
Aram dan bapak bapak sang pedagang warteg alisan warung Tegal dipinggir pangkalan angkot kini terlihat sedang duduk diwartegnya
Bapak:"dek kamu darimana?"
Aram:"saya dari Bogor"
Bapak:"oh Bogor kau jaung sekali dek jadi ada disukabumi ini,oh iya minum nih dek(sambil memberikan gelas yang berisi teh hangat )"
Aram:"makasih pak gak perlu repot repot,saya asli Bogor dan dibesarkan disana namun sekarang saya melanjutkan mondok sambil sekolah dimiftahul ulum"
Bapak:"oh miftahul ulum"
Aram:"iya pak ,bapak tau miftahul ulum"
Bapak:'bukan hanya tau justru bapak alumni sana, telah merasakan hitam putihnya pesantren"
Aram:"terus pak cerita pak, pengalaman bapak ketika mondok"
__ADS_1
Bapak:"siap asal kan ini harus jadi motivasi kamu dan menjadi kn kamu lebih semangat "
Aram:"siap pak"
Bapak:"dulu sekitar tahun 1999 bapak adalah seorang pencuri,itu masih diumur 15 tahun.
Bapak melakukan hal keji dan hina itu dikarenakan bapak tak mempunyai orang tau,lebih tepatnya bapak anak yang dibuang ,yang dibesarkan oleh panti asuhan.
Waktu terus berjalan sehingga umur bapak menginjak 14 tahun ,umur yang masih kanak kanak namun satu prinsip bapak biarlah badan kecil dan umur muda tapi semangat harus seperti dewasa Karna hidup bukan untuk jadi beban orang orang yang memperdulikan anda
Maka bapak pada saat mengajak teman teman bapak dua orang , berarti menjadi tiga dengan bapak,untuk keluar dari panti asuhan karna pada masa itu panti kami sedang dilanda krisis ekonomi dari pada kami menjadi beban maka kami memutuskan untuk pergi dan bekerja kemudian nanti uang nya dikasihkan ke panti dengan diam diam
Paktanya dunia luar sangat keras yang lemah akan semakin lemah yang miskin akan semakin tertindas yang Kanya seakan akan meraja
Kami bertiga tinggal dibawah jembatan ditengah tengah keramaian lalu lintas kota, kemudian kami memutuskan untuk menjadi pengamen
Maka esok harinya dengan perut yang keroncongan kami menyanyi nyanyi ditengah keramaian orang,namun apa daya suara kami yang pas pasan tanpa pula disertai alat musik kami tak mendapat kan uang sepeser pun
__ADS_1
Perut kami makin keroncong an seakan akan kulit pembalut tulang saja,Sampai akhirnya teman bapak yang bernama ija sakit demam parah,kami berdua bingung mau mengobati ija dengan apa
Maka kami mengistirahatkan ija di tempat biasa kami yakni dikolong jembatan
Kami berdua pergi kedekat warung milik pedagang kaki lima mencoba meminta sedikit makanan tapi dia memberikan maka ketika larut malam pedagang telah pergi kami mencoba membobol grosir nya mengambil makanan sebanyak banyaknya
Hingga akhirnya itulah pekerjaan kami bertiga seterusnya sudah akh"
Aram:"terus bagaimana dengan Miftahul ulum nya"
Bapak:"oh iya lupa bapak
Kemudian kami mencuri kembali grosir grosir namun masa itu adalah masa sial bagi kami,kami dijebak oleh warga sehingga kami ketauan ,teman bapak yang dua itu tertangkap yang entah bagaimana kabarnya,bapak takut sampai berlari tanpa tujuan
Sampai akhirnya bapak sampai disukabumi pingsan dipinggir masjid ,dan ketika bangun berada dipondok pesantren Miftahul ulum
Saya menceritakan pengalaman saya kepak kyai lalu pak kyai menyuruh saya untuk bertobat dan belajar mengaji disana ,sampai bapak bisa masak pun itu di Miftahul ulum sehingga bapak sekarang bisa membuka usaha
__ADS_1
Intinya pelajaran buat kamu bukan letak dimana anda suci dan kotornya tp dimana anda bisa memperbaiki keadaan"
Aram:"terima kasih pak"