Mengungkap Masa Lalu

Mengungkap Masa Lalu
Masih mengingat masa lalu


__ADS_3

" Brak " pintu terbuka dengan kasar


Dirga dan Ardi kaget menoleh ke pintu, terlihatlah istri Ardi yang sedang berdiri, dia langsung menghampiri Dirga dan menamparnya


" plak, apa hak kamu melakukan itu ke Vincen ha" kata Risma marah


" maaf nyonya, tuan muda ke tahun menggelapkan dana perusahaan jadi saya menegurnya di rapat karyawan tadi siang,


biasanya jika karyawan lain pasti akan langsung masuk penjara nyonya, karena tuan muda Vincen anak pemilik perusahaan jadi saya hanya menurunkan jabatannya nyonya" jelas Dirga


" dengar kamu hanya asisten, anak saya adalah pewaris perusahaan itu jadi terserah dia kalo mau mengambil uang di perusahaan miliknya " kata Risma sarkas


" siapa yang mengatakan dia yang akan mewarisi perusahan, " Ardi menyahut perkataan istrinya


Risma yang kaget mendengar suara Ardi langsung menoleh " kamu sudah bangun sayang syukurlah, aku sangat takut kamu akan meninggalkanku. . . hiks hiks " kata Risma dengan tangis pura pura


Ardi terkekeh kecil " takut akan ketahuan niat jahat kamu dan kekasihmu itu??, sudah lah lebih baik kamu pergi dari sini jangan bikin aku tambah pusing melihatmu.


kamu Dirga bilang ke pengacara untuk mengurus perceraian aku dengan istriku, aku ingin dalam waktu tiga hari kami sudah resmi bercerai " perintah Ardi


Risma kaget " aku ga mau kita cerai " ucap Risma


" aku tidak peduli " Ardi melihat Dirga,Dirga yang mengerti tatapan Ardi langsung menyeret Risma keluar


" lepas . . . Ardi kamu tidak bisa mengambil keputusan sepihak, aku ga mau kita pisah Ar " Risma memberontak


" brak klek " Dirga menutup pintu dan langsung menguncinya


" bilang ke pengacara tidak ada harta Gono gini, cukup beri dia salah satu resto yang ada di kota S , dan salah satu hotel di sana aku rasa itu sudah lebih dari cukup " kata Ardi dia tidak menyesal menceraikan istrinya, karena memang Risma yang bersalah, karena Ardi sudah sering melihat dia pergi dengan laki laki


" baik tuan,. . . saya permisi menemui dokter sebentar tuan " pamitnya


" HM . . pergilah " jawab Ardi

__ADS_1


Dirga keluar kamar Ardi di luar tidak melihat Risma mungkin sudah di seret oleh satpam karena tadi dia menggedor-gedor pintu kamar rawat Ardi ,jadi di seret keluar karena mengganggu pasien lainnya


Ardi tertidur karena kondisinya masih lemas, malam berganti pagi Ardi bangun dari tidurnya dia melihat Dirga sedang membaca laporan kantor tidak jauh darinya " tuan sudah bangun " tanya Dirga


" seperti yang kamu lihat, " jawab Ardi " apa yang dokter katakan semalem " tanya Ardi langsung


" dokter bilang waktu anda kecelakaan kaki anda terjepit kursi mobil di tambah anda sudah koma selama enam bulan, karena itu kaki anda tidak bisa di gerakkan " jawab Dirga


" maksud kamu aku lumpuh begitu " tanya Ardi


" iya tuan " jawab Dirga " tapi anda akan bisa seperti sedia kala jika anda tetapi " kata Dirga lagi


pintu kamar terbuka masuklah dokter dan suster untuk memeriksa pasien " permisi kami akan memeriksa pasien " izin dokter


Dirga menyingkir dia melanjutkan pekerjaannya sedangkan Ardi diperiksa


lima belas menit kemudian dokter dan suster meninggalkan kamar rawat


seperginya dokter Ardi meminta Dirga untuk Vika merawatnya selama dia menjalankan terapi


" baik tuan, aku saya akan membawa nona Vika dan tuan Vincen untuk pindah ke mansion dan akan membawa nona Vika kemari " jawab Dirga


sejak saat itu Vika yang merawat Ardi, Ardi menjalankan terapi cukup lama meski Vika juga membantunya dengan memijitnya, Vika minta di ajari oleh mbok Darmi tetangga rumahnya yang bisa memijit dengan pasien seperti itu, Ardi menjalankan terapi selama tiga tahun, Vika merawatnya dengan telaten sampai bisa jalan lagi, walau dia juga merawat anak laki lakinya karena tidak menyewa baby sitter


tiga tahun kemudian Ardi benar benar sudah pulih benar, dia sudah menjalankan aktivitas seperti orang lain, sedangkan Dirga setia menjadi asisten ardi.


Setahun kemudian setelah kesembuhan Ardi


Ardi sedang melangkahkan kakinya ke kamar hotel, dia mendapatkan pesan dari no yang tidak dikenal dan sebuah foto yang membuatnya marah, karena merasa sudah menghilangkan kepercayaannya.


bagaimana tidak foto menantunya yang selalu dia bela jika sedang bertengkar dengan anaknya, dan selalu menganggapnya baik, telah mengkhianati anaknya dengan tidur dengan lelaki lain


" brak tak tak tak . . . . plak ' Ardi masuk ke kamar hotel dan langsung menampar Vika yang sedang menangis di atas ranjang

__ADS_1


" hiks . . . hiks. . . ini tidak seperti yang ada dipikiran Dedy " kata Vika sambil menangis


" apa maksud kamu tidak seperti dalam pikiranku ha!!!" kata Ardi dengan marah


" Dedy aku ga tahu apa yang terjadi sebenarnya, semalam ibu mertua mengajakku makan di sebuah kafe, setelahnya aku merasa ada yang aneh di tubuhku lalu aku pingsan dan setelah bangun aku sudah ada di sini " kata Vika yang sedang menangis


" kapan aku mengajakmu ke kafe ****** " Sura Risma yang tiba tiba masuk ke kamar hotel dan marah


" mah semalam mamah yang menelpon rumah dan mengajakku makan malam bersama mah " kata Vika yang menangis


" aku tidak pernah mengajakmu makan atau bertemu, aku baru datang dari luar kota " kata Rasmi lagi


" ga mamah bohong semalam kita makan bersama di kafe fff " kata Vika kekeh


" dasar ******, aku sudah bilang kalo aku baru pulang dari luar kota . . plak plak " Rasmi


" hentikan , Rasmi kenapa kamu ada di sini " tanya Ardi yang mulai mencurigai


" aku mendapatkan pesan dari no tidak dikenal dan menyuruhku ke hotel ini " jawab Rasmi


" mamah bohong Dedy" gumam Vika


Rasmi masih mendengar gumaman Vika, hingga membuat naik pitam " kau benar benar " Risma ingin menampar Vika lalu di tahan oleh Ardi


" sudah kamu jangan menamparnya lagi, lebih baik aku pergi dari sini " Ardi membalikan badannya berjalan meninggalkan kamar sebelum benar benar keluar, Ardi mengatakan " lebih baik kalian bercerai saja, biar anak kalian aku yang akan mengurusnya " kata Ardi lalu benar benar pergi dari sana


Ardi pergi meninggalkan hotel itu, di ikuti oleh Dirga di belakangnya, setelah menyusul Ardi dari kantor ke hotel


" apa tuan percaya kalo nona Vika selingkuh, tapi bagaimana caranya dia selingkuh karena setahu aku dia tidak pernah meninggalkan mansion, dan saat tuan koma dia juga tidak pernah keluar apartemennya " kata Dirga yang duduk di samping supir


'' aku juga merasa ada yang aneh di sini, Dirga suruh orang untuk menyelidikinya " perintah Ardi


" baik tuan " jawab Dirga

__ADS_1


...****...


__ADS_2