Mengungkap Masa Lalu

Mengungkap Masa Lalu
Tentang Ibu


__ADS_3

pagi menjelang Diana bangun dari tidurnya dan langsung bersiap ke kampus , tiga puluh menit sudah diana bersiap ,


setelah rapi Diana berangkat ke kampus akan di! K of!,?¡mendaftarkan to oYi, ulang tahun)) ulang di universitas xx, sebelum berangkat Diana melihat kardus yang tadi malam dia ketemukan di atas lemari,


" nanti setelah saya pulang dari kampus, saya kita selesaikan masalah kita . . . ok. . tok . . tok " kata Diana sambil mengetok kardus yang di letakan di bawah tempat tidur.


Diana langsung keluar rumahnya,sampainya di depan rumah Dian Meliah mbok Darmi yang sedang membersihkan halaman Rumahnya


" pagi mbok " sapa Diana


" pagi nenek mau berangkat yah.... ko pagi banget ini aja baru jam tujuh " Darmi


" sengaja mbok soalnya harus cari kampusnya dulu dan harus cari kendaraan apa ke sana, " Diana


" emang Eneng kuliah di mana? " tanya Darmi


" universitas xx mbok, aku juga harus daftar ulang dan tanya kapan mulai masuknya " Diana


" habis dari sana saya juga mau cari kerja mbok " lanjutnya


" lebih baik neng diana melanjutkan kafe milik ibunya neng Fika, beliau memiliki gedung yang cocok buat bikin kafe, dulu waktu orang tua neng Fika masih hidup gedung itu di buat menjadi kafe yang nyaman, tapi setelah orang tua neng Fika meninggal dan neng Fika menikah dan setelahnya menghilang kafe itu tutup karena tidak ada yang mengolahnya


sebenarnya anak mbok ingin melanjutkan tapi tidak bisa dia harus ikut suaminya ke luar kota," mbok Darmi


Diana mendengarnya dengan serius tapi setelah melihat jam, sudah menunjukan pukul setengah sembilan " aduh mbok ini udah siang aku berangkat dulu ya, "


" bentar neng, mbok panggilkan tetangga sebelah , soalnya dia tukang ojek," kata mbok Darmi, Diana pun menunggu mbok Darmi pergi memanggil tetangganya


tidak berapa lama mbok Darmi datang dengan pria dan motornya


" ini Diana anaknya Fika temanmu waktu kecil dulu, dia mau ke kampusnya mau daftar sekolah di sana cepat kamu anter, hati hati bawa motor jangan ngebut


neng ini Sarto teman ibumu waktu kecil, dia yang akan mengantarmu" Darmi


" iya mbok iya," jawab Sarto " ayo neng naik "Sarto menyerahkan helm ke Diana


" hm ,tunggu dia sampai pulang habis dari sana anter dia ke gedung yang ada dulu tempat kerja muna , aku tunggu di sana....kamu masih ingat kan tempatnya" Darmi


" iya . . . ya sudah kita pergi dulu" Sarto


" ayo mbok ..... assalamualaikum " salam Diana sambil berjalannya motor


" wa'alaikumsalam " jawab Darmi langsung melanjutkan pekerjaannya


*


*


*

__ADS_1


di apartemen mewah di negara T


" tok tok tok" suara ketukan pintu


" masuk " jawabnya dari dalam


masuklah pria tampan menghadap wanita yang sedang serius mengerjakan sesuatu" katakan" suaranya


" kami sudah menyelidiki tentang adik anda nona,


beliau di rawat oleh sepasangan suami istri dari negara In, mereka menemukan adik anda juga uang sebesar seratus juta, mereka merawat adik anda dengan baik nona


sedangkan uang seratus juta itu mereka pergunakan untuk membuka kafe, tapi setelah nona berumur delapan belas tahun orang tua angkatnya meninggal,"


" lalu bagaimana dengan pendidikan" tanyanya


" beliau anak yang pintar, saat kuliah beliau mendapatkan beasiswa , tapi saat semester akhir beliau menjadi bahan taruhan temannya yang mengakibatkan beliau hamil " wanita itu kaget dan langsung melihatnya dengan tajam


sedangkan yang di lihat tetap tenang walau sebenarnya dia takut


" beliau menikah dengan ayah anak dalam kandungannya, di ulang tahun pernikahan ke lima dia di jebak oleh suami dan ibu mertuanya ,karena itu beliau menghilang sampai sekarang dan belum di ketahui keberadaannya nona,


ayah mertuanya dan putra adik anda juga sedang mencari beliau untuk meminta maaf karena sudah terhasut anak dan istrinya nona " terangnya


" apa ayah mertuanya tahu kalo menantunya di jebak oleh anak istrinya, . . .dan di jebak bagaimana?"


" sebenarnya adik anda di jual agar mendapatkan proyek sebesar lima triliun dan perusahaan itu adalah milik adik dari tuan besar nona"


" cari data orang orang yang membuat adik saya yang membuatnya menderita saya akan membalaskan perbuatan mereka"


" baik nona " pria itu meninggalkan ruangan tapi sebelum dia keluar dari situ dia mendapat telepon dari anak buahnya


" katakan "


". . . . . . . . "


" baiklah akan saya sampaikan selidiki wanita itu, kirimkan fotonya ke saya "


" Tut Tut Tut "


pria itu membalikan badannya dan langsung melaporkan ke Nonanya


" nona anak buah saya melaporkan, bahwa ada seorang gadis menghuni rumah peninggalan adik anda, dan menurut kabarnya kalo adik nona sudah meninggal seminggu lalu" katanya dengan menundukkan kepalanya


wanita yang diketahui kakaknya Vika terdiam dengan dada yang sesak menyuruh asistennya untuk keluar


asistennya menghilang di balik pintu dia menangis dalam diam


" maafin kakak yang tidak bisa menjagamu,... kakak akan membantu membalaskan sakit hatimu dan dendam mu"

__ADS_1


pintu terbuka masuklah asistennya " maaf nona ini adalah gadis yang mendiami rumah peninggalan adik anda" sang asisten memberikan foto Diana


" cantik. . . sebentar lagi aku akan ke sana, sampainya di sana aku ingin sudah ada yang bisa buat tes DNA"


" baik nona" jawab asisten dia langsung meninggalkan ruangan dan melanjutkan pekerjaannya


*


*


*


Diana selesai melakukan daftar ulang untuk masuk universitas kini dia sedang menunggu tukang ojek yang tadi pagi mengantarnya


" mang Sarto tempat yang di kasih tau sama mbok Darmi jauh ga sih ?"’


" ga ko neng Deket dari sini ...tuh dari sini keliatan,"


Diana melihat arah yang di tunjuk mang Sarto, sebuah ruko berlantai dua yang sudah lama tak terpakai


" ya udah ke sana yuk" ajak diana ke kang Sarto yang sudah duduk di motor


" ayo neng " Sarto melanjutkan laju motornya ke ruko dua lantai yang hanya menyebrang jalan


" wah gede juga paman," Diana melihat gedung itu dari luar " apa mbok Darmi datangnya lama mang?"


" bentar lagi, dia datang dengan anaknya yang baru sampai tadi pagi " mang Sarto


Diana menganggukkan kepalanya " mang kalo tar saya mau memperbaiki tempat ini, tolong Carikan tukangnya ya" kata Diana


" iya neng kebetulan saya bisa untuk mengecet ulang dan nanti saya bantu cari perlengkapan yang lain " Sarto


" makasih ya mang " Diana tersenyum manis " mang kita makan dulu yuk soalnya tadi pagi Sanya belum sarapan, jadi sekarang kelaparan deh he. . he. .," Diana


mereka makan mi ayam yang mangkal tidak jauh dari sana, makanan mereka habis mbok Darmi turun dari taksi online dengan seorang wanita yang seumuran ibunya Diana


" mbok Darmi!!!" panggil kang Sarto sedang mendekati Darmi dengan diana


" kenalin neng dia putriku yang dulu mengelola kafe ini," mbok Darmi


" halo cantik saya Diah teman ibumu dulu" Diah menjabat tangan Diana


" halo Tante , saya Diana anaknya ibu Fika" Diana


" ayo masuk " ajak diah


mereka berjalan menuju ruko dua lantai, sampainya di depan ruko Diah membukanya,


pintu terbuka terlihatlah di dalamnya yang ternyata. . . .

__ADS_1


...*****...


soory


__ADS_2