi teman curhat nya
Dua sahabat kini muncul dari balik pintu, memperhatikan sang teman sekaligus ketua angkatan nya terlena disamudra kasih sayang aila
Tawa dari keduanya Riyan dan fizi,kini merubah keadaan Aram yang tak menyadari kedatangan mereka itu
Aram:"ekhhhhhh ganggu aja kalian"
Riyan:"cie yang sedang jatuh cinta"
Aram:"diam kalian jangan ganggu Napa"
Fizi:"gk mau curhat nih sama kami"
Aram:"oh yah udah cepat kalian duduk"
Aram pun dengan semangatnya menceritakan isi hatinya seakan akan rembulan dan bintang ya g tadi jadi teman curhat nya berubah menjadi Riyan dan fizi
__ADS_1
Aram menceritakan bahwa dia mulai mencintai aila sesosok wanita kembangnya pesantren,namun Aram bingung antara harus mengungkapkan dan tidaknya,karna ini adalah pesantren namanya pacaran itu dilarang
Lalu Riyan memberikan solusi bahwa menurut nya aila juga menyukai Aram dan sebaiknya ungkapan saja,sabab pasti diterima
Namun berbeda dengan fizi meski dia juga beranggapan bahwa aila juga menyukai Aram tapi tak semestinya Aram mengungkapkan perasaan nya itu biarlah titik terbaik menurut takdir yang menjadi penentunya yang intinya sekarang Pokus saja belajar
Aram semakin galau dengan keadaan ini seolah olah melihat langit pun itu melihat seyumnya aila
Flashback siang sebelumnya
Aila minta bantuan kearam dan kedua temannya yakni fizi dan Riyan untuk memperbaiki asbes atas perintah tukang bangunan pondok,dan itu adalah gurpah nya aila
Bagaimana mau Pokus Aram melotot terus kearah aila,itu disaat berjalan kearah gurpah nya aila dan disaat sudah sampai Aram dan kawan kawan mengunggu diluar sambil menunggu pak Budi ,yah itu lah namanya pak Budi sosok orang yang bermanfaat bagi kami sebagai tukang memperbaiki pasilitas pondok
Senyuman manis aila pun menjadi penambah salfoknya Aram,dan kemudian fizi menepuk pundak Aram yang melotot melihat aila "mau diterima diterima lagi gak ini wey"
"Oh eh enggak,eh apa"
Mereka pun tertawa terbahak bahak dengan sikap Aram dan tentu saja Aram Malu dilihat dari mukanya yang kemerah merahan
"Ah enggak itukan sudah aku kasih kekamu jadi tak baik jika dikembalikan lagi"
__ADS_1
"Jadi ini buat aku nih,makasih"
"Iya sama sama,manis"
"Apa,manis ?"
"Eh Enggak enggak"
Ah modus modus ujar fizi dan Riyan mengganggu keadaan
Aila:"sama"
Aram:"apanya yang sama"
Aila:"kamu"
Aram:"apa"
Aila:"manis liat aja muka kamu memerah juga"sambil muka manisnya terpasang menjadi tak karuan bagi aram
Flashback
__ADS_1
Riyan:"jd sekarang mau gimana"
Aram tetap terdiam terlena dalam lautan halusinasi nya bersama aila,maka tanpa pikir panjang Riyan dan fizi mengganggu halusinasi nya Aram itu dengan mengotong badannya untuk masuk kedalam gurpah