
Riyan:"heah heahh lelahnya"
Aram:"baru datang kau,mana siayad"
Riyan:"tuh(sambil menunjuk ke arah pinggir warteg)
Aram:"ayad sini gak perlu takut,kami cuman minta penjelasan dari kamu".
Ayad:"iya iya aku kesana"
Aram:"kenapa kau ini"
Ayad:"mau pulang dulu,saya bermimpi ibu saya sakit parah"
Aram:"ayad saya yakin ibu kamu baik baik saja,mungkin itu hanya cara Tuhan agar kamu mundur dimedan zihad dalam menuntut ilmu ini"
Ayad:"tapi ram"
Bapak:"dari pada gitu,lebih baik sekarang kamu hubungi orang tua kamu (sambil memberikan handphone Android dengan brandnya Oppo )
Ayad:"baiklah(ayad pun menelepon orang tuanya dan terlihat diraut mukanya yang diisi dengan keseyuman"
Riyan:"gimana?"
Ayad:"ibu saya baik baik saja(sambil menyodorkan handphone milik bapak bapak pemilik warteg itu)
Ayad:"oh iya maaf pak saya belum banyar makanannya"
Bapak:"gak perlu dek asalkan kamu kembali kepesantren"
__ADS_1
Ayad:"oh terimakasih pak"
Bapak:"iya iya sama sama,cepat kalian kembali nanti terlanjur larut malam"
Mereka bertiga pun kembali kepesantren meskipun satu motor bertiga apalagi motornya adalah motor bodong namun mereka tak merasa takut ditilang polisi yah inilah santri saat orang orang mengendarai sepeda motor dengan menggunakan helm justru para santri dengan bangganya menggunakan helm surganya yakni peci
Namun kenyataan kini tak memihaknya mereka bertiga terlihat didepan mata disaat suara adzan magrib telah berkumandang para polisi sedang melakukan penilangan
Ayad:"aduh gimana ini(sambil menarik rem nya secara dadakan)"
Riyan:"sudah terobos aja kita kan punya Aram,iya kan ram"
Aram:"gas...
Ayad pun menarik kembali gas motor Astrea kuno nya itu meskipun ayad sedikit ketakutan namun Riyan dan Aram tetap menyakinkan ayad
Merekapun memberhentikan motornya dan memasang wajah penuh wibawa tanpa rasa takut ala ala ulama ulama besar Nusantara
Aram:"assalamualaikum pak polisi (sambil bersalaman ke polisi lalu diikuti oleh yang lainnya)"
Riyan:"pak sehat"
Polisi:"waalaikumsalam, waalaikumsalam, Alhamdulillah Alhamdulillah sehat"
Aram:"udah ambil air wudhu belum pak"
Polisi:"belum dek"
Aram:"ih bapak ini bagaimana adzan sudah berkumandang juga"
__ADS_1
Wibawa kedua polisi yang tegas seakan akan luluh dan terkesima dengan ocehan dua makhluk santri ini dan begitu pula dengan orang orang yang barusan kena tilang pak polisi terasa heran dengan kejadian itu apalagi dengan ayad tak menyangka teman temannya bisa lantang bicara itu didepan polisi
Polisi:"maaf dek maaf Ade kenapa semotor bertiga dan tanpa menggunakan helm"
Aram:"ekhm ekhmm(sambil sedikit mulai gugup)bapak tau kan Miftahul ulum"
Polisi:"oh kalian santri Miftahul ulum , berarti muridnya pak kyai Yusuf"
Riyan:"nah betul pak betul sekali"
Aram:"maaf pak kami tak menggunakan helm kan ,nah jadi gini pak , sebelumnya saya pinjam dulu helm bapak"
Polisi:"buat apa dek"
Aram:"pinjam dulu pak sebentar"
Polisi:"yah udah ini(sambil menyerahkan helm keren ala ala polisi)"
Semua kaget ketika helm sudah ditangan Aram,Aram tanpa basa basi melempar helm kejalan dengan kerasnya sehingga pak polisi marah besar dengan tingak anak muda ini
Polisi:"hey kamu apa yang kamu lakukan tuh lihat helm saya pecah"
Aram:"cuman pecah sedikit pak (sambil menyerahkan kembali helm yang pecah kacanya itu kepada polisi)"
Sekarang Aram melakukan hal aneh lagi setelah dia melempar helm polisi sekarang dia mengambil peci cupluk dikepala Riyan lalu melemparkan keaspal dan menginjak nginjak ,
Polisi dan teman teman Aram tentu saja semakin bingung dengan tingkah Aram barusan.
Lalu Aram menjelaskan maksudnya itu bahwa pak polisi menggunakan helm dan paktanya helm bisa hancur ketika berbenturan dengan aspal tapi ini lah helm santri peci yang dibanting dan diinjak injak pun tak hancur berarti menandakan helm santri lebih kuat dari helm polisi
__ADS_1