
"Tunggu" Ardi menghentikan langkah Vika yang akan keluar.
Ardi mendekat dan memberikan map yang di berikan tadi oleh Dirga " terimalah ini milikmu ini hak kamu" kata Ardi.
Vika membuka dan membacanya sebentar dia melihat Ardi dengan kening berkerut lalu membaca lagi map itu sebentar
" maaf tuan tapi saya tidak bisa menerimanya " Vika mengembalikan map itu
Ardi mundur dua langkah " itu hak kamu mau tidak mau kamu harus menerimanya " kata Ardi lagi
Vika menerima ini dengan terpaksa tapi dengan satu syarat " tapi tua. mungkin saya akan lama untuk memegang dan mengelolanya bisakah orang anda yang mengurus tempat itu, nanti saya atau seseorang akan mengelolanya " kata Vika
" terserah kamu " kata Ardi
Vika pergi dari mansion itu yang sudah di tunggu oleh mbok Darmi
" apa yang Dedy berikan ke wanita ****** itu ". tanya Vincent
Ardi hanya tersenyum melihat Vincen " hanya beberapa perusahaan cabang yang atas namanya " kata Ardi tersenyum meninggalkan Vincen di ruang keluarga
" apa . . . . kenapa papi memberikan itu semua kepadanya dia gak berhak" kata Vincen berteriak karena Ardi sudah memasuki ruang kerjanya di ikuti oleh Dirga
Sebulan kemudian.
Dirga yang sedang minum di club' malam tidak sengaja melihat seseorang yang sedang berjalan ke sofa ujung, dan sepertinya sudah di tunggu beberapa temannya. dia sangat penasaran dan ingin tahu apa yang mereka bicarakan.
Dirga melihat wanita penghibur yang tidak jauh darinya , Dirga memiliki ide dia memanggil wanita itu, dan wanita yang di panggil pun mendekat dengan senyum menggoda
" ada apa ganteng " tanyanya dengan tangan yang mengelus dada Dirga
" aku mau kamu melakukan sesuatu " kata Dirga lalu membisikan sesuatu ke wanita itu sambil menyerahkan hpnya
wanita itu pergi meninggalkan Dirga, Dirga hanya melihatnya dari jauh, bahkan wanita penghibur itu juga bergabung dengan mereka .
dua jam kemudian mereka bubar, ada yang keluar dari club' ada yang menuju kamar dengan pasangan mereka.
sedangkan wanita itu tersenyum dan mendekati Dirga, setelah di depan Dirga dia memberikan hpnya , Dirga mengeceknya sebentar dan tersenyum puas, Dirga memberikan segepok uang dan meninggalkan wanita itu, sedangkan wanita itu tersenyum senang mendapatkan uang segepok.
Kantor Ardiansyah Miller group
__ADS_1
Ardi yang baru masuk ke ruang kerjanya di kaget kan dengan keberadaan Dirga di ruangan itu.
" Astaga Dirga . . . . kenapa kamu tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk " kaget Ardi dan menatap Dirga tajam .
" maaf tuan . . . " kata Dirga
" ada apa . . ." tanyanya langsung
" ini adalah berkas yang harus Anda periksa , anda tidak ada pertemuan untuk hari ini , semalam saya melihat seseorang yang anda cari tuan," kata Dirga setelah melaksanakan tugasnya
Ardi melihat Dirga serius " benarkah . . . dimana , apa kamu yakin dia orangnya " tanya Dirga
" saya yakin tuan, saya juga telah mengetahui semuanya " jawab Dirga sambil menyerahkan hpnya yang sudah mengaktifkan rekaman suara
Ardi mendengarkan seksama dan mengangguk
" Dirga atur agar kita bisa makan siang dengannya dan siapkan makan keluarga besok malam di restoran diamond ( resto mewah yang hanya bisa di pesan orang berduit) undang wanita itu sekalian sebagai penyambutan keluarga baru , aku ingin selama aku makan dengannya kamu harus melakukan ini . . . . ." Ardi menjelaskan rencananya
" Baik tuan" jawab Dirga meninggalkan ruangan Ardi setelah di berikan izin
waktu terus berlalu , Ardi sangat serius dengan pekerjaannya hingga waktu makan siang tiba, Ardi mendengar pintu ruangannya di ketuk
Ardi membuka pintunya otomatis dan masuklah dirga mengatakan " sudah waktunya makan siang tua, anda sudah di tunggu tuan xico di cafenya" kaya Dirga
Ardi langsung bangkit dari duduknya meninggalkan ruangan di ikuti oleh Dirga, sesampainya di lobby perusahaan mereka berjalan ke pintu yang sudah ada mobil beserta sopirnya menunggu bersiap membukakan pintu.
Ardi dan Dirga langsung masuk ke mobil,mobil melaju meninggalkan perusahaan ke xico berada. tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sampai tujuan, Ardi dan Dirga langsung masuk ke ruang privat yang sudah ada xico yang menunggunya.
" selamat siang tuang Ardi dan tuan Dirga " sambut xico
Ardi mengangguk sedangkan Dirga membalasnya " siang tuan xico "
" aku tidak mau basa basi xico " Ardi menyerahkan Vidio dari Dirga saat mereka di club " jelaskan apa.maksudnya ini " kata Ardi langsung
xico kaget melihat rekaman itu, xico menatap Dirga lekat lekat " mmmmmmmm "
" aku akan melaporkanmu ke polisi tuduhan penjualan manusia dan aku juga akan menyebarkan ini agar cafe kamu di tutup dan tidak pernah bisa buka lagi " kata Ardi sambil menyerahkan foto foto bahan makanan berjamur dan tidak higenis dan tidak layak lainnya.
xico kaget dengan ragu xico mengatakan " maaf paman aku hanya mengikuti rencana Vincen dan Tante dengan balasan aku bisa membuka cabang resto di hotel milik Tante dan menerima tambahan modal untuk membuka kafe di kota T " jawab xico
__ADS_1
" aku akan memberikan kamu 10 kali lipat dari janji yang di berikan Vincen dan ibunya asal kamu mau bersaksi nanti malam " kata Ardi
xico kaget mendengarnya dia akan menjadi miliader jika menerima tawaran Ardi tanpa pikir panjang xico menyetujuinya
" baik paman saya akan datang nanti malam " kata xico semangat
Ardi tersenyum mendengar jawaban xico, ternyata Vincen dan xico sama aja
pelayan datang menyajikan makanan yang sudah di pesan oleh xico untuk Ardi dan Dirga, mereka makan dengan tenang sampai selesai langsung meninggalkan tempat itu.
Malam tiba
Ardi, Vincen dan dan Risma sudah duduk di meja makan, mereka makan dengan tenang .
" Vincent kamu tahu sekarang Vika ada di mana?" tanya Ardi
Vincent yang baru selesai makan , kaget mendengar ayahnya bertanya tentang Vika setelah sebulan tidak ada kabar.
" kenapa tiba-tiba kamu menanyakan wanita itu lagi, apa kamu merindukannya ingat dia mantan menantu kamu " saut Risma
Ardi melirik Risma dingin " lebih baik kamu diam Risma " kata Ardi dingin
" benar kata mommy kenapa Dedy tiba tiba menanyakan wanita ****** itu?."
" kamu tahu dia dimana atau tidak Vincent."
" aku tidak tahu dan tidak mau tahu tentang ****** itu " kata Vincen
Dirga datang memberi tahu Ardi bahwa tamu spesialnya sudah datang " taun dia sudah tiba " kata Dirga
" baiklah kita akan segera ke sana " jawab Ardi
Ardi melihat Vincen dan Risma " ada yang ingin aku perlihatkan ke kalian, dia sudah menunggu di ruang tamu" kata Ardi ,bangkit dari kursinya.
Vincent dan ibunya penasaran saling pandang, mereka penasaran apa yang akan Ardi perlihatkan ke mereka , mereka ikut pergi ke ruang tamu yang sudah di tunggu seseorang.
saat ruang sampai di ruang tamu Vincen dan Risma kaget melihat lelaki yang sedang duduk berhadapan dengan Ardi .
...****************...
__ADS_1