Mengungkap Masa Lalu

Mengungkap Masa Lalu
penyesalan


__ADS_3

Seorang lelaki tua sedang duduk di meja kerjanya, dia mengingat apa yang pernah di lakukan pada menantunya, dia sangat menyesal telah mempercayai anak dan istrinya, sehingga kehilangan orang yang tulus padanya tanpa mengharapkan apa yang dia miliki, tapi dengan tega memisahkan anak dari ibunya


flashback


seorang lelaki yang tidak muda lagi sedang berjalan menyusuri lorong apartemen di ikuti oleh asisten dan seorang wanita, sampainya di kamar yang di tuju pria itu langsung masuk dengan akses yang di milikinya, berjalan ke kamar yang terdapat lelaki dan perempuan di ranjang tanpa berpakaian, pria itu langsung membangunkan dengan kasar,


" Dirga ambil air itu " perintahnya


Dirga yang melihat air minum yang berada di meja dekat jendela langsung mengambilnya dan memberikan ke tuannya


" ini tuan " dirga


" buurrr " air di siramkan ke putranya yang sedang terlelap


anaknya kaget dan terbangun dari tidurnya, begitupun dengan wanita yang tidur di sampingnya


" Dedy . . . . apa yang Dedy lakukan, "tanyanya kaget


" bangun kau anak sialan, jadi begini kelakuanmu liar " katanya marah dan " brak " membanting gelas yang ada di sampingnya


" Dirga seret wanita itu keluar dari sini " perintah itu


" baik tuan " jawab Dirga langsung menyeret wanita yang berada di ranjang


" tunggu aku pakai bajuku dulu " katanya " sayang aku pulang dulu, nanti kita bertemu lagi cup" katanya sebelum pergi, dia pergi ke kamar mandi untuk memakai bajunya setelah lima menit wanita itu keluar dari kamar mandi dan langsung pergi dari sana


" tunggu . . jangan pernah kamu dekati putraku lagi dan jangan pernah muncul di depanku atau anaku lagi jika kamu masih ingin hidup tenang " katanya dingin


dia melihat asistennya,sang asisten yang sudah paham langsung mengikuti wanita itu untuk mengurusnya


" Vincent Ardiyansyah kamu harus menikah dengan Vika Minggu depan, karena dia mengandung anakmu dan keturunan Ardiyansyah miller" kata Ardi Miller tegas


" tidak saya tidak mau menikah dengan wanita miskin dan tidak jelas ini, aku yakin jika anak yang ada di perutnya bukan anakku " kata Vincent tegas

__ADS_1


" Vincent saya sudah menyuruh orang untuk mengawasi kamu selama lima bulan ini, dan saya juga sudah mengawasi Vika selama tiga bulan ini, setelah dia berhubungan denganmu dia tidak pernah berhubungan dengan yang lain, dan aku juga yakin jika kamu yang pertama menikmati tubuhnya kan, dan aku juga tahu kamu bertaruh dengan teman temanmu, aku juga tahu kamu menaruh obat di minuman yang kamu kasih sehingga kamu leluasa menghancurkan masa depannya jadi kamu harus menikah dengannya Minggu depan semua sudah dipersiapkan oleh Dirga" kata Ardi Miller tegas


" maaf tuan saya tidak mau harus menikah dengan dia, saya bisa membesarkan anak saya tanpa dia, jadi saya menolak pernikahan ini " Fika menyahut


" dengar Dedy dia juga tidak mau menerimaku jadi batalkan permintaan Dedy itu" kata Vincent


" saya tidak menerima penolakan, kamu Fika saya tidak mau keturunan ARD group menderita dan jadi bahan hinaan orang karena tidak memiliki ayah dan kamu Vincent kamu harus menerima pernikahan ini jika kamu masih mau hidup enak jika tidak maka bersiaplah untuk kehilangan segalanya dan hidup di jalan " kata Ardi


Ardi meninggalkan apartemen vincen di ikuti oleh asistenya Dirga, sayup sayup dia mendengar pertengkaran antara Fika dan Vinsen, dia berjalan di lorong apartemen menuju lift yang akan mengantarkan ke lobi apartemen


Ardi dan Dirga masuk kedalam lift, Dirga memencet lobby apartemen dan pintu lift tertutup tidak berselang lama lift terbuka mereka sampai di lobby apartemen, saat berjalan keluar tanpa sengaja Ardi melihat istrinya sedang berpelukan dengan laki laki yang tidak di kenalnya di restoran yang berada di lobby apartemen


" Dirga cari tahu istriku sedang bersama siapa " perintah Ardi


" baik tuan " jawab Dirga


Ardi dan Dirga berpisah, Ardi yang berjalan menuju mobilnya sedangkan Dirga pergi ke resto apartemen untuk mengawasi istri bosnya,


" baik tuan " sang sopir


perjalanan dari apartemen ke kantor hanya membutuhkan waktu selama lima belas menit, Ardi sampai di kantor dia langsung berjalan menuju ruangannya, dengan menaiki lift menuju lantai dua puluh,


sampainya di ruangan dia melanjutkan pekerjaannya sebagai yang belum diselesaikan


satu jam kemudian Dirga datang memberikan laporan ke Ardi


" siapa lelaki itu Ardi " tanyanya langsung melihat Ardi memasuki ruangannya


" lelaki itu kekasih nyonya tuan, mereka merencanakan ingin mencelakai anda agar bisa menguasai seluruh harta tuan " kata Dirga langsung


" tadi saat saya akan ke kantor saya melihat tuan Vika sedang menangis sambil memegang pipinya tuan,. . sepertinya tuan Vincent menampar nona tuan " lapor Dirga


" biarkan . . . . Dirga apapun yang terjadi kamu tetap langsungkan pernikahan Vinsen dengan Vika, " perintah Ardi

__ADS_1


" baik tuan " jawab Dirga


" keluar dan lanjutkan pekerjaanmu yang belum selesai " usir Ardi


" baik tuan " jawab Dirga dan langsung keluar dari ruangan bosnya


seperginya Dirga Ardi menarik nafasnya, dia menghubungi pengacaranya yang mengurusi urusan perusahaannya dan hartanya, pengacara Ardi orang yang bisa di percaya, karena dia temannya saat SMA


" halo ge elo dimana " tanya Ardi


" halo Ar, gue lagi di kantor ada apa Lo menghubungiku " tanya Gery


" kalo gitu Lo ke kantor gue sekarang ada yang harus di bicarakan" Ardi


" klayen adalah raja . . . gue ke sana sekarang " kata Gery, dia langsung bersiap meninggalkan kantornya


sambil menunggu temannya datang Ardi melanjutakan pekerjaannya yang belum selesai , setelah menunggu setengah jam Gery datang memasuki ruangannya dan langsung duduk di sofa


" ada apa Lo manggil gue kesini " tanyanya langsung


Ardi bangun dari kursi kebesarannya ikut duduk di sofa singgel sebelahnya


" aku mau kamu menulis kuasa, jika terjadi sesuatu dengan ku, maka Dirga akan menggantikanku memimpin perusahaan ini sampai calon cucuku lahir, atau saya sehat kembali juga Vincent harus menikah dengan Vika selama lima tahun, dan jika tanya kebutuhannya dia akan mendapatkan perbulannya seperti biasa " Ardi


" kenapa harus seperti itu, emang apa yang terjadi " tanyanya


" lakukan saja, kamu bisa pergi sekarang " kata Ardi


" HM . . . baiklah " Gery langsung meninggalkan kantor itu


dan bersambung. . . .


...*****...

__ADS_1


__ADS_2